Investor Ambil Keuntungan dari Harga Emas

Penulis: Darmansyah

Jumat, 26 Oktober 2018 | 08:34 WIB

Dibaca: 2 kali

Harga emas hari ini, Jumat, 26 Oktober, beringsut lebih rendah setelah  iInvestor mengambil keuntungan dari lonjakan harga selama beberapa hari terakhir

Seperti ditulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,” Jumat pagi WIB,, harga emas di pasar spot turun hamper setengah persen atau persisnya nol koma empat puluh dua  persen  per ounce.

Sehari sebelumnya, Kamis,harga emas melebihi posisi tertinggi dalam tiga bulan

Hal ini dipicu aksi jual pasar global yang memacu minat pada logam mulia. Emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang lebih aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan.

Sementara harga emas berjangka AS naik

Emas berhenti untuk mengambil napas dan mungkin berkonsolidasi untuk langkah selanjutnya yang mungkin lebih tinggi. Beberapa investor spekulatif akan berada dalam posisi untuk mengambil untung,” kata Analis Mitsubishi, Jonathan Butler.

Dia memperkirakan harga emas akan berada pada beberapa posisi resistensi sekitar USD 1.240.

“Tingkat signifikan berikutnya adalah penghalang psikologis di USD 1.250,” tambahnya.

Harga emas telah naik lebih dari tiga persen sepanjang bulan ini, di jalur untuk memecahkan penurunan beruntun dalam enam bulan, yang terakhir terlihat pada periode Agustus dua puluh empat tahun lalu.

Saham Eropa berusaha untuk rebound pada hari Kamis setelah Wall Street mengalami hari terburuk sejak tujuh tahun silam.

Tapi saham global berada di jalur untuk bulan terburuknya, sejak krisis keuangan satu dekade lalu karena investor menjadi semakin gugup tentang harga saham yang tinggi, kenaikan suku bunga lebih cepat di Amerika Serikat dan perang perdagangan China-AS yang sedang berlangsung.

“Kelemahan ekuitas lebih lanjut kemungkinan akan menarik peserta ke dalam kompleks berharga selama jangka pendek,” pedagang di MKS PAMP mengatakan dalam sebuah catatan.

Mereka menambahkan bahwa harga emas juga bisa bergerak lebih tinggi jika investor spekulatif yang dalam beberapa bulan terakhir menaikkan taruhan pada harga yang lebih rendah dipaksa untuk meninggalkan posisi mereka.

Pasar akan mengawasi perubahan dalam panduan kebijakan atau nada pada pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa pada Kamis. Ini seiring pertikaian antara Italia dan Uni Eropa sekali lagi membuat investor gugup.

Tanda lain meningkatnya minat emas adalah aliran masuk yang lebih tinggi ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust.

Harga emas pada perdagangan sehari sebelumnya naik satu persen.

Dalam perdagangan elektroik, harga emas berjangka melemah  usai laporan the Federal Beige Book terbaru.

Dari laporan itu menunjukkan upah dan harga bergerak lebih tinggi di dua belas distrik the Fed hingga pertengahan Oktober.

“Jadi emas dan perak diuntungkan dari gelombang kecemasan terbaru di pasar saham karena dana safe haven mulai mengalir ke logam mulia,” ujar Analis Zaner Preciuous Metals, seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Dalam laporan disebut, dolar AS melemah membantu harga emas dan perak pada perdagangan sebelumnya.

Namun, berbalik arah sehingga dolar AS menguat dan bersiap untuk posisi tertingginya. Indeks dolar AS naik setengah persen

Selama sepekan, indeks dolar AS sudah menguat nol koma delapan persen.

Sebelumnya pada perdagangan Selasa, investor beralih ke emas usai indeks saham Shanghai turun dua koma tiga persen. Indeks saham Shanghai menguat pada Rabu sedangkan indeks saham AS melemah.

Analis menilai, harga emas tidak banyak reli pada pekan ini meski dibayangi kecemasan dari Arab Saudi dan prospek memburuknya ketegangan AS dan Rusia.

“Kami tidak berpikir masalah itu dapat mendorong emas periode tertentu,” tulis analis.

Sedangkan analis Zaner Precious Metals menilai belum tentu ada pembeli baru untuk emas.

Namun, pelaku pasar cenderung ambil posisi jangka pendek seiring berkurangnya volume perdagangan.

Komentar