Perdagangan Emas Antam Kesepian

Penulis: Darmansyah

Jumat, 19 September 2014 | 09:17 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, hari ini, Jumat, 19 September 2014, tak juga bergerak di perdagangan akhir pekan.. Tercatat harga emas tetap berada di level Rp 526.000 per gram.

Melansir situs resmi Logammulia, Jumat pagi, sama dengan harga emas, untuk harga pembelian kembali “buy back” juga tetap stagnan di posisi Rp 467.000 per gram.

Emas ukuran 5 gram dilepas dengan harga Rp2.485.000, ukuran 10 gram Rp4.920.000, ukuran 25 gram Rp12.225.000, ukuran 50 gram Rp24.400.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp48.750.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp121.750.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp243.300.000.

Harga emas acuan dunia berakhir anjlok pada penutupan perdagangan Jumat pagi WIB, 19 September 2014, atau Rabu sore waktu di Bursa New York, Amerika Serikat, setelah indeks saham utama AS ditutup melonjak lebih tinggi.

Menurut laporan dari “CNBC” yang dikutip dari Reuters, hari ini, terjungkalnya harga emas global diakibatkan The Fed melanjutkan kembali program pengurangan stimulus moneternya dengan memangkas pembelian aset per bulan dan menegaskan tidak akan menaikkan suku bunga untuk jangka waktu yang dianggap cukup.

Harga emas di pasar spot terus mengalami penurunan sebanyak empat sesi. Sementera itu, harga emas berjangka untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melemah.

Di dalam negeri kondisi harga emas juga mengalami penurunan. Penyebabnya, selain karena pengaruh harga global, juga dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar US yang bisa menembus angka 12.000, dan merupakan level terendah dalam sebelas pekan terakhir. Sentimen dollar AS yang kuat masih menekan rupiah.

Sebenarnya, penguatan dollar AS di pasar global yang tertahan menjadi peluang kenaikan mata uang garuda. Tidak ada yang baru dari pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen, selain perkiraan proses keluar dari quantitative easing. Belum ada kepuasan berarti terhadap performa pasar tenaga kerja.

“Walaupun tekanan dollar AS mereda kemarin, rupiah masih menolak untuk menguat untuk mengikuti mata uang Asia lainnya. Hari ini tekanan pelemahan terhadap rupiah berpeluang kembali dengan kenaikan tajam dollar index walaupun ruang pelemahannya dalam jangka pendek sudah semakin terbatas,” tulisnya.

Komentar