Penguatan Dollar Bikin Emas Melorot

Penulis: Darmansyah

Jumat, 21 Oktober 2016 | 09:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Penguatan dollar pada hari ini, Jumat, 21 Oktober 2016, kembali membuat harga emas melorot tipis di New York Exchange Mercantil Comex setelah sehari sebelumnya sempat naik tipis dalam perdagangan yang lesu

Harga emas yang turun ini terjadi setelah  keputusan Bank Sentral Eropa yang tidak mengubah suku bunganya dan tetap  mempertahankan skema pembelian aset

ECB telah memberikan stimulus yang luar biasa baru-baru ini yang memotong suku bunga ke wilayah negatif dan mendorong biaya kredit ke posisi terendah sepanjang masa.

Kantor berita Inggris, Reuters, Jumat pagi WIB menulis, harga emas di pasar Spot turun  nol koma dua persen setelah sempat mencapai posisi tertinggi dalam dua minggu.

Sementara harga emas berjangka AS untuk Desember menetap

Pembelian emas membaik pada saat rilis ECB, kata analis Mitsubishi Jonathan Butler. “ECB akan terus memiliki kebijakan yang sangat akomodatif setidaknya sampai Desember,” ujar dia.

Memang, tarif yang rendah cenderung mendukung harga emas, meskipun sering diimbangi dengan melemahnya euro. Euro jatuh ke level terendah dalam empat bulan terhadap dolar pada hari ini.

Indeks dolar naik ke posisi tertinggi dalam tujuh bulan terhadap sekeranjang mata uang, memperpanjang keuntungan setelah penjualan AS dilaporkan lebih kuat dari perkiraan.

“Penjualan naik  selama satu bulan, itu  berarti  lebih tinggi dari bulan lalu dan berbeda dengan prediksi,” kata Direktur dan Ekonom Senior CIBC Capital Markets, Royce Mendes di Toronto.

Kini pedagang secara seksama memperhatikan laporan data ekonomi di AS, sebagai petunjuk tentang waktu Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga, di mana sejumlah pejabat The Fed mengatakan kemungkinan berlangsung pada Desember.

Pasar juga mengamati hasil akhir debat presiden, yang dinilai tidak membaik dan yang berpotensi membebani pada emas.

Sementara itu, pembelian emas di India kemungkinan turun dalam sembilan bulan pada Oktober, menurut para pejabat industri di negara ini.

Sementara ekspor emas Swiss ke China mencapai tertinggi sejak Januari bulan lalu, menurut data bea cukai Swiss.

Sebelumnya, isu kenaikan suku bunga perbankan oleh The Fed, menyebabkan harga emas lokal yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, hari ini, Kamis pagi WIB, masih tetap seperti harga kemarin.

Antam nejual emasnya stabil di kisaran Rp 602 ribu per gram .

Untuk harga  buyback emas atau pembelian kembali naik Rp 1.000 menjadi Rp 527.000 per gram.

Itu artinya jika Anda menjual emas, maka Antam akan membayar Rp 527.000 per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Di pasar global, emas yang diperdagangkan Comex Exchange naik tipis  karena didorong aksi beli dan kenaikan harga minyak.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik, demikian mengutip dari laman Kitco, Kamis pagi WIB.

Sentimen yang pengaruhi pasar juga sebagian besar dipengaruhi data ekonomi China.

Hal ini turut mempengaruhi harga logam. Apalagi China juga termasuk impor terbesar komoditas termasuk logam.

Ekonomi China tumbuh  secara year on year, dan sesuai harapan pasar. Angka ini juga saham dengan kuartal II 2016.

China juga melaporkan kalau penjualan ritelnya pada September. Angka ini juga sesuai prediksi.

Produksi industri China menguat. \

Secara keseluruhan data ekonomi terbesar kedua di dunia itu cukup baik.

Sementara itu, the World Gold Council menyatakan penurunan harga emas baru-baru ini seharusnya meningkatkan permintaan fisik dari China.

Komentar