Bitcoin yang Diminta “Hacker” WannaCry

Penulis: Darmansyah

Rabu, 17 Mei 2017 | 09:07 WIB

Dibaca: 4 kali

Anda tahu apa iti “bitcoin” seperti yang dituntut ransomware “Wannacry?

Ya, penebar virus ransomware WannaCry meminta tebusan berupa Bitcoin kepada pihak yang disandera datanya.

Sebenarnya, apa itu BitCoin dan berapa nilainya?

Bitcoin mulai populer sejak tiga tahun lalu

Ia sebuah mata uang digital yang nilainya  cukup fluktuatif

Jenis mata uang ini menjadi tren serta pilihan baru bagi transaksi di dunia internet.

Seperti yang dikutip dari newyorker.com, mata uang digital yang hadir pada Januari delapan tahun silam ini  memiliki sistem yang jauh berbeda dari uang konvensional.

Bitcoin bisa dianalogikan dengan “tambang emas” atau logam mineral berharga lainnya.

Para penambang adalah mereka yang mendedikasikan sumber daya komputer mereka untuk memecahkan persoalan matematis, melalui perhitungan yang “berat”.

Penambang yang dimaksud pada awalnya mungkin hanya seseorang dengan komputer rumahan.

Namun saat ini, proses penambangan bitcoin dilakukan melalui perangkat yang dirancang khusus dan dilakukan secara kolektif disebut node.

Setiap sepuluh menit, sistem bitcoin akan menganugerahkan sejumlah unit bitcoin  pada salah satu node penambang ini.

Jumlah yang ditambang persepuluh menit akan turun seiring waktu, hingga dengan jumlah total bitcoin yang bisa ditambang sebanyak dua puluh satu juta unit.

Bitcoin yang dihasilkan berfungsi layaknya mata uang konvensional dan diterima sebagai produk pembayaran untuk beragam transaksi online.

Mata uang yang bisa dikonversikan ke mata uang lain ini memulai debutnya dengan nilai satu bitcoin setara kurang dari satu dollar AS dan terus menunjukkan nilai yang fluktuatif.

Situs seperti Preev.com menunjukkan secara sederhana berapa nilai satu unit bitcoin (1 BTC) dalam mata uang konvensional.

Bitcoin bisa digunakan untuk berbagai hal, misalnya untuk pembelian barang pada toko baik online maupun fisik yang menerimanya.

Lihat saja pada bitcoinstore.com, pengguna dapat membeli barang elektronik, termasuk kamera, instrumen musik, dan komputer. Bahkan terdapat kasino bitcoin, seperti SatoshiBet.

Perkembangannya terlihat dengan semakin banyaknya merchant yang menerima pembayaran dengan bitcoin. Termasuk nama-nama besar seperti wordpress.com, namechap.com, serta reddit.com.

Pencetus Bitcoin adalah sosok bernama Satoshi Nakamoto.

Diduga sosok ini adalah nama samaran yang bisa jadi digunakan oleh sekelompok orang. Identitas aslinya masih belum diketahui.

Nakamoto sejak awal merancang bitcoin sebagai sistem terdesentralisasi.

Berbeda dengan uang konvensional, tak ada satu lembaga yang bisa melakukan kebijakan yang berdampak pada nilai mata uang ini.

Sedangkan mata uang konvensional selalu memiliki sebuah otoritas sentral.

Bitcoin pun, terutama di masa-masa awalnya, jadi alternatif bagi mereka yang tidak suka memercayai pemerintah, bank pusat, atau institusi pihak ketiga untuk menjaga nilai dari mata uang dan menjamin transaksi pengguna.

Di Bitcoin, semua itu digantikan dengan menggunakan perhitungan matematika dan kriptografi.

Setiap transaksi di bitcoin akan diuji melalui sistem kriptografi yang tersebar di jaringan peer-to-peer. Diperkirakan, ada puluhan ribu sistem yang turut melakukan pengujian ini.

Bitcoin tidak bebas dari pencurian. Namun, setiap bitcoin yang dicuri akan tetap tercatat dalam sistem sehingga saat digunakan untuk bertransaksi pun, secara teori, akan selalu dilacak.

Sistem Bitcoin yang terdesentralisasi membuat banyak pihak menyebutnya sebagai internet untuk uang.

Jika internet merevolusi cara komunikasi global, Bitcoin diyakini bisa mengubah cara dunia menggunakan uang.

Oleh karena itu, Bitcoin kerap digadang-gadang sebagai mata uang masa depan.

Seperti diketahui, virus WannaCry yang disebar hacker mengunci data dan sistem komputer dengan enkripsi, lalu meminta “tebusan” sebanyak tiga ratus dollar AS  dalam bentuk Bitcoin.

Tebusan Bitcoin  mesti dikirim ke alamat wallet Bitcon tertentu.
Apabila korban ingin menyelamatkan komputernya yang “disandera” virus WannaCry, maka tebusan bitcoin ini harus dikirim dalam waktu singkat.?

“Anda hanya punya 3 hari untuk melakukan pembayaran. Setelah periode tersebut, bayarannya akan berlipat dua. Apabila tak membayar dalam tujuh hari, data anda akan hilang selamanya,” tulis sang pembuat ransomware dalam pesan yang ditampilkan di layar komputer korban.

Adapun Bitcoin merupakan cryptocurrency alias uang digital yang bisa ditukarkan dengan uang asli. Transaksi

Bitcoin tidak bisa dilacak sehingga populer di kalangan dunia hitam, termasuk pelaku serangan cyber.

Komentar