Situasi Perdagangan Emas Makin Lemah

Penulis: Darmansyah

Kamis, 11 September 2014 | 08:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Situasi perdagangan emas global di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, terutama untuk permintaan berjangka, Kamis, 11 September 2014, ditutup melemah untuk sesi ketiga berturut-turut, karena ekuitas AS dan dollar menguat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember kehilangan 3,2 dollar AS, atau 0,26 persen, menjadi menetap di 1.245,3 dollar AS per ounce.

Analis mengatakan, para investor sedang menunggu untuk melihat arah yang sedang dituju pasar saham, serta menunggu petunjuk dari Federal Reserve, bank sentral AS, tentang potensi pengetatan kebijakan moneter yang akomodatif saat ini.

Bank sentral AS diperkirakan akan bertemu pada Selasa dan Rabu pekan depan, dengan kemungkinan membuat pengumuman penting tentang pengetatan kebijakan moneter.

Analis lainnya mengatakan pedagang harus membuat catatan dari posisi “oversold” dan memperhatikan tanda-tanda “short-covering”.

Sementara perak untuk pengiriman Desember naik 0,6 sen, atau 0,03 persen, menjadi ditutup pada 18,926 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober kehilangan 4,8 dollar AS, atau 0,35 persen, menjadi ditutup pada 1.381 dollar AS per ounce.

Sebelumnya akibat meningkatnya ketegangan di Ukraina harga emas berjangka sempat mengalami “rebound” atau berbalik naik, karena para investor mempertimbangkan untuk mengejar emas sebagai “save haven.”

Pada saat itu kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember, naik tujuh dollar AS, atau 0,55 persen, menjadi menetap di 1.290,4 dollar AS per ounce.

Emas sempat mencapai 1.297,6 dollar AS setelah Presiden Ukraina pada Kamis menuduh Rusia “mengerahkan pasukannya ke Ukraina,” tetapi memberi sedikit keuntungan karena data kedua revisi pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua menunjukkan bahwa ekonomi AS naik lebih kuat daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Komentar