Usai Naik Tinggi Harga Emas Mulai Goncang

Penulis: Darmansyah

Senin, 15 Oktober 2018 | 08:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas masih belum menentu pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 15 Oktober usai meredup pada penutupan  pecan lalu.

Meredupnya harga emas ini terjadi usai kenaikan terbesar dalam dua tahun pada perdagangan sebelumnya.

Harga emas di bawah tekanan dolar AS dan bursa saham.

Seperti ditulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,” hari ini,  harga emas di pasar spot tutun nol koma lima persen  per ounce pada

Sebelumnya atau pada Kamis, harga logam mulia ini melonjak sekitar dua koma lima persen karena investor memburu aset safe-haven setelah aksi jual di pasar saham.

Pada perdagangan Kamis, harga emas sempat menyentuh puncaknya yang merupakan harga tertinggi sejak  akhir Juli.

Harga emas di pasar spot berada di jalur kenaikan mingguan terbesarnya dalam tujuh minggu, naik sekitar sagu koma tiga  persen untuk minggu ini.

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup turun

“Reli pada dolar AS memberikan tekanan kepada harga emas pada perdagangan Jumat,” kata Alex Turro, analis komoditas di RJO Futures.

Dolar AS naik karena pasar saham global rebound dari aksi jual, didorong oleh data ekspor yang kuat di China.

“Aksi-aksi ini biasanya tidak berlangsung lama,” kata George Gero, managing director di RBC Wealth Management.

Ia melanjutkan, ke depan, harga emas akan sangat ditentukan oleh keputusan Bank Sentral AS mengenai suku bunga.

Kenaikan suku bunga akan menjadi beban bagi harga emas karena logam mulia ini harus bersaing dengan instrumen investasi lain yanag selain memberikan keuntungan dari kenaikan harga juga memberikan keuntungan dari imbal hasil.

Pada perdagangan pecan laluarin, harga emas dunia melonjak lebih dari  dua persen dipicu pelemahan pasar saham global yang mendorong investor bergegas membeli logam mulia.

Dikutip dari Reuters, pada perdagangan sebelumnya harga emas di pasar spot naik .

Harga naik usai mencapai posisi tertinggi sejak. Ini juga merupakan persentase persentase satu hari terbaik sejak Juni dua tahun sebelumnya.

Pasar emas kali ini dipengaruhi Wall Street yang memperpanjang penurunannya ke sesi keenam pada Kamis.

Ini setelah Pasar Saham Eropa merosot ke posisi terendah dalam dua puluh satu  bulan, menunjuk meningkatnya keengganan risiko di seluruh pasar global.

“Banyak orang berlari ke emas sebagai perdagangan safe haven, diversifikasi ke aset dan menjual dolar,” kata Michael Matousek, Kepala Pedagang di Global Investor AS.

“Sekarang emas telah menembus level resistance kuat di USD 1.210, banyak posisi panjang baru datang,” tambah dia.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump, kembali mengkritik Federal Reserve, dengan menyebut jika kenaikan suku bunga merupakan kebijakan “konyol” yang membuatnya lebih mahal bagi pemerintah untuk membiayai defisit yang berkembang.

The Fed menaikkan suku bunga pada bulan lalu untuk ketiga kalinya untuk tahun ini dan secara luas diperkirakan akan menaikkannya lagi pada bulan Desember.

“Ketika aksi jual pasar saham berlanjut, emas sekali lagi menjadi tujuan yang diinginkan pada saat ada ketidakpastian,” kata Alfonso Esparza, Analis Pasar Senior di OANDA.

Komentar