Tinggalkan Saja Investasi Emas

Penulis: Darmansyah

Kamis, 17 Oktober 2013 | 08:54 WIB

Dibaca: 0 kali

Libur panjang Idul Adha, selama empat hari, menyebabkan banyak sektor perdagangan mengalami pergerakan yang stagnan. Perdagangan emas, misalnya, yang dikelola PT Aneka Tambang Tbk, yang menjadi rujukan harga dan jual beli emas batangan di Indonesia, juga tak lepas dari stagnasi.

Berlainan dengan perdagangan domestik yang “macet,” tata niaga emas global selama empat hari terakhir mengalami gejolak bersamaan belum terselesaikannya persoalan fiscal di Amerika Serikat. Kecenderungan harga terus merosot.

Para analis perdagangan logam mulia mengingatkan, investasi dalam bentuk emas sampai dengan akhir tahun ini peril dijauhi karena tidak ada sinyal yang mendongkrak harganya. Emas akan terus terjun hingga mencapai titik terendah pertengahan tahun 2014, untuk kemudian bergerak pelan ke atas hingga akhir tahun.

Harga emas, menurut para pialang di pasar komoditi New York, akan menyentuh 1.200 US dollar, yang merupakan harga terendah selama tiga tahun terakhir. “Booming” emas sudah tutup buku, ujar analis logam mulia seperti yang diberitakan oleh kantor berita “Reuter.”

Menurut “Reuter,” seperti yang dikutip “nuga.co,” Kamis, 17 Oktober 2013, harga emas diproyeksikan turun empat kuartal berikutnya dan mencapai htitik terendah empat tahun karena berkurangnya stimulus Amerika Serikat yang membuat emas ditinggalkan sebagai “safe haven”.

Para analis mengingatkan para pemburu emas untuk meninggalkan saja komodiri itu sebagai barang simpanan. Mereka sepakat harga emas akan sulit mencari momentum untuk naik, seperti yang pernah terjadi pada saat heboh nuklir Iran dan rencana serangan Amerika Serikat ke negeri mullah itu.

Pada waktu itu Iran mengancam akan “membakar” Selat Hormuz dengan menenggelamkan tanker besar sehingga suplai minya dunia akan berkurang hingga tiga puluh persen. Kehebohan itu menyebabkan investor berburu emas untuk mengamankan assetnya.

Menurut analis emas, harga logam mulia tersebut bakal turun mencapai rata-rata 1.175 dollar AS per ounce di kuartal III tahun depan atau turun 8,2 persen lebih rendah dari sekarang. Perlu diketahui, proyeksi ini merupakan penilaian dari 10 analis yang dihimpun oleh Bloomberg selama dua tahun terakhir.

Menurut analis, beberapa investor kehilangan kepercayaan terhadap emas. ” Keinginan untuk membeli emas sebagai lindung nilai terhadap konsekuensi dari kebijakan moneter telah berkurang,” kata Tom Kendall , analis Credit Suisse Group AG kepada Bloomberg di London.

Tahun ini, harga emas sudah turun 24 persen menjadi 1.279,43 dollar AS di London, dan emas sudah memasuki fase bearish sejak April lalu. Saat ini, harga emas turun 33 persen di bawah rekor 1.921,15 dollar AS yang tercipta September 2011 lalu.

Jeffrey Currie , kepala komoditas Goldman Sachs Group Inc memperkirakan, harga emas turun lebih dalam lagi, yakni bisa mencapai harga 1.050 dollar AS per ounce tahun 2014. Harga emas sempat 70 persen Desember 2008 sampai Juni 2011 lalu setelah The sebagai Fed menyuplai dana lebih dari 2 triliun dollar AS ke sistem keuangan.

Adanya suplai dana itu membuat investor khawatir kondisi mata uang dollar AS dan inflasi di AS. Alhasil, emas menjadi lirikan sebagai tempat lindung nilai.

Komentar