Nilai Kekayaan Orang Terkaya Indonesia Terus Melonjak

Penulis: Darmansyah

Selasa, 5 Maret 2013 | 15:59 WIB

Dibaca: 1 kali

*Aburizal Terusir Dari Daftar $0 Orang Terkaya Negeri Ini

 Nilai kekayaan pengusaha kelas wahid di Indonesia semakin besar. Menurut penelitian Majalah Hurun Report di China, kekayaan orang tajir di Indonesia meningkat antara  500 juta dollar AS – 1 miliar dollar AS sepanjang tahun 2012-2013. Namun, majalah ini juga mencatat, banyak pengusaha Indonesia kehilangan aset, sehingga harus keluar dari daftar miliarder sejagad.

Sementara itu Aburizal Bakri yang pernah menempati peringkat pertama ornag terkaya di Indonesia beberapa tahun lalu kini terusir dari daftar 40 orang terkaya Indonesia. Keluarga Aburizal kini terlilit utang besar dan sibuk meminjam dan menjual asset usahanya.

Per 28 Februari lalu, Hurun Report mencatat, hanya 11 pengusaha Indonesia yang masuk daftar miliarder dunia. Padahal, di tahun 2012 Majalah Forbes pernah mendata, sebanyak 17 pengusaha Indonesia yang beraset lebih dari 1 miliar dollar AS pada tahun 2012. Hurun Report menggunakan data per Januari 2013, sedangkan Forbes Maret 2012.

Membandingkan perhitungan kekayaan antara Forbes dan Hurun Report, kekayaan Chairul Tanjung (CT), pemilik CT Corp, naik tertinggi mencapai 1 miliar dollar AS menjadi 3 miliar dollar AS. Hal ini tidak terlepas dari aksi korporasi CT pada tahun lalu, yang memborong 60 persen saham PT Carrefour Indonesia dan menempatkannya sebagai pemegang 100 persen saham peritel itu. Pembelian saham Carrefour ini menghabiskan dana 750 juta dollar AS.
Michael Hartono, pemilik Bank Central Asia (BCA) bertambah 800 juta dollar AS dan saudaranya, R. Budi Hartono, naik 600 juta dollar AS. Sementara itu, Lo Tuck Kwong, bos Bayan Resources, harus rela kekayaannya berkurang menjadi 1,8 miliar dollar AS, Peter Sondakh turun 900 juta dollar AS, dan Kiki Barki menurun 200 juta dollar AS.

Adapun pengusaha yang sebelumnya masuk daftar terkaya versi Forbes, tapi tidak masuk daftar Hurun Report antara lain Sukanto Tanoto, Sri Prakash Lohia, Hary Tanoesoedibjo, Djoko Susanto, dan Garibaldi Thohir. Di Forbes, para konglomerat itu memiliki kekayaan antara 1 miliar dollar AS-1,5 miliar dollar AS.

Lana Soelistyaningsih, Ekonom Samuel Sekuritas, menilai kondisi bisnis tahun 2012 memengaruhi naik turunnya jumlah kekayaan. Misalnya, pengusaha sektor batu bara, Garibaldi Thohir, harus rela asetnya turun karena harga komoditas itu anjlok. Bisnis di sektor keuangan masih memberi fulus yang menggiurkan, sebut saja BCA, yang menurut Bank Indonesia (BI) mengantongi laba bersih sekitar Rp 11,93 triliun per Desember 2012

Aburizal Bakrie pada tahun ini tak masuk dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi Forbes.  Padahal, Ical, sapaan akrab Aburizal, ini setiap tahun selalu terpampang di daftar yang dimulai sejak tahun 2006 itu.

Ical tidak terjaring dalam daftar orang paling kaya karena harta yang dimilikinya tak masuk ketentuan Forbes. Media yang terkenal memberitakan jumlah kekayaan para taipan ini mematok batas bawah nilai kekayaan tahun ini berada pada level 730 juta dollar AS, atau meningkat 100 juta dollar AS dibandingkan dengan tahun lalu.

Salah satu penyebab turunnya aset Ical adalah harga batubara yang terus tertekan seiring melemahnya permintaan dari China.

Perlu diketahui, pada tahun 2011 Ical yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar itu terlempar ke posisi 30, dengan jumlah kekayaan 890 juta dollar AS. Angka itu berarti amblas hingga 1,2 miliar dollar AS atau sekitar 57 persen dibandingkan dengan kekayaannya pada tahun 2010.

Dalam daftar orang terkaya versi Forbes tahun 2010, Ical berada di posisi 10 dengan kekayaan 2,1 miliar dollar AS.

Selain pengendali Group Bakrie, orang terkaya di Indonesia yang memiliki bisnis batubara dan mengalami penurunan nilai kekayaan adalah Low Tuck Kwong, nomor 12. Kekayaan Low Tuck Kwong merosot 46 persen menjadi 2 miliar dollar AS.

Forbes menyusun daftar ini berdasarkan komposisi kepemilikan saham dan informasi keuangan yang diperoleh dari keluarga dan perorangan, bursa saham, analis, dan sumber-sumber lainnya. Jumlah kekayaan juga memperhitungkan kepemilikan saham yang dimiliki oleh keluarga besar, seperti pada penghitungan kekayaan Susilo Wonowidjojo.

Kekayaan yang diperoleh dari perusahaan publik dihitung berdasarkan harga saham dan nilai tukar uang per 14 November 2012. Sementara itu, dasar penghitungan untuk perusahaan tertutup menggunakan perusahaan sejenis yang sahamnya diperdagangkan secara publik sebagai pembanding

Komentar