Ingin Beli Emas? Tunda Saja Dulu!!

Penulis: Darmansyah

Selasa, 2 Juli 2013 | 11:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Pergerakan harga emas global yang menguat tipis di pasar komoditi berjangka New York, London, Hongkong dan Singapura membuat perdagangan emas di PT Aneka Tambak Tbk atau Antam melepaskan dirinya diri dari stagnan yang telah berlangsung selama dua hari terakhir.

Pagi ini, berdasarkan kutipan dari situsnya, “logammulia,”  harga emas yang dijual perusahaan yang dipercaya sebagai standar harga dan mutu emas di Indonesia,  PT Aneka Tambang Tbk  mampu naik seribu rupiah untuk setiap gramnya. Sedangkan harga pembelian kembali atau dikenal dengan  buy back price naik lebih tinggi  Rp 6 ribu untuk bertengger pada angka  Rp 400 ribu setiap gramnya

Seperti yang di kutip dari situs  Bloomberg, harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange atai dikenal dengan NYMEX pada pada perdagangan Selasa WIB,  turun 1,7 dollar AS ke 1.254 dollar AS per ounce untuk kontrak pengiriman 13 Agustus 2013.

Membaiknya ekonomi Amerika Serikat  dan bersinarnya kinerja bursanya membuat investor emas  khawatir. Sebab, perbaikan ekonomi AS bisa mengalihkan kepercayaan investor dari emas ke produk investasi lain seperti saham dan obligasi.

Pengamat investasi Leo Hadi Loe mengatakan,  kondisi harga emas yang berada di posisi 1.240,30 dollar AS per ounce masih berpotensi untuk turun lagi. Ia meyakini, posisi tawar emas sebagai investasi kini semakin redup bersamaan meningkatnya godaaan keuntungan saham dan obligasi.

Menurut Leo, jika ekonomi AS dan bursa saham AS terus menggeliat naik, maka emas bisa ditinggalkan.Potensi penurunan harga emas lainnya adalah biaya produksi emas yang masih di bawah harga jual emas saat ini. Menurutnya, seandainya emas dijual di harga 1.000 dollar AS per ounce, maka produsen emas masih mendulang keuntungan 200 dollar AS sampai 300 dollar AS per ounce.

“Karena ongkos produksi emas sekitar 700–800 dollar AS per ounce,” jelas Leo.

Atas pertimbangan produksi itu, Leo menilai penurunan harga emas masih logis terjadi. Sebaiknya tunggu harga emas itu sampai titik terbawahnya, barulah membeli. Bagi yang sudah membeli di harga 1.500 dollar AS per ounce, siap-siap saja cut loss,” terangnya.

Penilaian dari Leo cukup beralasan, apalagi Goldman Sachs Group Inc memangkas proyeksi harga emas hingga 2014 mendatang. Dalam laporannya yang dirilis hari awal pekan ini, Goldman memangkas prediksi harga emas tahun depan menjadi 1.050 dollar AS per troy ounce dari sebelumnya 1.270 dollar AS per troy ounce.

Menurut analis Goldman, Damien Courvalin dan Jeffrey Currie, saat ini investor mencemaskan langkah The Federal Reserve yang berencana mengurangi kebijakan quantitative easing hingga akhir tahun ini dan menghentikannya pada pertengahan tahun depan.

Perdagangan emas di Antam, Selasa, tetap  membatasi transaksi pembelian emas batangan ini. “Pembelian bisa datang Langsung ke Antam Jakarta, setiap harinya kami batasi hingga maksimal 150 nomor antrean saja,” kata keterangan tersebut.

Selanjutnya, harga jual emas 2 gram dihargai Rp 948.000, dengan harga per gramnya senilai Rp474 ribu, emas 2,5 gram dijual Rp1,175 juta dengan harga per gram Rp 470 ribu. Lalu, harga emas 3 gram dipatok Rp1,404 juta dengan harga Rp468 ribu per gramnya. Harga emas 4 gram senilai Rp1,860 juta, dengan harga per gram Rp465 ribu.

Selain itu, harga emas 5 gram ditetapkan Rp2,325 juta dengan harga per gramnya Rp 465 ribu. Harga emas 10 gram dipatok Rp 4,6 juta, dengan harga per gram Rp 460 ribu. Sementara, harga emas 25 gram dijual Rp11,425 juta, dengan harga per gram Rp 457 ribu. Harga emas 50 gram sebesar Rp 22,8 juta, dengan harga per gram Rp 456 ribu.

Sedangkan, harga emas 100 gram sebesar Rp 45,55 juta, dengan harga per gram Rp 455.500 dan harga 250 gram mencapai Rp  113,75 juta, dengan harga per gramnya dihargai Rp455 ribu. Harga emas 500 gram Rp 227,3 juta, dengan harga per gramnya Rp 454.600 per gram.

sumber: blomberg, kontan, logammulia

Komentar