Listrik Boros? Ini Dia Alat Kontrolnya

Penulis: Darmansyah

Jumat, 10 Januari 2014 | 08:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Pemakaian listrik memang sering menjadi bahan perbincangan rumah tangga. Tagihan yang bengkak atau telat bayar sehingga terjadi pemutusan sambungan. Akhirnya panik. Ya, listrik memang kebutuhan hidup, tapi tak banyak rumah tangga dan perusahaan yang mampu disiplin menghemat pemakaiannya.

Padahal, mengurangi tagihan listrik setiap bulannya bukan hal yang mustahil. Namun, Anda tidak bisa sekedar menunggu keajaiban atau berharap teknologi bernilai milyaran rupiah mampu menghemat penggunaan listrik Anda secara instan. Ada usaha yang perlu Anda lakukan sendiri.

Beberapa perusahaan penyedia alat listrik di Indonesia sudah menyediakan Power and Energy Monitoring System. Power and Energy Monitoring System adalah sistem manajemen daya yang dirancang untuk membantu Anda mengelola kondisi real-time, mengisolasi masalah, mempelajari tren penggunaan listrik, dan mengontrol beban dan generator.

Maksudnya, dengan menggunakan alat ini, Anda bisa mengetahui atau memonitor seberapa banyak penggunaan listrik di rumah. Dan situs “wikihow.com,” member alternatif bagaimana Anda melakukan penghematan.

Tentu saja apa yang disarankan “wikihow” tidak menyelesaikan masalah. Andalah yang paling tahu tentang bagian rumah Anda yang banyak menggunakan listrik. Ketika sudah mengetahui pola konsumsi energi di rumah, Anda bisa mengubah gaya hidup atau pola penggunaan alat-alat bertenaga listrik di rumah.

Memang, alat tersebut tidak bisa mengurangi penggunaan listrik di rumah. Namun, alat ini mampu mendiagnosa dan memperlihatkan pada Anda seberapa besar pemakaian listrik. Tanpa usaha Anda mengubah pola pemakaian listrik, pengeluaran Anda pun tidak akan berubah.

Lakukan hal kecil untuk bisa mengurangi pengeluaran Anda. Misalnya,”bacalah” alat tersebut dan ketahui besar listrik yang Anda gunakan di dalam rumah. Beberapa model mengharuskan Anda melihatnya langsung di depan rumah.

Sementara itu, model Power Meter lainnya memungkinkan Anda mengeceknya secara wireless. Kemudian, setelah mengetahui MCB mana yang banyak mengkonsumsi listrik, Anda bisa mulai “memangkas” penggunaan listrik di area tersebut.

Anda bisa mulai mengganti pola konsumsi listrik Anda di rumah. Namun, perlu diingat, mengganti pola konsumsi energi tidak berarti mengorbankan kenyamanan Anda di rumah. Atur penggunaan alat-alat bertenaga listrik, tapi pastikan dulu kenyamanan dan keamanan keluarga Anda. Setelah itu, bandingkan penghitungan Power Meter dan tagihan listrik Anda. Jangan sampai, perusahaan listrik salah menagih atau menagih lebih banyak dari penggunaan Anda.

Pernahkah Anda berpikir untuk mengurangi penggunaan alat listrik dengan kabel dan colokan yang bersebaran di rumah Anda.

Mengurangi bukan berarti menghentikan penggunaan alat elektronik sama sekali. Dengan mengetahui data penggunaan alat-alat listrik, Anda tentu mengetahui bagian mana dalam rumah Anda yang banyak mengkonsumsi tenaga listrik.

Selain itu, pastikan Anda hanya menggunakan alat elektronik ketika Anda butuhkan. Misalnya, ketika panas, nyalakan pendingin udara, dan gelap nyalakan lampu, atau ketika ingin membersihkan karpet gunakan pembersih vakum. Namun, ketika sudah tidak Anda gunakan, segera padamkan. Bila perlu, jangan tinggalkan alat tersebut dalam keadaan stand-by karena alat tersebut akan tetap mengkonsumsi aliran listrik.

Selain mengurangi pemakaiannya, Anda juga bisa menggunakan alat-alat elektronik hemat energi. Salah satu perlengkapan rumah yang kini tersedia dalam varian hemat energi adalah lampu.
Makanya, mulai sekarang periksa penggunaan listrik untuk pencahayaan di rumah Anda. Hentikan penggunaan listrik yang berlebihan atau menggantinya dengan alat hemat energi.

Coba hitung seperti ini. Konsumsi listrik biasanya dihitung dengan satuan kilowatt per jam atau kWh. Misalnya, Anda mengganti lampu pijar berkekuatan 40w dengan lampu berdaya 5w, namun memiliki terang yang setara lampu 40w.

Namun, meski sudah menghemat cukup banyak, Anda juga harus ingat untuk memadamkan lampu dan hanya menggunakannya ketika langit sudah gelap. Memaksimalkan cahaya matahari masuk dalam rumah tidak hanya menghemat listrik, namun juga menyegarkan rumah, dan menyehatkan Anda.

Komentar