Lonjakan Harga Emas Terhenti di Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Rabu, 17 Januari 2018 | 08:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Lonjakan harga emas dunia hari ini, Rabu, 17 Januari’ terhenti oleh penguatan dollar setelah selama delapan hari terakhir semarak berada di posisi tertinggi

“Harga emas tergelincir dari level tertinggi dalam empat bulan pada perdagangan Selasa karena penguatan nilai tukar dolar AS,” tulis laman “bloomberg” pagi Rabu WIB.

Sebelumnya dolar AS mencapai level terendah dalam tiga tahun terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Harga emas di pasar spot turun nol koma dua2 persen  per ounce

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas mencapai puncak tertinggi dalam empat bulan

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup naik tipis.

Harga emas tertekan setelah dalam empat hari sebelumnya terus mengalami penguatan karena pelemahan dolar AS. pelemahan dolar AS ini membuat harga emas lebih murah bagi mereka yang bertransaksi dengan mata uang di luar dolar AS.

“Pasar emas telah mendapatkan banyak momentum selama beberapa sesi terakhir. Jadi dapat dimengerti kalau beberapa mengambil momentum dengan aksi ambil untung,” jelas analis komoditas senior RJO Futures di Chicago, Phillip Streible.

Pada perdagangan sebelumnya harga emas mencapai puncak tertinggi dalam empat bulan terpicu melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat dalam tiga tahun.

Logam mulia ini telah naik untuk minggu kelima berturut-turut pada pekan lalu sebesar satu koma empat persen.

“Kami melihat penurunan yang stabil dalam dolar Amerika Serikat buka karena ini melemah tapi karena Bank Sentral Eropa membuat mata uangnya menarik di akhir tahun,” kata Bart Melek, kepala Komoditas Strategis TD Securities di Toronto.

Walau pun terhenti, para analis memperkirakan harga emas akan melanjutkan penguatan pada ini

Pendorong penguatan harga emas adalah suku bunga riil yang masih rendah dan juga ketidakpastian politik yang berlangsung di Amerika Serikat dan juga Eropa.

Bank yang berkantor pusat di Jerman, Commerzbank, memperkirakan rata-rata harga emas akan berada di kisaran US$ 1.325 per ounce pada tahun ini.

Dengan rincian, untuk kuartal pertama dan kedua akan berada di US$ 1.300 per ounce dan pada kuartal ketiga dan keempat akan berada di kisaran US$ 1.350 per ounce.

Untuk diketahui, sepanjang tahun lalu, harga emas mampu naik delapan persen.

“Harga emas akan berlanjut menguat dan kenaikan tersebut sudah dimulai sejak dua tahun lalu,” jelas analis Commerzbank dalam risalahnya, seperti dikutip dari Kitco.

Faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas adalah kebijakan moneter dari beberapa bank sentral yang masih sangat longgar.

Hal tersebut mendorong emas lebih memberikan imbal hasil yang memuaskan bagi investor.

“Hampir semua bank sentral utama masih memberikan suku bunga yang rendah,” tulis risalah tersebut.

Selain itu, ketidakpastian politik juga masih membayangi harga emas. Ketidakpastian politik ini seperti pembentukan pemerintahan di Jerman dan juga pemilihan parlemen di Italia.

Isu separatis Catalonia dan Brexit juga akan menjadi fokus pasar.

“Selain itu, tidak ada yang mengasumsikan pada tahun kedua pemerintahan Presiden Donald Trump bisa berjalan lancar,” tulis Commerzbank.

Untuk emas yang diperdagangkan PT Aneka Tambang atau Antam juga turun.

Emas Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 634 ribu per gram  Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam berada di posisi Rp 635 ribu per gram.

Harga pembelian kembali atau buyback juga turun Rp 1.000 menjadi Rp 566 ribu per gram.

Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, maka Antam akan membelinya di harga Rp 566 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram. .

Komentar