Setelah Melonjak, Emas Menyusut Lagi

Penulis: Darmansyah

Senin, 18 Mei 2015 | 12:13 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah melonjak sebesar Rp 7.000 per grema pada “long weekend,” Jumat pekan lalu, hari ini, Senin, 18 Mei 2015, harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 558.000 per gram.

Walau pun terjadi penyusutan diharga jual, untuk harga pembelian kembali atau dikenal dengan buyback logam mulia Antam cenderung stagnan di level Rp 499.000 per gram.

Seperti pada penjualan sebelumnya, Antam menjual ukuran emas dari satu gram hingga 500 gram. Hingga menjelang tengah hari, Senin, 18 Mei 2015, ukuran emas Antam masih tersedia kecuali emas ukuran dua gram dan 500 gram yang habis terjual.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Dengan menyusutnya harga emas batangan yang di jual Anta mini, maka seluruh pecahan yang tersedia menyesuaikan dengan harga baru.

Untuk pecahan 1 gram Antan menjual Rp 558.000, 5 gram Rp 2.645.000, 10 gram Rp 5.240.000, 25 gram Rp 13.025.000, 50 gram Rp 26.000.0000, 100 gram Rp 51.950.000, 250 gram Rp 129.750.000 dan pecahan 500 gram Rp 259.300.000

Kenaikan harga emas di ujung pekan lalu, terutama emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange karena indeks dolar merosot setelah sejumlah data AS lemah diperkirakan akan menunda Federal Reserve menaikkan suku bunganya tahun ini.

Sebuah laporan menunjukkan produksi industri AS turun pada April, turun untuk bulan kelima berturut-turut. Data lebih buruk dari perkiraan menyusul data penjualan ritel dan inflasi produsen yang lemah minggu ini.

Data ekonomi lesu kemungkinan akan menunda langkah Federal Reserve AS meningkatkan suku bunganya untuk menjaga inflasi turun, kata para analis. Awalnya The Fed diperkirakan akan menaikkan suku pada awal Juni, namun sekarang diyakini bahwa keputusan itu akan datang lebih lama lagi.

Sebagai tanggapan, indeks dolar AS turun menjadi 93,25 dalam perdagangan tengah hari, sehingga mendukung emas yang dihargakan dalam greenback.

Dolar dan emas biasanya bergerak berlawanan arah, sehingga jika dolar melemah akan membuat emas dalam denominasi dolar lebih menarik bagi investor.

Rebound emas pada sesi sebelumnya, setelah secara umum beberapa data ekonomi AS dirilis dengan mengecewakan, tercatat sebagai kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Januari.

The Fed telah bersikeras akan menaikan suku bunga dengan tergantung pada data ekonomi yang terbaru.

Mengingat data terakhir, pasar tidak melihat bahwa kenaikan suku bunga tidak akan terjadi pada tahun ini. Walaupun masih ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa Juni adalah watu yang tepat untuk menaikkan suku bunga, tetapi pasar tidak akan mendengar hal tersebut sekarang.

Dilaporkan, Australia Perth Mint telah menjual sebanyak 26.545 ons koin dan emas batangan selama bulan April, naik 13,5% dari penjualan 23.461 ons dibanding tahun sebelumnya, menurut laporan dari Perth Mint.

Meskipun, penjualan koin dan emas batangan terlihat turun 22,5% dibandingkan dengan penjualan 34.260 ons pada bulan sebelumnya.

Emas masih terus digunakan oleh beberapa investor sebagai mata uang alternatif atau alat lindung nilai terhadap inflasi. Tanda-tanda ekspansi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga terlihat akan sedikit tertahan lebih lama karena masih menunggu inflasi untuk memanas.

Cina telah meluncurkan fasilitas baru yang memungkinkan nilai mata uang yuan terhadap emas dapat diperbaiki sehingga mencerminkan ambisi bahwa China akan menjadi pemain keuangan global. Pembentukan harga yuan untuk emas yang berbasis di China juga sedikit merusak nilai mata uang dolar sebagai mata uang patokan global.

Harga mata uang yuan yang didukung oleh emas telah memberikan momen paling penting bagi pemegang mata uang asing dan bank sentral untuk menambah keamanan keuangan tambahan.

logam mulia.com, reuter dan cnbc

Komentar