Nur Pamudji: ”Benar Saya Minta Mundur”

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 7 Desember 2013 | 08:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Nur Pamudji, Dirut PLN, masih membiasakan dirinya naik “motor” ke kantornya walaupun sudah menjadi petinggi di perusahaan milik negara itu

Orang paling jujur di jajaran direksi perusahaan milik negara, Nur Pamudji, Direktur Utama PLN, membenarkan dirinya telah mengajukan permohonan pengunduran diri kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan, karena galau dengan penetapan anak buahnya sebagai tersangka kasus korupsi dalam penggantian peralatan vital di pembangkit.

Kepada wartawan, Jumat, 06 Desember 2013, malam, Pamudji dengan ringan mengatakan, takut terseret arus korupsi walau pun melakukan prosedur standar dalam menjalankan kebijakan di perusahaan enerji raksasa milik negara itu.

“Saya takut mendapat predikat koruptor. Saya tak ingin meninggalkan jejak karir sebagai tukang makan duit haram walau pun secara prosedur kerja telah melakukan yang benar. Stigma sebagai koruptor sangat menyakitkan. Lebih baik saya bekerja sebagai orang biasa saja,” ujar Pamudji, penerima “Hatta Award.”

Menurut Nur, pada 12 November 2013, ia mengirimkan pesan pendek kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan. ”Saya melaporkan, kalau ada pegawai PLN yang nyolong, terima suap, korupsi, saya sendiri yang akan memborgolnya. Namun, pegawai yang bekerja baik dan profesional harus bisa kerja dengan tenang,” katanya.

”Saya ikhlas mundur untuk digantikan dirut baru yang piawai tersebut agar para profesional di PLN bisa bekerja dengan tenang,” kata dia.

Nur Pamudji memiliki prinsip, kita bekerja saja biar nanti orang melihat. Prinsip itu ia tanamkan dengan kata-kata, kerja, kerja, kerja!!!. Tak banyak juga orang tahu Nur Pamudji adalah mantan wartawan. Ia hampir saja bekerja di Viva sebagai reporter ketika galau dengan kondisi PLN yang diamuk ketidakefesienan.

Menurut anak buahnya, saat menjabat General Manager PLN P3B Jawa Bali, dia menempelkan daftar harta kekayaannya untuk dilihat oleh semua karyawan. Hartanya adalah sebuah rumah dinas jatah PLN yang dicicil selama 20 tahun dengan bunga nol persen, mobil pribadinya satu, dan mobil dinasnya adalah warisan dari GM sebelumnya.

Selama di P3B Jawa Bali, dia tidak pernah meminta mobil baru. total kekayaannya saat itu Rp 1,3 miliar. Untuk pegawai PLN sekelas GM itu adalah jumlah yang sangat sedikit, manajer dengan level dibawahnya rata-rata lebih kaya dari dia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan membenarkan permohonan mundur Nur Pamudji ini.. ahlan Iskan mengatakan pengajuan pengunduran diri Nur Pamudji sekitar tiga minggu lalu. Pengunduran diri itu terkait dengan pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung untuk kasus dugaan korupsi pengadaan flame turbin pada 12 pembangkit listrik dan gas sektor Belawan 2007-2009 senilai Rp 23,98 miliar.

”Saya sudah laporkan pengunduran diri ini kepada Presiden dan beliau meminta masalah ini segera diselesaikan,” kata Dahlan, seperti dikutip Antara.

Menurut Dahlan, dirinya meminta Nur Pamudji tetap tenang menghadapi masalah itu. Dahlan menilai Nur Pamudji merupakan orang yang paling jujur.

Kejaksaan Agung telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah mantan General Manager PT PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Albert Pangaribuan, Manajer Bidang Perencanaan PLN Edward Silitonga, Ketua Panitia Pemeriksa Mutu Barang PLN Ferdinand Ritonga, Manajer Produksi PLN Fahmi Rizal Lubis, dan Ketua Panitia Lelang PLN Robert Manyuazar.

Dahlan menjelaskan, persoalan muncul ketika PLN harus mengganti sejumlah onderdil yang sudah waktunya walaupun pembangkit belum dibuka.

”Ketika pembangkit dibuka, ternyata ada onderdil lain yang harus diganti. Penggantian dilakukan sesuai dengan SOP dan semua ditenderkan. Jika tidak diganti, ada potensi pembangkit mati di tengah jalan sehingga akan terjadi pemadaman listrik,” ujar Dahlan.

Komentar