Lokal Turun, Emas Dunia Terus Menguat

Penulis: Darmansyah

Senin, 5 Juni 2017 | 09:30 WIB

Dibaca: 0 kali

Perkiraan harga emas global akan terus naik tak diamini oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam.

Harga emas Antam hari ini, Senin pagi WIB, 05 Juni,  turun Rp 1.000 menjadi Rp 595 ribu per gram

Sabtu kemarin, harga emas Antam di posisi Rp 596 ribu per gram.

Sedangkan harga buyback atau pembelian kembali emas tidak berubah atau tetap di Rp 542 ribu per gram.

Harga buyback ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 542 ribu per gram.

Harga jual dan pembelian ini merupakan harga patokan di butik emas Logam Mulia Antam

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1satu kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram.

Hingga menjelang siang WIB, seluruh ukuran emas Antam sudah tidak tersedia.

Sementara itu di pasar dunia terutama di  Comex Exchange, harga emas terus  menguat, terutama pekan lalu.

Pada pekan ini, harga emas masih berpotensi untuk terus menguat.

Mengutip Kitco, Senin, harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus pada Jumat pekan lalu tercatat naik.

Jika dilihat secara teknikal, dalam tiga pekan terakhir harga emas selalu menguat di akhir pekan. Tren penguatan tersebut kemungkinan akan juga terjadi pada pekan ini.

Kenaikan harga emas pada akhir pekan kemarin didukung oleh penurunan nilai tukar dolar Amerika Serikat ke level terendah dalam enam bulan terakhir karena laporan data tenaga kerja yang memburuh sehingga membuat pelaku pasar bertanya-tanya apakah Bank Sentral AS akan segera menaikkan suku bunga acuan.

Kepala Analis ICBC Standard Bank Tom Kendall menjelaskan, kenaikan ini bukan tanda-tanda bearish.

Kebalikannya, harga emas masih akan berpotensi untuk menguat dalam beberapa minggu ke depan.

“Pekan lalu kami melihat harga emas masih berpotensi untuk diperdagangkan di atas US$ 1.300 per ounce hingga 04 Juli. Sekarang mungkin agak sedikit konservatif tapi masih di sekitar itu,” jelasnya.

Namun, jika angka inflasi mengalami kenaikan sesuai dengan target Bank Sentral AS di kisaran dua persen, maka harga emas kemungkinan akan tertekan.

Kendall melihat jika memang inflasi naik maka harga emas akan menuju US$ 1.150 per ounce.

Harga emas naik ke level tertinggi dalam enam minggu merespons laporan data payroll non-farm Amerika Serikat  yang mengecewakan yang menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga bakal lebih agresif.

Melansir laman Reuters, Sabtu pekan lalu, harga emas di pasar spot naik

Ini posisi tertinggi sejak akhir April, menuju keuntungan minggu keempat.

Sementara emas berjangka AS naik mencapai posisi tertinggi.

“Ini bukan jenis laporan yang diharapkan orang, dan itu memberi tekanan pada dolar dan imbal hasil, dan emas selalu senang mendapatkan keuntungan darinya,” kata Georgette Boele, Ahli Strategi Komoditas ABN AMRO.

Data menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS melambat pada bulan Mei dan kenaikan lapangan kerja dalam dua bulan sebelumnya tidak sekuat yang dilaporkan sebelumnya, menunjukkan pasar tenaga kerja kehilangan momentum.

Pemulihan ekonomi yang lamban di negara terbesar dunia ini menyokong kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi yang memberi keuntungan pada bunga non-bunga seperti emas.

Dia mengatakan bahwa data tersebut akan menyebabkan investor menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini dan tahun depan, menekan imbal hasil dolar dan obligasi AS dan membantu emas.

Ekspektasi untuk data pekerjaan yang lebih kuat dan optimismes dari aktivitas pabrik AS telah mendorong emas ke level terendah satu minggu sebelumnya pada hari Jumat.

“Ada ruang yang baik untuk harga kembali ke US$ 1.200 dalam tiga bulan ke depan,” ujar Dominic Schnider dari UBS Wealth Management di Hong Kong.

Komentar