Melegakan, Harga Emas Naik Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 17 Desember 2016 | 08:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah ambruk selama dua pekan terakhir, hari ini, Sabtu pagi WIB, 17 Desember 2016, harga emas naik menjelang penutupan perdagangan di dibursa komoditi New York.

Kenaikan ini terpicu oleh  pelemahan dolar dan saham AS, yang terimbas sinyal Federal Reserve kemungkinan akan kembali menaikkan kenaikan suku bunga lebih dari perkiraan sebelumnya pada tahun depan.

Seperti ditulis kantor berita “reuters,” Sabtu pagi WIB harga emas naik lebih dari setengah  persen untu setiap ounce.

Logam ini mencapai posisi terendahnya pada  Kamis dan merupakan yang terlemah sejak 2 Februari dan turun dua persen sepanjang minggu ini.

Harga emas naik ke posisi tertinggi setelah para pejabat AS mengatakan bahwa kapal perang China telah merebut drone bawah air yang digunakan kapal oseanografi AS di Laut Cina Selatan.

“Ini memberi emas sedikit dorongan. Sepertinya kedua belah pihak mencoba untuk menakuti satu sama lainnya, “kata Bill O’Neill, co-founder dari Logic Advisors.

Adapun Dolar turun dari posisi tertingginya dalam 14 tahun pada hari Kamis terhadap sekeranjang mata uang negara lainnya.

“Kenaikan suku bunga pada minggu ini dari The Fed dan prospek hawkish untuk tahun depan meninggalkan dampak cukup negatif untuk emas,” ujar Warren Patterson dari  ING commodity strategist.

Kenaikan suku bunga pada tahun depan diprediksi bisa mendorong mata uang AS lebih tinggi, membuat harga emas lebih mahal lagi.

Selama dua pekan terakhir, emas terus mengalami tekanan pasca pengumuman kebijakan terbaru dari FOMC AS karena penguatan baru dalam pergerakan dolar dan spekulasi bahwa the Fed mungkin akan melakukan kenaikan suku bunga di tahun depan sebanyak tiga kali terus menekan pasar.

The Fed berhasil menggalang sentimen kuat setelah selama bertahun-tahun sempat melenceng dari arah kebijakan.

Meskipun demikian, pasar menilai pernyataan the Fed yang bernada hawkish terkait potensi kenaikan suku bunga dua puluh lima bps agak meragukan.

The Fed masih melihat kegiatan ekonomi berkembang pada “kecepatan yang moderat” dengan kekhawatiran lanjutan bahwa investasi bisnis melembut dan target inflasi masih di bawah.

FOMC masih tetap tergantung dengan data ekonomi sehubungan dengan potensi kenaikan suku bunga AS di tahun depan.

Setelah mengalami keuntungan terbaik dalam hampir empat dekade di semester pertama tahun ini. Akhirnya emas mengalami tekanan dan bergerak menuju pergerakan kerugian kuartalan terburuk dalam lebih dari tiga tahun.

Sentimen yang berbalik negatif untuk emas dikarenakan investor menemukan keuntungan yang lebih baik di investasi lain seperti saham AS yang terus begrerak naik

Penguatan dolar dan yield Treasury juga ikut naik di tengah spekulasi bahwa rencana Presiden terpilih Donald Trump yang mungkin akan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Langkah the Fed menandai pergeseran dari kebijakan bank sentral global yang mendominasi pasar keuangan dimana kenaikan stimulus masih menjadi kebijakan untuk menambah pertumbuhan.

Pada hari Kamis, Bank of England dilaporkan kembali mempertahankan suku bunga acuan pada rekor terendah, demikian juga seminggu sebelumnya Bank Sentral Eropa kembali mengambil kebijakan memperpanjang pelonggaran kuantitatif.

Komentar