Penguatan Dolar Bikin Harga Emas Murah

Penulis: Darmansyah

Jumat, 25 Agustus 2017 | 08:39 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global selama satu pekan terakhir ini mengalami gejolak berat lewat kenaikan dan penurunan tajam akibat kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang membuat penguatan dollar menjadi tumpuan.

Hari ini, Jumat, 25 Agustus, harga emas menjadi lebih rendah akibat tekanan penguatan dolar, di tengah investor yang menanti keputusan kenaikan suku bunga lebih lanjut dari bank sentral, yang kini tengah menggelar pertemuan tahunan di Jackson Hole minggu ini.

Seperti ditulis laman Reuters, Jumat pagi WIB,  harga emas di pasar spot turun  nol koma dua puluh lima persen  untuk tiap ounce.

Adapun harga emas emas AS untuk bulan Desember turun

Pasar emas juga dibayangi ancaman dari Presiden Donald Trump untuk menutup pemerintahan kecuali dia mendapatkan pendanaan untuk membangun dinding perbatasan dengan Meksiko.

Risiko geopolitik mempengaruhi harga safe haven.

“Sudah dua kali harga emas gagal mencapai harga tertinggi dalam tahun ini, dan semakin lama tak ada keputusan, semakin besar risikonya dan orang-orang ini mulai menjadi tidak sabar,” ujar Ole Hansen, Kepala Strategi komoditas di Saxo Bank di Kopenhagen.

Harga emas sempat gagal mencapai puncaknya pada April dan Juni di kisaran US$ 1.200 – US$ 1.300 pada tahun ini.

Pasar emas kini juga fokus pada pertemuan tahunan para bankir sentral Di Jackson Hole, Wyoming, di mana Ketua Federal Reserve Janet Yellen dan kepala Bank Sentral Eropa Mario Draghi, akan menyampaikan pidato pada hari Jumat mengenai kebijakan moneter dan tingkat suku bunga.

Memang harga emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS.

Sehari sebelumnya, Kamis, harga emas, baik lokal maupun global  bergerak naik secara serempak bersamaan dengan tertekannya dolar serta lesunya wall street.

Kenaikan  harga emas ini  terjadi  seiring dolar Amerika Serikat  dan wall street yang tertekan.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik tipis, nol koma tiga  persen per ounce usai melemah

Sebelumnya harga emas sempat berada di level tertinggi  pada awal pekan ini. Harga emas itu termasuk di level tertinggi sejak awal Juni.

Pergerakan indeks dolar AS membayangi harga emas. Indeks dolar AS turun 0,4 persen.

Tekanan indeks dolar AS juga diikuti dengan bursa saham AS yang tertekan. Adapunn bursa saham AS atau wall street yang merosot membuat emas lebih menarik. Ini dapat mengangkat harga emas.

Pada awal perdagangan dolar AS sempat menguat dan harga emas tertekan di kisaran sempit. Ini seiring sentimen pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Donald Trump membuat kemajuan untuk reformasi pajak sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun momentum tersebut melambat seiring Donald Trump siap untuk menutup pemerintahan. Langkah ini agar mendapatkan pendanaan untuk membangun tembok perbatasan dengan Meksiko.

Selain itu, pelaku pasar juga hati-hati jelang pertemuan bank sentral di Jackson Hole. Pasar akan mencari petunjuk soal perubahan kebijakan moneter bank sentral terutama AS dan Eropa.

Tingkat suku bunga lebih tinggi cenderung mendorong dolar AS. Selain itu mengurangi permintaan emas.

“Pasar akan melihat lebih banyak aksi lagi pada Jumat. Ketika kita akan mendapatkan pidato “duel” dari Draghi dan Yellen,” ujar Edward Meir, Konsultan INTL FCStone seperti dikutip dari laman Marketwatch, hari ini, Kamis

Ia menuturkan, harga emas akan bergerak lebih tinggi jika kedua bankir tersebut menyatakan pandangan lebih lembut. Ini lantaran kekhawatiran inflasi yang melambat

Komentar