Hari Ini Harga Emas Terus Membubung

Penulis: Darmansyah

Jumat, 8 Januari 2016 | 09:07 WIB

Dibaca: 0 kali

Emas global, hari ini, Jumat, 08 Januari 2016, terus melanjutkan reli harga dengan kenaikan delapan belas dollar untuk setiap ounce. Di di divisi COMEX New York Mercantile Exchange harga emas ditutup naik untuk hari keempat berturut-turut.

Kenaikan harga ini disebabkanoleh ketidakstabilan geopolitik mendorong para investor beralih ke logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik enam belas dolar AS, atau mendekati satu setengah persen per ounce-nya.

Uji coba bom hidrogen Korea Utara dan berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah, menjadi pendorong investor memburu emas sebagai aset “safe haven”.

Pasar saham AS melorot, mengikuti merahnya bursa Asia yan bereaksi terhadap uji coba bom hidrogen Korut. Indeks Dow Jones Industrial Average turun.

Analis mencatat, saat ekuitas AS membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.

Emas terus bergerak ke harga lebih tinggi di tengah gejolak pasar global yang sedang berlangsung.
Logam emas terdorong ke atas di level sembilan minggu tertinggi pada kisaan USD 1109 per troy ounce.

Untuk pertama kalinya dalam sembilan minggu pada hari Kamis, investor menyalurkan uang untuk masuk ke logam emas yang berfungsi sebagai safe haven di tengah tekanan pada pasar saham global, kekhawatiran atas perekonomian Cina dan ketegangan geopolitik.

Bursa saham China kembali jatuh sekali lagi dan perdagangan dihentikan oleh pemutus sirkuit dalam tiga puluh menit sesi pertama sehingga membuat pasar saham global bergetar dan mendorong saham AS melemah tajam sekali lagi.

Saham-saham China turun sebanyak 7 persen pada hari Kamis dalam kurang dari setengah jam perdagangan dan memicu pemutus sirkuit yang menghentikan perdagangan selama sisa hari.

Pihak berwenang China kembali mendevaluasi mata uang yuan dan ada kekhawatiran bahwa devaluasi akan dilakukan lebih lanjut.

Jika hal itu terjadi, adalah wajar untuk berpikir bahwa negara-negara Asia lainnya akan berusaha untuk mendevaluasi mata uangnya.

Sementara itu PBoC telah terus meningkatkan cadangan emasnya dengan secara resmi mengumumkan pembelian emas sebanyak sembilan belas ton lebih pada bulan Desember dan membuat cadangan emas leinnya yang lebih besar

Aksi jual di bursa China dengan cepat menyebar ke seluruh bursa Asia, termasuk Jepang, Hong Kong dan pasar saham Australia.

Pasar saham Eropa juga mengalami tekanan jual yang cukup kuat pada hari Kamis.

Trader dan investor akan fokus pada laporan pekerjaan AS yang akan dirilis Jumat. Non-farm payrolls AS yang merupakan laporan kerja Departemen Tenaga Kerja diperkirakan akan menunjukkan kenaikan di bulan Desember.

Sehari sebelumnya, Kamis, 07 Januari 2016, harga emas sudah mendekati posisi tertinggi dalam tujuh pekan ini didorong

Seperti ditulis di laman situs “Reuters,” harga emas di pasar spot sempat naik lebih dari satu persen
Harga ini mendekati posisi puncak sejak 16 November.

Sementara emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari juga naik .

Harga logam mulia ini telah menembus level grafik kunci di US$ 1.088 per ounce, menjadi pertanda emas kembali dipercaya usai mengalami rebound dua kali dari posisi US$ 1.045 pada bulan Desember, menurut para analis.

“Situasi geopolitik bersama sell-off global memicu langkah ini,” jelas Naeem Aslam, Kepala Analis Pasar Ava Trade.

Beberapa kondisi yang mendorong harga emas, mulai dari jatuhnya pasar saham dunia untuk hari kelima dipicu kekhawatiran tentang kondisi ekonomi China, di mana negara ini terlihat membiarkan yuan terus melemah.

Selain itu, langkah uji coba nuklir Korea Utara menambah daftar kekhawatiran politik dunia. Korea Utara mengatakan, pihaknya berhasil menguji perangkat nuklir hidrogen, sebagai tanda peringatan kepada Jepang dan Korea Selatan.

Hubungan antara Arab Saudi dan Iran yang memanas selama akhir pekan usai eksekusi seorang ulama Syiah, dan memicu badai protes di Teheran ikut menambah kekhawatiran global.

“Beberapa keengganan risiko mendorong arus safe haven dan membantu emas,” kata analis Societe Generale Robin Bhar.

Dia mengatakan, saat ini investor melompat kembali dan mencari aset yang memberikan perlindungan nilai karena beberapa ketidakpastian atas kondisi global.

Harga emas turun sepuluh persen pada tahun lalu di tengah kekhawatiran tentang kebijakan kenaikan suku bunga AS.

The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade bulan lalu dan diperkirakan akan berlanjut di tahun ini

Komentar