Wall Street Terpuruk Emas Melambung

Penulis: Darmansyah

Rabu, 5 Desember 2018 | 08:32 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas global hari ini, Rabu, 05 Desember mendapat kenaikan tinggi akibat terpuruknya Wall Street dan mencapai level tertinggi dalam tiga pekan.

Harga logam mulia yang merupakan instrumen safe haven ini mampu menguat karena investor melarikan dana-dana mereka dari kejatuhan pasar saham yang telah anjlok lebih dari tiga  persen pada perdagangan Selasa.

Secara teknikal, harga emas juga mendapat dorongan jangka pendek usai mengalami tekanan yang cukup dalam pada perdagangan sebelumnya. Saat ini, harga emas berada dalam tren naik di grafik harian.

Seperti ditulis laman keuangan tyerkenal “bloomberg,” Rabu pagi WIB,  harga emas berjangka untuk pengiriman Februari  tahun depan naik hingga ke level terbaiknya.

S edangkan untuuk harga perak untuk pengiriman Maret  juga naik.

Sebagian besar pasar saham di dunia juga mengalami tekanan seperti yang terjadi pada pasar saham AS. Para pedagang di awal cukup euforia karena adanya gencatan senjata perdagangan AS-Cina selama sembilan puluh hari.

Namun kemudian komentar dari Presiden AS Donald Trump bahwa kemungkinan besar AS akan mengenakan tarif ke China jika kesepakatan perdagangan gagal langsung menjadi berita buruk bagi investor.

Masalah ini kemungkinan akan terus menghasilkan ketidakpastian di pasar, dengan komentar dari berbagai pejabat pemerintah AS dan China, seperti halnya sebelum pertemuan antara pimpinan AS dan China akhir pekan lalu.

Kematian mantan Presiden AS George H.W. Bush dan hari berkabung nasional Rabu akan menutup pasar saham dan keuangan AS. Pasar berjangka AS lainnya akan tetap terbuka seperti biasa.

Wall Street jatuh lebih dari tiga persen pada penutupan perdagangan Rabu pagi WIB

Pelemahan dipimpin oleh saham-saham di sektor perbankan dan industri karena penurunan imbal hasil obligasi AS akibat adanya potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS.

Mengutip Reuters, hari ini,  Dow Jones Industrial Average turun

Sedangkan Nasdaq Composite  juga turun

Indeks acuan saham-saham dengan kapitalisasi kecil yaitu Russell  turun empat koma empat persen.

Angka ini merupakan penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari tujuh tahun.

Investor Wall Street fokus pada obligasi AS di mana yield sepuouh tahun tahun jatuh ke titik terendah sejak pertengahan September.

Para analis melihat adanya sinyal kurva imbal hasil inversi, ketika imbal hasil obligasi  sepuluh tahun mengalami pembalikan arah yang sangat cepat.

“Ini adalah ketakutan tentang kurva imbal hasil terbalik dan apa artinya bagi perekonomian dan merupakan prekursor untuk resesi,” kata Chuck Carlson, chief executive officer Horizon Investment Services, Hammond, Indiana, AS.

The New York Stock Exchange dan Nasdaq akan ditutup pada hari Rabu, untuk hari berkabung bagi mantan Presiden George H.W. Bush,

Komentar