Usai “Mabuk” Harga, Emas Antam Anjlok

Penulis: Darmansyah

Rabu, 10 Februari 2016 | 10:27 WIB

Dibaca: 1 kali

Sehari setelah “mabuk” harga, lewat kenaikan mengejutkan, hari ini, Rabu, 10 februari 2016, harga jual emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, melorot kembali sebesar Rp 2.000 per gram.

Sehari sebelumnya, Selasa,, 09 Februari 2016, emas milik Antam melambung sebesar Rp 12.000 per gram dan mencatat kenaikan terbesar selama satu hari sejak Juni tahun lalu.

Dengan Penurunan harga ini, emas Antam berada di posisi Rp 562 ribu per gram, dibandingkan Selasa sebesar Rp 564 ribu per gram.

Sementara harga pembelian kembali atau dikenal dengan “buyback” emas Antam tetap di angka Rp 510 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, Antam akan membelinya di harga Rp 510 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram, dan menjelang siang WIB semua ukuran emas Antam masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Sementara itu di New York, Comex mencatat naiknya harga emas berjangka naik pada perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB.

Turunnya harga minyak dunia dan tajamnya kerugian yang dialami cadangan AS membuat logam mulia ini punya cukup momentum untuk memperpanjang kenaikan pada lima5 sesi berturut-turut.

Emas untuk pengiriman April naik tujuh puluh sen untuk menetap pada level US$ 1.1986 per ounce. Harga tersebut adalah harga tertinggi dari kontrak yang paling aktif sejak Juni 2015.

Logam kuning ini menghabiskan banyak perdagangan sesi rendah setelah harga naik pada hari Senin.

Dalam perdagangan elektronik setelah Selasa, emas berjangka bergerak lebih rendah lagi.

” ‘Emas naik, saham turun’ menjadi tema nyata untuk 2016,” kata Adrian Ash, kepala penelitian di BullionVault dilansir dari Marketwatch.

“Ini mengatakan bahwa emas telah mencapai titik tinggi yang baru dan saham titik rendah yang baru dengan China yang menutup tahun baru,” katanya.

“Kepanikan pada ekuitas adalah tentang pertumbuhan China,” tuturnya.

Secara umum, emas masih tetap mendapat support dengan baik, dengan berada tepat di bawah level USD 1200 per troy ounce karena didukung oleh permintaan investasi safe haven.

Pelemahan lebih lanjut pada pergerakan saham, minyak dan dolar membuat kontribusi terhadap logam emas.

Pergerakan obligasi sangat terkait dengan perekonomian global yang telah terperosok dalam stagnasi.

Seperti yang kita ketahui, era kebijakan kebijakan suku bunga negatif mungkin akan menggantikan kebijakan kebijakan suku bunga nol.

Suku bunga negatif terlihat seperti tidak normal dan akan membuat secara reflek sistem fundamental yang tidak sehat dan dis-insentif pada tabungan sehingga akan mendorong investor akan berinvestasi ke aset berisiko untuk menghasilkan beberapa keuntungan.

Industri jasa keuangan selalu mengutip bahwa emas tidak memberikan keuntungan.

Tetapi, pada saat ini emas memiliki tingkat keuntungan yang lebih baik dari JGB sepuluh tahun.
Dan sekarang, investasi apa yang Anda nilai akan lebih aman?

Pasar emas akan mengamati dengan seksama kesaksian chair’s Federal Reserve Janet Yellen yang berbicara di depan komite DPR dan Senat pada hari Rabu dan Kamis.

Pasar akan mendengarkan laporan Yellen yang berpotensi akan mendukung pergerakan saham.

Komentar