Laporan The Fed Dorong Harga Emas

Penulis: Darmansyah

Jumat, 7 Juli 2017 | 08:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah mengalami stagnasi di awal pekan, hari ini, Jumat, 07 Juli, harga emas kembali naik untuk dua sesi berturut-turut menyusul dolar yang melemah dan ekuitas global turun.

Seperti ditulis laman “marketwatch,” pagi ini, harga emas untuk kontrak Agustus naik  tipis setelah berlangsungnya perdagangan hari sebelumnya.

Pada perdagangan elektronik Rabu kemarin, harga emas kembali naik setelah keluarnya laporan Federal Reserve mengonfirmasi upaya bank sentral itu menormalisasi kebijakan politik AS.

Caranya yaitu dengan menaikkan kembali suku bunga paling tidak sekali di tahun ini dan menurunkan neraca keuangan .

Laporan the Fed itu juga menekankan waktu kapan kedua aksi itu akan dilakukan.

Laporan rapat “menunjukkan bahwa komite Fed sangat terpecah pada bagaimana inflasi dapat mempengaruhi laju kenaikan suku bunga,” kata Naeem Aslam, analis pasar utama di ThinkMarkets Inggris. “Ini mengambil angin dari dolar

Sehari sebelumnya, Kamis, 06 Juli, emas global juga menggeliat bersamaan dengan dirilisnya data ekonomi Amerika Serikat yang melemah.

Selain itu, uji coba rudal oleh Korea Utara juga mempengaruhi investor.

Harga emas untuk pengiriman Agustus menguat tipis

Pada perdagangan elektronik usai rilis the Federal Reserve, harga emas diperdagangkan di atas US$ 1.223.

Kemudian harga emas ke level terendah US$ 1.220.

“Rilis the Federal Minutes antiklimaks mengungkapkan sedikit. The Federal Reserve juga melihat indikasi inflasi rendah baru-baru ini hanya sementara.’

“ Tampaknya sejumlah pejabat ingin neraca dapat menyusut dalam beberapa bulan.” ujar Brien Lundin, Editor Gold Newsletter, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis

Rilis hasil rapat the Federal Reserve menunjukkan kalau butuh waktu untuk mengurangi neraca  pada September.

Pengurangan neraca dapat mempengaruhi pengetatan suku bunga. Itu lantaran dapat menyingkirkan pembeli surat berharga dari pasar mendorong harga obligasi lebih rendah dan imbal hasil tinggi.

Pelaku pasar pun akan mencermati penyataan pejabat the Federal Reserve pada akhir pekan ini.

Hal itu termasuk komentar wakil pimpinan the Federal Reserve Stanley Fischer pada Kamis waktu setempat. Pelaku pasar ingin mengetahui kapan waktu kenaikan suku bunga.

Data ekonomi AS yang dirilis juga memberikan dorongan terhadap harga emas.

Pesanan pabrik turun lebih dari yang diperkirakan sekitar nol koma delapan persen pada Mei.

Laporan itu menunjukkan titik lain dalam sejumlah rilis yang menunjukkan perlambatan ekonomi AS.

Harga emas juga mendapatkan dorongan dari uji coba rudal oleh Korea Utara. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat naik tipis nol koma dua persen.

Sebelumnya, harga emas  naik usai mencapai level terendah dalam enam minggu terpicu pelemahan dolar AS, setelah Senat Amerika Serikat menunda pemungutan suara undang undang kesehatan.

Gubernur Federal Reserve AS Janet Yellen mengatakan bahwa dia tetap berpegang pada rencana menaikkan suku bunga secara bertahap meski inflasi terus berjalan di bawah sasaran the Fed.

“Mungkin emas mengantisipasi sikap yang jauh lebih sulit dari Janet
Yellen dan karena itulah kami reli sedikit melanjutkan penjualannya,” kata Phillip Streible, Broker Komoditas Senior RJO Futures di Chicago.

Permintaan jual mendorong emas ke level terendah dalam enam minggu pada hari Senin, meskipun logam mulia itu gagal menembus di bawah harga rata-rata pergerakan dua ratus hari.

Adapun indeks dolar AS turun satu persen dan Wall Street melemah lebih jauh, setelah pemungutan suara undang-undang kesehatan tertunda di Senat AS.

“Dolar sangat lemah, yang juga memberi dukungan bagi pasar emas yang masih senang di level US$ 1.250,” jelas dia.

Dolar sudah melemah terhadap euro setelah Presiden Bank Sentral Eropa mengatakan bahwa dia mungkin akan mulai mengurangi stimulus ekonomi.

Dolar yang lemah membuat harga emas dolar lebih murah untuk investor non AS.

Komentar