Investasi Emas Sudah Ditinggalkan

Penulis: Darmansyah

Senin, 1 Juli 2013 | 09:56 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global melanjutkan kenaikan untuk hari kedua setelah mengalami penurunan ke level terendah dalam 34 bulan. Meski demikian, pembelian dan kepemilikan dalam produk bullion yang didukung bursa saham terbesar, tetap stabil.

Walau pun mengalami kenaikan yang tipis, para “hedge fund” dunia atau pihak pengelola dana saat ini memangkas dana mereka terhadap emas. Rupanya, mereka tak lagi memandang logam mulia ini sebagai investasi alternatif yang menguntungkan.

Emas jenis Spot naik 0,9 persen menjadi USD1.245,20 per troy ons di Singapura. Harga sempat merosot ke USD1.180,50 pada 28 Juni, terendah sejak Agustus 2010. Emas ditutup mengalami penurunan 23 persen dalam tiga bulan terakhir, lantaran adanya spekulasi Federal Reserve AS akan mengurangi stimulus karena ekonomi membaik.

Aset di SPDR Gold Trust, ETP bullion yang didukung bursa saham terbesar, tidak berubah untuk hari ketiga pada 28 Juni setelah turun pada 25 Juni, terkecil sejak Februari 2009.

“Emas rebound pada permintaan fisik yang lebih tinggi untuk perhiasan emas, koin dan batangan setelah harga turun,” kata analis di Commonwealth, Lachlan Shaw, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin 1 Juni 2013..

Meski demikian, kepemilikan kontrak emas jangka pendek naik 5 persen menjadi 77.027, rekor kedua tertinggi. Selain itu, para trader yang optimistis terhadap harga 18 komoditas juga merosot 9 persen, terbesar dalam 12 pekan terakhir.

“Faktor-faktor yang menyokong harga emas mulai menghilang satu per satu. Kecemasan mengenai inflasi tak lagi ada seiring pernyataan the Fed yang berencana menghentikan stimulusnya pada satu titik tertentu. Selain itu, saar risiko makroekonomi berkurang, hal-hal penyokong emas pun kian memudar,” jelas Mark Luschini, chief investment strategist Janney Montgomery Scott LLC di Philadelphia.

Sebelumnya, sejumlah bank seperti Goldman dan Credit Suisse Group memangkas prediksi harga emas mereka pada pekan lalu setelah the Fed menyatakan untuk mempertimbangkan penghentian stimulus.
Sementara itu harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, dalam pembukaan perdagangan Senin pagi, stagnan. Meski demikian, harga pembelian kembali atau yang dikenal dengan buy back price naik Rp10 ribu menjadi Rp 394 ribu.

Setelah stagnan pada akhir pekan kemarin, hari ini emas Antam masih belum mau bergerak. Dikutip dari situs logammulia.com, Senin, harga emas ukuran 1 gram tetap Rp 493 ribu.

Namun, Antam membatasi transaksi pembelian emas batangan ini. “Pembelian bisa datang Langsung ke Antam Jakarta, setiap harinya kami batasi hingga maksimal 150 nomor antrean saja,” kata keterangan tersebut.

Selanjutnya, harga jual emas 2 gram dihargai Rp 946.000, dengan harga per gramnya senilai Rp 473 ribu, emas 2,5 gram dijual Rp1,172 juta dengan harga per gram Rp 469 ribu. Lalu, harga emas 3 gram dipatok Rp 1,401 juta dengan harga Rp 467 ribu per gramnya. Harga emas 4 gram senilai Rp 1,856 juta, dengan harga per gram Rp 464 ribu.

Selain itu, harga emas 5 gram ditetapkan Rp 2,32 juta dengan harga per gramnya Rp 464 ribu. Harga emas 10 gram dipatok Rp 4,59 juta, dengan harga per gram Rp 459 ribu. Sementara, harga emas 25 gram dijual Rp 11,4 juta, dengan harga per gram Rp 456 ribu. Harga emas 50 gram sebesar Rp 22,75 juta, dengan harga per gram Rp 455 ribu.

Sedangkan, harga emas 100 gram sebesar Rp 45,45 juta, dengan harga per gram Rp 454.500 dan harga 250 gram mencapai Rp 113,5 juta, dengan harga per gramnya dihargai Rp 454 ribu. Harga emas 500 gram Rp 226,8 juta, dengan harga per gramnya Rp 453.600 per gram.

Komentar