Investasi Emas Tidak Lagi Menarik

Penulis: Darmansyah

Jumat, 28 Juni 2013 | 11:43 WIB

Dibaca: 0 kali

Pemilik emas bisa makin kecewa. Mereka kini sedang dalam kondisi dilematis. Melepaskan dagangannya rugi. Menahan barang lebih rugi lagi. Sebab para analis komoditi logammulia emas sepakat bahwa harga emas akan kembali ke posisi awalnya setelah “booming” harga selama tiga tahun terakhir.

Mereka sepakat bahwa harga emas baru “pas” akan bertengger di harga “aslinya” pada pertengahan tahun depan bersamaan dengan makin baiknya ekonomi global. Apakah harga emas akan turun lagi. “Ya,” jawab para analis, terutama dalam artikel terakhir di “blomberg.”

“Blomberg” menunjukkan kenyataan argument analis dengan mencatat perdagangan emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun lagi pada Jumat pagi WIB, untuk memperpanjang kemerosotannya ke posisi terendah dalam 34 bulan. Logam mulia ini tertekan data ekonomi AS yang melampaui estimasi analis sehingga mengikis daya tarik sebagai penyimpan nilai.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman pada Agustus turun 18,2 dollar AS, atau 1,48 persen, menjadi di 1.211,6 dollar AS per ounce. Bahkan, tekanan tidak berhenti dalam perdagangan elektronik, dengan kontrak jatuh ke posisi 1.196,1 dollar AS.

Federal Reserve AS pada 19 Juni mengatakan bahwa pembelian aset mungkin dipertimbangkan kembali jika perekonomian terus membaik.

Pada Mei, pengeluaran konsumen berbalik naik dan penjualan pending home (rumah yang pengurusannya belum selesai) melonjak ke tingkat tertinggi sejak 2006, sementara klaim pengangguran turun pada pekan lalu, seperti pada laporan hari Kamis. Analis pasar percaya bahwa semua ini sangat membebani perdagangan.

Stimulus moneter dari Federal Reserve dan bank sentral lainnya telah dikutip sebagai pendukung kenaikan harga emas dalam beberapa tahun terakhir. Aset-aset dalam SPDR Gold Trust, produk yang didukung oleh logam yang diperdagangkan di bursa terbesar dunia, telah merosot 28 persen tahun ini ke tingkat terendah sejak Februari 2009, di tengah reli ekuitas, dan inflasi yang berhasil diredam.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa belanja konsumen naik 0,3 persen pada Mei, dan upah naik 0,5 persen. Secara terpisah, Departemen Tenaga Kerja mengatakan bahwa klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun 9.000 menjadi 346.000 pada minggu lalu.

Sementara itu, perak untuk pengiriman Juli turun 6 sen, atau 0,32 persen, ditutup pada 18,553 dollar AS per ounce.
Sementara itu harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, pagi Jumat, berada dalam posisi stagnan, setelah mengalami penurunan tajam hari Kamis kemarin. Meski demikian, harga pembelian kembali buy back price justru turun Rp 9 ribu menjadi Rp 384 ribu.

Setelah kemarin merosot Rp 5 ribu per gramnya, hari ini emas Antam stagnan. Melansir logammulia.com, harga emas ukuran 1 gram tetap Rp 493 ribu.

Namun, Antam membatasi transaksi pembelian emas batangan ini. “Pembelian bisa datang Langsung ke Antam Jakarta, setiap harinya kami batasi hingga maksimal 150 nomor antrean saja,” kata keterangan tersebut.

Selanjutnya, harga jual emas 2 gram dihargai Rp 946.000, dengan harga per gramnya senilai Rp 473 ribu, emas 2,5 gram dijual Rp 1,172 juta dengan harga per gram Rp 469 ribu. Lalu, harga emas 3 gram dipatok Rp 1,401 juta dengan harga Rp 467 ribu per gramnya. Harga emas 4 gram senilai Rp 1,856 juta, dengan harga per gram Rp 464 ribu.

Selain itu, harga emas 5 gram ditetapkan Rp 2,32 juta dengan harga per gramnya Rp 464 ribu. Harga emas 10 gram dipatok Rp 4,59 juta, dengan harga per gram Rp 459 ribu. Sementara, harga emas 25 gram dijual Rp 11,4 juta, dengan harga per gram Rp 456 ribu. Harga emas 50 gram sebesar Rp 22,75 juta, dengan harga per gram Rp 455 ribu.

Sedangkan, harga emas 100 gram sebesar Rp 45,45 juta, dengan harga per gram Rp 454.500 dan harga 250 gram mencapai Rp 113,5 juta, dengan harga per gramnya dihargai Rp 454 ribu. Harga emas 500 gram Rp 226,8 juta, dengan harga per gramnya Rp 453.600 per gram.

Komentar