Berlibur ke Sabang? Rutenya Mudah Kok!

Penulis: Darmansyah

Jumat, 14 Juli 2017 | 09:57 WIB

Dibaca: 1 kali

Berlibur ke Sabang?

Mudah kok.

Kini transportasi tersedia dari berbagai pilihan.

Bisa lewat udara dan laut.

Dan berlibur ke Sabang tidak identik dengan biaya mahal

Kuncinya cerdas dalam memilih transportasi.

Ya,  pilihan transportasi umum ke Pulau Weh begitu beragam dan tersedia dalam berbagai tingkatan harga.

Sebut saja kalau Anda menjalani  rute perjalanan dari Jakarta.

Ambil penerbangan ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh.

Harga tiket pesawat normal dari Jakarta ke Aceh berkisar masih standar kecuali jika musim libur

Alternatif lainnya, jika Anda tak mendapatkan tiket pesawat dengan harga murah ke Aceh atau justru Anda mendapat tiket pesawat promo, cobalah ambil penerbangan ke Kuala Namu,  Sumatera Utara.

Kemudian naik bus antar kota dari Medan ke Banda Aceh dengan waktu tempuh dua belas jam.

Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda terletak di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar. Jaraknya sekitar satu jam ke kota Banda Aceh.

Sedangkan Pelabuhan Ulee Lheue berada di kota Banda Aceh. Jadi jika Anda ingin segera menuju pelabuhan dari bandara, alternatifnya ada empat, yakni taksi, damri, becak motor, dan labi-labi, transportasi khas Aceh

Tarif keempatnya tentu berbeda.

Taksi disesuaikan dengan argo. .

Mencari becak motor dan Labi-labi memang agak sulit di komplek bandara.

Untuk itu berjalanlah keluar dari komplek bandara untuk mencari dua transportasi tersebut.

Ada dua alternatif menuju Pulau Weh yakni dengan kapal cepat atau kapal lambat

Dalam sehari ada tiga feri yang berlayar dari pelabuhan Ulee-Lheue  menuju pelabuhan Balohan

Penting untuk dicatat khusus hari Jumat, kapal feri memiliki jadwal yang berbeda. Kemudian faktor cuaca dan lainnya juga berpengaruh pada waktu keberangkatan kapal

Sabang  memang menjadi salah satu andalan Aceh untuk menarik minat kunjungan wisatawan.

Memang  obyek wisata di Sabang dianggap belum banyak variasi, hanya mengenai laut, seperti pantai dan bawah laut.

Kondisi ini membuat kunjungan wisatawan cenderung singkati.

Kendala utama perkembangan pariwisata Sabang adalah pilihan obyek wisata yang masih sangat minim.

Obyek wisata yang ditawarkan hanya bidang bahari, yakni pantai, selam permukaan, dan menyelam.

Kondisi itu merugikan Sabang.

Perputaran uang dari wisatawan terlalu singkat.

Padahal, idealnya perputaran uang dari wisatawan sekitar satu pekan agar memberikan kontribusi optimal pada perekonomian Sabang.

Pemerintah kota diminta untuk mengembangkan obyek wisata lain yang potensial di Sabang, seperti air terjun, gua alam, dan sejarah Perang Dunia II.

Pemerintah  harus mengembangkan obyek wisata buatan, seperti wahana bermain dan resor.

Kegiatan seni dan budaya juga harus digalakkan agar wisatawan lebih banyak hiburan.

Nantinya, wisata Sabang akan dikembangkan ke arah ekowisata, seperti berjalan menyusur hutan, air terjun, gua, dan gunung.

Wisata sejarah juga akan dikembangkan karena banyak peninggalan Perang Dunia Kedua  di sini, seperti benteng Jepang dan bangunan Belanda.

Untuk diketahui, Sabang merupakan daerah potensial untuk pengembangan pariwisata nasional.

Sabang berada di tengah jalur perlintasan kapal pesiar yang berlayar dari Eropa ke Asia.

Bahkan, selama tiga bulan ini, enam kapal pesiar dari Eropa singgah di Sabang.

Pemerintah harus lebih lama menahan wisatawan kapal pesiar yang datang ke sini. Uang yang mereka belanjakan akan berdampak positif langsung terhadap masyarakat,

Sabang menurut para pengamat pariwisata perlahan-perlahan mulai mencuri perhatian dan pelan-pelan dikenal di kalangan wisatawan dalam dan luar negeri.

Sebut saja Pantai Iboih dan Gapang, yang kini makin dibanjiri wisatawan untuk snorkeling dan diving, semakin menggairahkan pariwisata Sabang yang berada di wilayah paling barat Indonesia.

Wisata bahari menjadi andalan Sabang dalam menggaet wisatawan.

Selain wisata bahari, jangan lupa, posisi Sabang di ujung barat Aceh menjadikan wilayah ini memiliki Tugu Nol Kilometer. Tugu ini selalu diramaikan pengunjung.

Rasanya Anda belum sah dikatakan ke Sabang jika belum menyambangi Tugu Nol Kilometer.

Pariwisata Sabang pada masa mendatang diperkirakan semakin bersinar setelah maskapai penerbangan Garuda Indonesia melakukan penerbangan

Sabang sendiri merupakan daerah paling aman di Provinsi Aceh.

Panorama alam Sabang, baik itu udaranya, alamnya, maupun baharinya sangat indah, ditambah jenis ikan yang beraneka ragam. Jenis ikan di Sabang sudah dihitung oleh ahli dari Inggris, ada ratrusan jenis ikan hias.

Terumbu karang di Sabang juga bagus. Hal ini bisa dinikmati wisatawan dalam dan luar negeri.

Yang jelas panorama alamnya. Sabang itu ibarat “sebongkah tanah turun dari surga”.

Kita bisa lihat danau, gunung, laut, dan pulau-pulau kecil.

Tidak ada hal seperti ini bisa kita saksikan di negara lain, kecuali di Sabang.

Di Sabang ada gunung api di darat dan juga laut.

Kalau di daerah lain butuh berhari-hari mencapai gunung berapi.

Di Sabang, wisatawan hanya turun mobil, lantas berjalan dan mereka sudah bisa mencapai gunung berapi.

Komentar