Pagi Ini Harga Emas Merosot Lagi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 15 Mei 2013 | 10:12 WIB

Dibaca: 0 kali

Perdagangan emas global, nasional dan lokal makin terpuruk setelah investor melepaskan cadangannya secara besar-besaran. Pergerakan harga emas untuk perdagangan berjangka di pasar New York, London dan Hongkong terus melesu bersamaan dengan makin melemahnya yen, turunnya harga minyak dan makin tertatanya momentum krisis keuangan di Euro.

Amerika juga telah menemukan pijakannya dengan bergeliatnya industri—industri  raksasanya yang menopang penyerapan tenaga kerja. Bias dari “kesegaran” ekonomi dunia, walau pun tingkat pertumbuhannya masih kecil, menyebabkan investasi dalam bentuk emas mulai ditinggalkan yang sekaligus memelorotkan harga secara terus menerus.

Dalam pembukaan perdagangan hari ini harga emas  di PT Aneka Tambang Tbk, yang menjadi patokan perdagangan emas di Indonesia,  kembali mengalami penurunan. Dengan demikian, sejak Senin hingga pagi Rabu ini,  harga si kuning ini sudah tiga hari berturut-turut turun.

Dikutip dari situs logam mulia, Rabu pagi, harga emas  terkecil dijual  oleh Antam sudah berada pada harga Rp 519.000 per gram, atau turun Rp 4.000 per gram dibanding perdagangan Selasa.. Semua stok ukuran emas logam mulia tersedia, kecuali ukuran 50 dan 500 gram.

Harga emas batangan ini memang sangat tergantung dengan pergerakan emas internasional dan pergerakan nilai tukar rupiah dengan dollar AS.

Inilah harga emas batangan yang dijual Logam Mulia Antam dalam pembukaan perdagangannya pagi ini.

Pecahan 1 gram   : Rp 519.000
Pecahan 5 gram   : Rp 2.450.000
Pecahan 10 gram  : Rp 4.850.000
Pecahan 25 gram  : Rp 12.050.000
Pecahan 50 gram  : Rp 24.050.000 (kosong)

Dalam  pembelian emas Antam masih membatasi maksimum pembelian. “Setiap harinya kami batasi hingga maksimal 150 nomor antrean saja,” demikian diungkapkan dalam keterangan yang dipublikasikan Antam.

Di Banda Aceh, situasi perdagangan emas, terutama perhiasan, masih sepi. Hingga pagi ini banyak toko emas yang hanya buka untuk  memenuhi kegiatan rutinnya. Para pengunjung hanya datang sekadar mencari informasi. Baik penjualan mau pun pembelian hanya berlangsung dalam jumlah kecil-kecilan.

Masih ada pengunjung yang datang sekadar untuk tukar tambah khusus untuk perhiasan harian. Menurut Memet, pemilik Toko Emas Haji Harun Keuchiek Leumiek, yang sering menjadi standar harga emas perhiasan di Banda Aceh, penurunan harga ini berbarengan pula dengan kondisi ekonomi Aceh yang masih sangat lesu.

Menurut Memet, berdasarkan instinknya, penurunan harga emas global akan terus berlangsung sepanjang tahun. Kalau pun ada kenaikan, itu disebabkan terjadinya gejolak keamanan dunia atau pun malapetaka besar.

Komentar