Usai Naik Suku Bunga Emas Terus Ambruk

Penulis: Darmansyah

Senin, 19 Juni 2017 | 08:39 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas dalam jangka pendek diprediksi masih akan terbebani langkah pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve yang membebani pasar.

Pada penutupan perdagangan pekan kemarin, harga emas mengalami volatile dengan harga mendekati level terendah dalam tiga pekan.

Melansir laman Kitco, hari ini, Senin, 19 Juni,  harga emas berjangka untuk Agustus di Comex berakhir negatif untuk minggu kedua.

Harga emas terakhir diperdagangkan  turun lebih dari satu persen dari hari Jumat sebelumnya.

Meskipun harga emas masih melemah namun masih ada beberapa optimisme di pasar karena keraguan jika Bank Sentral AS bisa secara agresif menaikkan suku bunga seiring kondisi ekonomi AS yang mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Pada hari yang sama, Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar ua puluh basis poin dan hal mengejutkan pasar, laporan ekonomi yang menunjukkan data penjualan dan inflasi yang mengecewakan.

Penjualan ritel telah mengecewakan ekspektasi pasar selama empat bulan berturut-turut, sementara indeks harga konsumen inti turun ke level terendah dua tahun.

“Karena data terakhir, ada beberapa keraguan di pasar untuk percaya pandangan Federal Reserve,” kata Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank.

Menurut Hansen, pasar emas berada dalam mode wait and see karena kekhawatiran resesi belum akan benar-benar hilang.

Hansen mengatakan meski ada risiko harga akan turun, ia tetap optimis terhadap harga emas bisa bertahan di atas US$ 1.190 per ounce.

Ronald-Peter Stoeferle, Fund Manager Incrementum AG juga sepakat bahwa risiko resesi tumbuh, dengan mengacu pada perataan akhir kurva imbal hasil pendek seperti spread antara imbal hasil sepuluh tahun.

Penyebarannya berada pada level terendah sejak Agustus tahun lalu.

“Untuk saat ini, pasar akan percaya pandangan Fed dan emas akan menderita.  Namun emas akan mengambil momentum ketika pasar menyadari kekhawatiran resesi tidak akan pergi,” dia menuturkan.

Untuk tiga minggu terakhir, harga emas catatkan penurunan  terendah.

Penurunan ini terus berlanjut di mana Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve menaikkan suku bunga dan memberi sinyal akan melakukannya lagi di tahun ini.

Emas untuk pengiriman Agustus turun

Harga tersebut menjadi terendah sejak Mei, di antara perdagangan paling aktif.

Harga logam emas memang sering turun saat suku bunga naik, karena investor lari dari komoditas ini karena tidak membayar bunga.

Kepala The Federal Reserve Janet Yellen dan rekannya sebuah rencana untuk mengecilkan neraca bank sentral  mulai tahun ini, karena mereka menaikkan suku bunga utama AS.

Analis mengatakan, kenaikan suku bunga sesuai dengan yang diperkirakan. Tapi nada hawkish dari bank sentral cukup mengejutkan.

“Jelas, the Fed tidak punya rasa takut. Mereka tidak takut untuk memanaskan situasi,” ujar Kepala Analis Pasar di ThinkMarkets Inggris, Naeem Aslam dilansir dari Marketwatch

Komentar