Usai “Pesta” Harga, Emas Ambruk Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Jumat, 22 Januari 2016 | 11:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah dua hari “berpesta ria,” hari ini, Jumat, 22 Januari 2016, harga emas kembali terjerembab ketika saham AS berhasil rebound setelah sempat bergerak turun cukup tajam.

Emas terkoreksi tipis, ditimbang oleh menguatnya dolar yang sebagian besar dipicu oleh penurunan mata uang euro.

Harga emas jatuh setelah membukukan kenaikan terbesar satu hari dalam dua minggu di hari sebelumnya.
Ini dipicu kebijakan bank sentral Eropa yang kemungkinan melanjutkan pemberian stimulus.

Kebijakan ini akan menyakiti euro dan menahan rebound saham global yang kemudian berdampak ke harga emas.
Seperti dilansir dari laman Reuters, Jumat pagi WIB harga emas di pasar spot turun.

Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Februari juga terhempas hampir satu persen.

Presiden bank sentral Eropa Mario Draghi mengatakan gejolak di pasar keuangan dan kekhawatiran kondisi perekonomian China dan pasar negara berkembang lainnya akan membuat ECB kembali mengkaji kebijakan moneternya pada Maret.

Kondisi ini mengulurkan prospek pelonggaran lebih lanjut.

“Setelah pada Rabu harga emas uptick sebesar dua puluh lima dollar per ounce, dipicu aksi jual pasar ekuitas global, hari ini emas diseret lebih rendah akibat aksi profit taking, memulihkan pasar ekuitas, dan dolar AS yang lebih kuat,” kata Analis Komoditas UBS Wealth Management, Giovanni Staunovo.

Harga minyak dan pasar ekuitas global rebound beberapa hari ini penuh gejolak yang menyapu triliunan dolar nilai aset. Namun tidak jelas apakah tindakan ini telah berakhir.

“Komentar Draghi tampaknya telah meningkatkan sentimen risiko. Ditambah emas juga menyentuh posisi yang lebih rendah,” kata analis ABN Amro, Georgette Boele.

Permintaan emas fisik di Asia melambat pekan ini karena harga naik. Kenaikan ini membatasi pembelian musiman di Cina menjelang liburan Imlek dan memaksa penjual di India untuk menawarkan diskon.

Pergerakan rebound pada saham global dan harga minyak juga memungkinkan pengurangan permintaan safe haven untuk logam emas, tetapi kondisi tersebut kemungkinan tidak akan bertahan lama.

Sementara itu, ECB tetap menahan suku bunga dengan tetap stabil, meskipun pasar melihat ada risiko penurunan harga.

Mario Draghi secara terbuka menyatakan dengan terang-terangan bahwa akomodasi lebih lanjut mungkin akan dilakukan pada pertemuan Maret.

Selama konferensi pers, Draghi menegaskan bahwa ada banyak lagi iterasi pada QE dan tampaknya “ada batas kuat untuk mengambil tindakan lebih lanjut “.

Sementara itu, kini muncul kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi di China yang merupakan Negara ekonomi terbesar kedua di dunia. Perlambatan itu dipastikan akan membebani pasar saham di seluruh dunia.

Ada kekhawatiran bahwa arus uang yang cukup besar keluar dari Cina akan berpotensi lebih merusak perekonomian China.

Rusia kembali menambah cadangan emas moneter tujuh belas persen dibanding tahun sebelumnya.

Emas dianggap sebagai penyangga terhadap risiko ekonomi eksternal setelah Rusia yang menjadi salah satu eksportir minyak terbesar di dunia, mengalami tekanan oleh harga minyak di pasar global.

Pasar masih akan melihat harga emas melonjak di tahun 2016 dan investasi di adalah salah satu keputusan paling cerdas untuk investor ketika terjadi volatilitas di pasar yang ekstrim pada saat ini.

Di pasar domestik, Jakarta, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam masih bertahan di level Rp 547 ribu per gram.

Sementara harga pembelian kembali atau dikenal dengan istilah “buyback” emas Antam stagnan Rp 489 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, Antam akan membelinya di harga Rp 489 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.03 WIB, semua ukuran masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung keAntam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Komentar