Orang Sejujur Pamudji Minta Mundur dari PLN

Penulis: Darmansyah

Jumat, 6 Desember 2013 | 15:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Ketika orang paling jujur di PLN minta mundur, semuanya kelabakan. Dahlan Iskan sebagai “boss” dan SBY sebagai “big boss” tersentak dan minta kesediaannya untuk bertahan. Bertahankan sang orang paling jujur, Nur Pamudji itu?

“Untuk sementara mungkin,” ujar seorang yang paling dekat dengan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara itu. Itu pun karena diminta oleh atasannya. “Tapi Nur Pamudji tetap pada pendiriannya untuk “pergi” dari perusahaan listrik itu.

Ya, siapa yang tidak kenal sosok Nur Pamudji, yang bekerja dalam keheningan tapi dikenal paling jujur dan tegas dalam memimpin. Banyak yang menyayangkan apabila penerima “Hatta Award” itu harus mengundurkan diri.

Tidak hanya banyak orang yang terkejut atas permintaan Nur Pamudji mudur, Dahlan Iskan sendiri yang menerima pesan pendeknya dua pekan lalu sempat kelabakan.”Dia kirim SMS, intinya dia galau. Itu 3 mingguan yang lalu,” kata Dahlan di sebuah pertemuan di Subang, Jumat, 06 Desember 2013..

Nur Pamudji gelisah dan cemas, karena para teknisi di PLN kerap terancam. Pada beberapa aktivitas pembangunan pembangkit, teknisi PLN dinilai bersalah oleh aparat penegak hukum. Seperti saat proses pergantian mesin pembangkit yang menurut pendapat teknisi ahli di PLN harus diganti, namun dipersoalkan oleh penegak hukum.

“Dia merasa profesi kok dikriminalisasi. Kalau begitu siapa mau jadi profesi teknik. Menurut teori misalnya, mesin setelah sekian tahun harus diganti, menurut SOP itu ditenderkan. Namun mesin belum dibuka masih jalan. Ini ditenderkan kemudian dibuka mesinnya. Begitu dibuka ada yang lain. Yang menentukan itu diganti, itu profesi ahli,” jelasnya.

“Saya lapor ke Presiden. Ini kenyataannya. Saya diminta cari jalan keluarnya,” ujar Dahlan, usai melapor langsung meminta Nur Pamudji untuk tetap bertahan dan mengurungkan niatnya untuk mundur.

Bahkan Dahlan meminta Nur juga aktif membela anak buahnya yang dituding melakukan pelanggaran, padahal sudah bertindak sesuai “standard operational procedure”.

“Terus ya saya bilang kalau mereka nggak korupsi bela sampai habis. Orang sejujur itu harus kita bela. Kita dukung sepenuh hati ketika ia harus melawan” jelas Dahlan.

“Sekarang cari orang jujur bersih, itu sulit. Saya sayangkan kalau mengundurkan diri,” ujar Dahlan yang juga pernah memegang jabatan Dirut PLN ini.

Nur Pamudji memang meminta kepada Dahlan untuk disetuji tak lagi memegang jabatan sebagai Dirut. Dahlan meminta Nur Pamudji untuk tetap bertahan dan mengurungkan niatnya untuk mundur.

Tak banyak yang tahu kehidupan luar dalam Nur Pamudji. Orang hanya tahu dia adalah salah seorang Direksi PLN saat Dahlan menjabat dan kemudian menggantikan sang bos sebagai petinggi PLN. Dia jauh lebih lebih muda dari Dahlan. Dan ketika diangkat jadi Dirut PLN ia baru berusia 41 tahun Sepanjang karirnya, ia tidak ngotot ingin menjabat.

Dan paling mengesankan kala masih sebagai bawahan Dahlan ia adalah orang yang paling mirip dengan sang boss.

Nur Pamudji memiliki prinsip, kita bekerja saja biar nanti orang melihat. Prinsip itu ia tanamkan dengan kata-kata, kerja, kerja, kerja!!!. Tak banyak juga orang tahu Nur Pamudji adalah mantan wartawan. Ia hampir saja bekerja di Viva sebagai reporter ketika galau dengan kondisi PLN yang diamuk ketidakefesienan.

Menurut anak buahnya, saat menjabat General Manager PLN P3B Jawa Bali, dia menempelkan daftar harta kekayaannya untuk dilihat oleh semua karyawan. Hartanya adalah sebuah rumah dinas jatah PLN yang dicicil selama 20 tahun dengan bunga nol persen, mobil pribadinya satu, dan mobil dinasnya adalah warisan dari GM sebelumnya.

Selama di P3B Jawa Bali, dia tidak pernah meminta mobil baru. total kekayaannya saat itu Rp 1,3 miliar. Untuk pegawai PLN sekelas GM itu adalah jumlah yang sangat sedikit, manajer dengan level dibawahnya rata-rata lebih kaya dari dia.

Nur Pamudji memulai kuliahnya di ITB pada tahun 1979, kemudian mendapatkan gelar S-2 untuk bidang Electric Power UNSW Sydney serta National University of Singapore di Bidang Public Management.

Pria asal Malang ini masuk PLN pada tahun 1985. Sebelum menjabat sebagai GM di P3B Jawa Bali. Nur Pamudji adalah Manager Bidang di tempat yang sama, dalam tradisi PLN seorang manager bidang sangat sulit untuk promosi langsung menjadi GM di unit yang sama sehingga harus dipindahkan dulu ketempat lain, tapi kinerja dan kecerdasan Nur Pamudji menjadikannya pengecualian.

Ketika Dahlan Iskan menjadi Direktur Utama PLN, dia ditarik menjadi Direktur Energi Primer.

Ada yang unik dari Nur Pamudji yang menyebabkan ia diberi sebutan “pendekar.” Nur Pamudji memiliki prinsip untuk menjaga tubuhnya, menjaga perutnya dan menjaga pikirannya. Dia pernah “puasa” selama enam tahhun tidak nonton TV dan tidak punya TV dirumahnya. Nur Pamudji juga penggemar olahraga pernapasan. Dia masih sanggup berlari sepuluh kali mengelilingi lapangan sepakbola.

Komentar