Usai Ambrol, Emas Kembali Naik

Penulis: Darmansyah

Rabu, 27 April 2016 | 09:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global hari ini, Rabu, 27 April 2016, kembali bergerak naik setelah sehari sebelumnya para investor menerapkan kebijakan “tunggu dan lihat,” karena adanya  rilis pelambatan ekonomi Amerika Serikat selama kuartal kedua tahun ini.

Di Comex, New York, yang menjadi “kiblat” harga logam mulia, termasuk emas, muncul isu pelemahan ekonomi AS sebagai pendorong kenaikan harga emas

Bank Sentral AS  atau The Fed sedang  berpikir ulang untuk menaikkan suku bunga.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu, 27 April 2016, harga emas berjangka untuk pengiriman Juni, merupakan kontrak yang paling aktif diperdagangkan dan  ditutup  di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Harga emas memang terus menguat sepanjang tahun ini.

Pada kuartal pertama tahun ini, kenaikan harga emas mencetak kenaikan kuartalan terbaik dalam tiga puluh tahun terakhir.

Harga emas telah naik tujuh belas persen sepanjang tahun ini.

Harga emas memang terus terdorong karena investor memburu instrumen investasi penyelamat atau save haven di saat kondisi ekonomi dunia sedang tidak menentu.

Ekonomi AS yang semula diperkirakan bakal membaik di 2016 ini namun sampai saat ini belum menunjukkan harapan tersebut.

Pada perdagangan hari ini, harga emas naik setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan baru untuk barang-barang tahan lama naik.

Kenaikan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan hasil survei yang dilakukan oleh Wall Street Journal.

Dalam survei tersebut, sebagian besar analis dan juga ekonom memperkirakan bahwa pesanan baru untuk barang-barang tahan lama akan berada di angka satu koma tujuh  persen.

Data yang lebih buruk dari perkiraan tersebut memberikan sinyal bahwa kemungkinan besar dalam pertemuan kali ini Bank Sentral AS akan menunda kenaikan suku bunga.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas juga naik.

“Harga logam untuk jangka pendek dipengaruhi valuasi dolar AS terhadap euro dan yen,” kata Peter Hug, Direktur Kitco Metals .

Analis menilai sentimen pertemuan bank sentral akan mendongkrak harga emas dan mata uang pada pekan ini.

Bank sentral Jepang dijadwalkan akan menyampaikan hasil pertemuan pada Kamis pekan ini. Demikian juga hasil pertemuan bank sentral AS.

“Pelaku pasar mengharapkan kalau kebijakan bank sentral AS tetap. Keputusan bank sentral Jepang kemungkinan besar akan menggerakkan pasar ketimbang bank sentral AS,” ujar Analis AvaTrade Naeem Aslam

Emas mendapatkan keuntungan pertama dalam tiga sesi terakhir setelah laporan penjualan rumah baru di AS turun secara tak terduga sehingga menyoroti kekhawatiran pertumbuhan ekonomi yang akhirnya membantu meningkatkan permintaan untuk logam emas sebagai penyimpan nilai kekayaan.

Emas bergerak cukup tajam pada perdagangan Selasa kemarinn ketika dolar mengalami tekanan karena harga emas menghapus beberapa kerugian dari aksi jual besar-besaran pada akhir minggu lalu menjelang dimulainya pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal untuk bulan April selama dua hari.

Investor sedang menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve pada hari Rabu ini karena bank sentral AS menghentikan kebijakan suku bunga nol selama tujuh tahun dengan menaikkan suku bunga jangka pendek untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Pada bulan Maret, FOMC masih tetap menahan Fed Fund Rate dengan tidak berubah.

Sementara ini, FOMC diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga jangka pendek pada pertemuan minggu ini tetapi The Fed akan memberikan petunjuk tentang waktu pengetatan moneter lebih lanjut.

Pasar saham global kembali melemah ketika harga komoditas mentah secara umum kembali melemah pada hari Senin, dipimpin oleh perdagangan minyak mentah.

Kemungkinan besar bank sentral AS akan tetap berhati-hati untuk menaikan suku bunga dalam waktu dekat, di tengah headwinds kuat di pasar keuangan global.

Untuk harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk  atau Antam juga mengalami kenaikan sebesar  Rp 3.000 per gram untuk berada di posisi Rp 569 ribu per gram pada perdagangan Rabu pagi WIB

Harga ini jauh lebih baik  dibandingkan dengan harga sehari sebelumnya yang ada di angka Rp 566 ribu per gram.

Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga naik dengan nilai Rp 2.000 per gram menjadi Rp 520 ribu per gram dari sebelumnya Rp 518 ribu per gram.

Harga buyback ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, makaAntam akan membelinya di harga Rp 520 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram (kg) akan dibuka maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.32 WIB, seluruh ukuran emas Antam masih tersedia.

 

Komentar