Walau Turun, Harga Emas Masih Tinggi

Penulis: Darmansyah

Selasa, 28 Juni 2016 | 10:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk, Antam, hari ini, Selasa, 28 Juni 2016, sedikit goyah dan turun Rp 2.000 per gram setelah selama dua hari,  Sabtu, di ujung pekan lalu,  serta Senin kemarin mencatatkan kenaikan sebesar Rp 30.000 per gram.

Dengan penurunan sebesar Rp 2.000 per gram itu maka emas Antam berada di posisi  Rp 608 ribu per gram Sebelumnya harga emas Antam diperdagangkan di level Rp 610 ribu per gram.

Sedangkan harga pembelian kembali  atau buyback tetap di level Rp 553 ribu per gram. Itu artinya jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya Rp 553 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 07:56 WIB, seluruh stok emas Antam dengan berbagai ukuran masih tersedia.

Di pasar global, harga emas  masih terus berkonsolidasi pasca

Logam emas masih mendapat tawaran dengan baik meskipun ada keuntungan yang kuat pada pergerakan dolar.

Saham global masih berada di bawah tekanan.

Poundsterling berada di area terendah terbaru terhadap dolar dan merupakan level yang tidak terlihat sejak tiga puluh satu tahun silam.

Investor masih akan tetap dibuat bingung dengan Brexit dan membuat ketidakpastian semakin luas dan berimplikasi yang cukup panjang.

Satu hal yang sudah tampak jelas adalah imbal hasil bagi obligasi pemerintah berada di level yang lebih rendah. Obligasi Jepang jatuh ke rekor terendah dimana tenor tiga puluh tahun

Pasar memperkirakan bahwa bank sentral akan melakukan pelonggaran lebih lanjut dengan kemungkinan beberapa stimulus fiskal.

Secara khusus, investor akan melihat BOJ dan RBA untuk melihat kebijakan moneter yang akan diambil pada pertemuan mendatang. ECB kemungkinan akan memperpanjang QE pada pertemuan Juli.

Pasar berharap BOE akan menurunkan suku bunga sebanyak 50bp menjadi nol pada bulan Juli

Risiko pertumbuhan akan menjadi pendorong jatuhnya imbal hasil bagi obligasi. Brexit hanya akan memperkuat risiko, tetapi risiko masih akan tetap ada, bahkan jika Inggris masih memilih untuk tetap di Uni Eropa.

Emas cenderung akan menjadi pilihan ketika imbal hasil bagi obligasi berada di level rendah atau negatif.

Sementara ini logam emas telah didorong oleh efek kejut dari referendum Inggris. Emas cenderung akan bergerak naik ketika risiko pertumbuhan tertahan.

“Ketidakpastian waktu negosiasi Inggris keluar dari Uni Eropa artinya membuat investor bertahan, dan membeli investasi yaitu emas dan dolar.”

“ Pound tetap tertekan, dan mengindikasikan aktivitas ekonomi hilang di level domestik,” ujar Analis ETF, Martin Arnold seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa pagi WIB.

Sejumlah ahli dan analis juga memperkirakan bank sentral Amerika Serikat tetap mempertahankan suku bunga pada tahun ini menyikapi keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa/brexit.

Goldman Sachs pun menaikkan prediksi harga emas seiring bunga acuan bank sentral AS tetap.

Harga emas sangat dipengaruhi perubahan suku bunga.

“Harga emas bakal tetap tinggi pada kuartal ketiga seiring proses Inggris keluar dari Uni Eropa dimulai. Namun, harga emas dapat kembali turun pada kuartal keempat karena ada pemilihan umum di AS dan bank sentral AS menaikkan suku bunga,” tulis Macquarie.

Komentar