Usai Anjlok, Emas Menggeliat Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Kamis, 14 Januari 2016 | 10:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah selama sepekan mengalami jungkir balik harga, hari in, Kamis, 14 Januari 2016, emas global memantapkan diri berada di tingkat harga tertinggi untuk tahun ini bersamaan dengan pulihnyaa pasar saham AS yang mengambil keuntungan dengan melakukan aksi jual ketika dolar melemah setelah sempat menguat pada minggu ini.

Harga emas pada pertengahan sesi kembali naik ketika beberapa aksi short covering dan bargain hunting dilakukan menyusul tekanan jual yang terlihat pada awal pekan ini.

Indeks dolar AS tertekan oleh harga minyak yang terilihat bergerak ke atas yang akhirnya mendorong minat beli di pasar emas.

Emas berbalik mendapatkan keuntungan pada hari Rabu setelah dolar tertekan dan memberikan dukungan kepada emas ketika pasar melihat tanda-tanda permintaan emas fisik meningkat.

Permintaan emas datang dari bank sentral global, yang menambahkan cadangan lima puluh lima ton pada bulan November, menurut data yang dirilis World gold Council.

Cina dan Rusia terlihat sangat aktif menambah cadangan emas sebanyak dua puluh satu ton dan dua puluh dua ton.

Cina merilis data resmi pada minggu lalu yang menunjukkan bahwa mereka menambah kembali cadangan emas sebanyak sembilan belas ton pada bulan Desember.

Harga emas mendapat support pada hari Rabu ketika terjadi volatilitas di pasar saham Eropa dan AS.

Awal pekan ini, logam emas jatuh dari harga tertinggi karena pasar saham kembali menguat.

Pasar saham telah menjadi ukuran stabilitas ekonomi setelah saham global sempat menurun drastis selama awal minggu perdagangan pada tahun ini.

Secara tradisional, emas telah dianggap sebagai aset safe haven yang membuat investor beralih kepada emas selama masa gejolak di pasar.

Stabilitas pasar saham pada minggu ini telah membawa harga emas kembali turun ke level USD 1080 per troy ounce, sebelum akhirnya melakukan rebound pada Rabu sore.

Harga emas meningkat didorong melemahnya dolar Amerika Serikat dan anjloknya pasar saham, yang memberikan lebih banyak peluang kenaikan permintaan untuk logam mulia.

Harga emas berjangka untuk Januari naik di divisi Comex New York Mercantile Exchange, melansir laman Wall Street Journal. Kamis pagi WIB.

Investor kembali memborong emas karena mereka yakin nilai logam mulia lebih baik dibandingkan aset lain selama periode inflasi tinggi.

Banyak pedagang merasa murahnya harga minyak dan gas alam bisa menyebabkan inflasi, dan sekali nilai tukar dolar memudar akan menjadi batu loncatan harga emas batu.

“Namun ini kebanyakan semua tentang dolar,” jelas George Gero, Wakil Presiden Senior RBC Capital Markets Futures Global.

Emas juga mendapat dukungan dari anjloknya pasar saham AS, di mana baru-baru ini Dow Jones diperdagangkan turun hampir dua persen.

Investor memilih mencari emas sebagai aset pengaman di masa lalu ketika pasar komoditas lain melemah

Sementara itu di pasar domestik, harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam hari ini dibuka naik Rp 1.000 per gram.

Seperti dikutip dari situs perdagangan Logam Mulia Antam, Kamis, 14 Januari 2016, harga emas batangan pecahan satu gram, hari ini dibuka naiik menjadi Rp 546.000 per gram dibandingkan posisi kemarin di Rp 545.000 per gram.

Sementara, harga buyback oleh emiten berkode ANTM itu naik menjadi Rp 486.000 pergram dibandingkan posisi kemarin di Rp 485.000 per gram.

“Untuk transaksi pembelian Emas Batangan datang Langsung ke PT Antam Tbk UBPP Logam Mulia setiap harinya kami batasi hingga maksimal 150 nomor antrean saja,” kata Antam dalam situsnya.

Komentar