Perdagangan Emas Global Mulai Lesu

Penulis: Darmansyah

Rabu, 11 Februari 2015 | 12:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Perdagangan emas global, hari ini, Rabu, 11 Februari 2015, berada dalam tekanan di tengah “risk appetite” yang dihidupkan kembali setelah beredarnya laporan Komisi Eropa akan memberikan Yunani tambahan enam bulan untuk bekerja dengan beberapa kesepakatan kreditur.

Logam emas masih tetap bergerak dalam range yang sempit dan terbatas.

Menteri pertahanan Yunani, Kammenos telah mengancam akan mencari bantuan dari Rusia atau China jika kesepakatan tidak datang dari Troika.

Sementara itu, Troika masih menginginkan Yunani untuk menghormati komitmennya.

Satu hal yang mungkin ditakutkan adalah ketika Yunani akan masuk ke dalam pengaruh Rusia.

KTT G20 menunjukkan bahwa pembuat kebijakan di Eropa tampaknya sulit berbicara kepada konstituen terkait pintu yang masih tertutup pada kesepakatan dengan Yunani.

Menteri Keuangan Jerman, Schäuble memberikan pernyataan terhadap rumor yang berkembang bahwa pemberian waktu enam bulan kepada Yunani adalah salah.

Denmark melaporkan terjadi deflasi pada harga konsumen untuk pertama kalinya sejak tahun 1954, bahkan ketika bank sentral memindahkan suku bunga ke wilayah negatif.

Dilaporkan, harga konsumen di China hanya naik 0,8% pada bulan Janauari, data tersebut berada dalam laju paling lambat dalam 5 tahun, sehingga akan mendorong kebijakan uang mudah akan semakin dilakukan.

Hal yang paling mengejutkan, bahwa setelah semua kebijakan yang dilakukan seperti penurunan suku bunga dan suntikan likuiditas triliunan sejak krisis keuangan, fase deflasi yang muncul akan menjadi ancaman terbesar bagi ekonomi global.

Deflasi adalah suatu indikasi kondisi ekonomi global yang sangat tidak sehat. Jika Anda menilai upaya yang dilakukan bank sentral dunia untuk menaikkan inflasi yang belum berhasil, maka saya ada masalah yang cukup serius pada ekonomi global.

Kasus Yunani ini berdampak pada perdagangan emas global, dan dirasakan pada perdagangan emas domestik ketika harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk turun dibandingkan perdagangan kemarin.

Harga pembelian kembali yang popular dengan istilah “buyback” juga terkoreksi.

Seperti dikutip “nuga” dari situs resmi Logam Mulia Antam, Rabu pagi, harga emas Antam tercatat Rp 543.000 per gram. Turun Rp 3.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya yaitu Rp 546.000 per gram.

Sementara harga buyback hari ini turun dari Rp 489.000 per gram menjadi Rp 488.000 per gram.

Sementara itu harga emas 2 gram dibanderol Rp1.046.000 atau Rp523.000 per gram. Emas ukuran 2,5 gram dijual Rp1.297.500 per bar, dengan harga per gram Rp519.000. Emas 3 gram dihargai Rp1.551.000 per bar, dengan harga per gram Rp517.000.

Emas ukuran 4 gram dijual Rp2.056.000 per bar, dengan harga per gram Rp514.000. Emas 5 gram dibanderol Rp2.570.000 per bar atau Rp514.000 per gram.

Emas 10 gram dijual Rp5.090.000 per bar atau Rp509.000 per gram. Emas 25 gram dijual Rp12.650.000 atau Rp509.000 per gram. Emas 50 gram Rp24.400.000 per bar atau Rp508.000 per gram.

Sementara emas ukuran 100 gram dibanderol Rp50.450.000 per bar atau Rp504.500 per gram. Emas 250 gram Rp126.000.000 atau Rp504 juta per gram. Lalu emas ukuran 500 gram dijual Rp251.800.000 atau Rp503.600 per

Komentar