Inflasi Hambat Kenaikan Harga Emas Dunia

Penulis: Darmansyah

Jumat, 15 September 2017 | 09:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas dunia naik pada penutupan perdagangan di Merachantil Comex Newa York,  Kamis waktu setempat atau Jumat WIB,  dan  memperbaiki kinerja pada pelemahan pada ketiga  sesi sebelumnya.

Namun, cuplikan dari level inflasi konsumen lebih panas dari yang dibayangkan sehingga membatasi inflasi.

“Setelah serangkaian pembacaan yang lemah, bahkan dengan kenaikan hari ini, inflasi masih jauh di bawah target dua persen,” kata Adrienne Murphy, analis pasar utama di AvaTrade seperti dilansir dari Marketwatch pada waktu yang sama .

“Faktor ekonomi utama ini akan menghambat rencana  Federal Reserve menaikkan suku bunga,” imbuhnya.

Data pada Kamis menunjukkan indeks harga konsumen naik hampir setengah  persen pada Agustus yang merupakan kenaikan tertinggi sejak Januari.

Kenaikan ini mengakibatkan inflasi juga naik .

Sementara dolar menurut ICE indeks, melemah sehingga membantu kenaikan dari harga komoditas logam kuning ini.

Harga emas untuk kontrak Desember naik  tipis

Sehari sebelumnya, Kamis, harga emas dunia, kembali terhenyak oleh penguatan dolar.

“Harga emas melemah sehingga menyentuh level terendah didorong indeks dolar Amerika Serikat  menguat,” tulis “reuter”

Harga emas untuk pengiriman Desember turun  setengah  persen untuk tiap ounce.

Harga emas melemah dari level tertinggi secara harian di atas US$ 1.340.

Harga emas itu terendah sejak 31 Agustus.

Sementara itu, bursa saham AS menguat meski indeks saham S&P 500 hanya naik terbatas.

Sebelumnya harga emas sempat menguat selama tiga minggu berturut-turut. Hal itu didorong kekhawatiran terhadap Korea Utara yang melakukan uji coba rudalnya.

Selain itu, sanksi baru terhadap Korea Utara yang disepakati oleh Dewan Keamanan PBB tidak semaksimal yang diminta Amerika Serikat.

“Tentu ada banyak risiko geopolitik yang mendasari pasar saat ini. Bahkan jika ada tindakan provokasi dan dalam keadaan tenang,” ujar Craig Erlam Analis Senior Oanda.

Adapun pasar sedang kebijakan the Federal Reserve atau bank sentral AS. The Federal Reserve sudah menaikkan suku bunga dua kali pada tahun ini

Ini sebagai respons terhadap pertumbuhan ekonomi yang stabil dan tingkat pengangguran yang menurun.

Akan tetapi data inflasi stagnan sehingga menurunkan harapan pasar soal kenaikan suku bunga. Kebijakan suku bunga the Federal Reserve mempengaruhi harga emas.

Sehari sebelumnya, Kamis harga emas mengalami kenaikan tipis setelah selama satu hari tertekan oleh isu penguatan dollar

Seperti ditulis “reuter,’  harga emas di pasar spot  sempat mencapai titik terendah sejak 1 September dan di sesi perdagangan lanjutan kembali naik.

Sedangkan harga emas berjangka AS  turun

Berbalik positifnya harga emas ini  setelah Presiden Trump mengatakan bahwa sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa  terhadap Korea Utara hanya merupakan langkah kecil dan tidak akan berdampak apa-apa dibadning dengan apak yang telah dilakukan negara tersebut dengan mengembangkan nuklir.

DK PBB telah megeluarkan sanksi baru terhadap Korea Utara. Sanksi itu dikeluarkan satu minggu setelah Korut melakukan uji coba nuklir keenam.

Enam enam sasaran utama sanksi DK PBB adalah menutup akses Korut untuk mengimpor minyak, melarang ekspor tekstil, mengakhiri kontrak kerja tenaga kerja Korut di luar negeri, menekan upaya penyelundupan, menghentikan bisnis

Korut dengan negara lain, dan memberi sanksi kepada beberapa pejabat Korut.

“Itu retorika yang cukup agresif dari Trump dan mampu membawa harga emas kembali naik,” jelas analis senior RJO F

Komentar