Usai “Booming” Emas Terkulai Kembali

Penulis: Darmansyah

Selasa, 22 September 2015 | 13:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah dua pekan “booming,” hari ini, Selasa, 22 September 2015, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, dijual melorot sebesar Rp 2.000 per gram dan bertengger di posisi Rp 571.000 per gram.
Turunnya harga emas Antam ini merupakan pelanjutan pelemahan harga emas global.

Sebelum mengalami penurunan, harga emas mengalami kenaikan hingga Rp 19.000 per gram menyusul reaksi perdagangan komoditi terhadap tidak dinaikkannya suku bunga The Fed dalam pertemuan hari Kamis waktu Ne York.

Setelah berlari kencang, hari ini, emas Antam kembali mengikuti gerak harga emas dunia

Seperti juga harga jual, harga pembelian kembali atau dikenal dengan “buyback” logam mulia Antam juga turun Rp 2.000 per gram menjadi Rp 503 ribu per gram.

Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 503 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual ukuran emas dari satugram hingga 500 gram. Hingga tengah hari WIB, emas Antam dengan berbagai ukuran masih tersedia.

Di pasar saham New York, terjadi pembalikan dengan membaiknya harga pada hari Senin waktu setempat atau Selasa WIB, dan menekan pergerakan emas berjangka sehingga memikat investor untuk sementara menjauh dari logam emas.

Bursa saham Wall Street berakhir lebih tinggi pada Senin waktu setempat, rebound dari kerugian akhir pekan lalu dengan dukungan dari saham Apple dan sektor keuangan, di tengah penurunan saham biotek.

Saham sektor keuangan bangkit kembali setelah Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku pada level rendah..

“Kami rebound dari aksi jual pada Jumat, meskipun investor menilai ada ketidakpastian sangat tinggi terkait pernyataan Fed,” kata Wakil Presiden Senior di BB & T Wealth Management Bucky Hellwig, seperti dilansir dari Reuters, Selasa, 22 September 2015.

Kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi di China memicu aksi jual tajam di pasar saham global dalam beberapa pekan terakhir dan komentar Fed tentang ekonomi global memperburuk kekhawatiran mereka.

Investor kini fokus pada pertemuan Fed berikutnya pada 27-28 Oktober, meskipun beberapa ekonom sekarang bertanya-tanya apakah Fed akan menaikkan suku di sisa tahun ini.

Sementara saham perusahaan biotek jatuh setelah calon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton mengatakan, dia akan mengumumkan rencana menghentikan “penipuan harga” untuk obat khusus.

Emas kembali terkoreksi tipis setelah dolar sedikit menguat di tengah pembicaraan baru bahwa kenaikan suku bunga pada tahun ini mungkin akan dilakukan.

Ini adalah pola yang sama yang dapat dilihat ketika Fed gagal untuk melakukan kampanye kenaikan suku bunga pada bulan Maret, bulan Juni dan pada bulan September.

Presiden Fed Atlanta, Dennis Lockhart telah menyuarakan keyakinan pada hari Senin bahwa tingkat suku bunga akan dinaikkan pada tahun ini.

Demikian juga, James Bullard, Presiden St. Louis Federal Reserve, mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Senin, bahwa masih ada kesempatan untuk the Fed untuk mengangkat suku bunga pada pertemuan Oktober.

Komentar ini telah memberikan dukungan tambahan untuk dolar AS dan membebani emas dolar.

Apa yang dilakukan the fedspeak dengan memberikan pernyataan hawkish dimaksudkan untuk tetap menjaga investor terhadap kekhawatiran ekonomi dan membuat ekspektasi bahwa pasar saham masih bullish.

Fedspeak hawkish yang berkelanjutan juga cenderung memberikan kesan bahwa bank sentral pada umumnya optimis terhadap ekonomi tetapi semua hal tersebut belum didukung oleh data ekonomi yang sebenarnya di AS maupun ekonomi global.

Sebaliknya, beberapa titik data ekonomi benar-benar telah menunjukkan potensi resesi dengan tekanan disinflasi.

Komentar dari pejabat the Fed telah menahan spekulasi banyak trader bahwa Fed akan menaikkan suku bunga hingga 2016.

Beberapa pembuat kebijakan telah melemparkan argument ke pasar sehingga menambah ketidakpastian dan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi yang belum terlihat.

Emas global pada Selasa diperdagangkan lebih rendah dibanding dengan tiga pekan terakhir karena terimbas menguatnya ekuitas dan dolar Amerika Serikat.

Dikutip dari Reuters, emas di pasar spot sedikit berubah setelah penurunan pada Senin. Logam mulia naik ke dekat level tinggi tiga pekan di USD1.141,50 pada pekan lalu.

Wall Street dan saham Eropa rebound lebih dari satu persen bersamaan dengan menguatnya USD dan minyak dunia. Penurunan harga emas terjadi setelah kenaikan tajam pada pekan lalu karena Federal Reserve mempertahankan suku bunga AS

Komentar