Hari Ini Harga Emas Mengalami Tekanan

Penulis: Darmansyah

Kamis, 30 Agustus 2018 | 07:59 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas hari ini, Kamis, 30 Agustus, di Comex Mercanthil Exchange, New York, berada dalam posisi tertekan bersamaan dengan adanya revisi terhadap data produk domestik bruto Amerika Serikat  pada kuartal kedua tahun ini.

Selain itu, indeks dolar AS juga stabil sehingga menekan harga logam.

Seperti ditulis laman ekonomi dan keuangan “Bloomberg,” pagi Kamis WIB, harga emas untuk pengiriman Desember turun nol koma dua persen per ounce.

Sepanjang pekan ini, indeks dolar AS susut nol koma satu persenusai sentuh level tertingginya

Pergerakan dolar AS didorong investor mencerna data revisi PDB kuartalkeduaI yang naik ke posisi empat koma du2 persen.

Data penjualan rumah yang tertunda pada Juli juga melemah nol koma tujuh persen.

Sektor ini mencatat sejumlah data melemah termasuk penjualan rumah yang turun ke level terendah dalam dua setengah tahun.

“Emas sedang hadapi angin usai rilis PDB pada kuartal II yang lebih tinggi dari 4,2 persen.”

“Dan berita AS-Kanada yang melanjutkan negosiasi perdagangan juga berdampak terhadap pasar saham yang positif dan menekan minat aset safe haven,” ujar Wakil Presiden Direktur GoldMining Inc, Jeff Wright, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis pagi WIB.

Ia menambahkan, harga emas juga dapat dorongan dari AS dan Kanada yang capai kesepakatan.

Hal itu pengaruhi indeks dolar AS yang menjadi penghalang utama emas pada tahun ini

Harga emas sering ditransaksikan lebih tinggi dari dolar AS melemah dan sebaliknya.

Hingga Agustus 2018 harga emas turun sekitar delapan persen. Sedangkan dolar AS yang bergejolak membuat, harga emas stabil di atas USD 1.200.

“Penguatan harga emas hanya jangka pendek. Salah satu alasan kami melihat harga emas melemah karena ekonomi AS sedang kuat dan konsumen merasa yakin tentang hal Ini sebagaimana terbukti dalam data ekonomi kemarin,” ujar  Naeem Aslam, Kepala Analis Think Markets.

Ia menambahkan, faktor siklus kenaikan suku bunga juga dorong dolar AS lebih tinggi.

The federal Reserve atau bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan lebih tinggi pada September dan Desember. Ditambah pengetatan moneter pada 2019.

Secara teknikal, harga emas di level support USD 1.200.

Kepala Analis ActivTraders, Carlo De Cas menuturkan, tingkat kunci harga emas berikutnya

“Kenaikan di atas  seribu dua ratus dua puluh dollar menjadi dorong positif yang pertama dengan target potensial,” ujar dia.

Harga logam lainnya antara lain harga perak melemah setengah persen

Harga tembaga susut hampir satu persen  per pound. Sedangkan harga platinum untuk pengiriman Oktober naik nol koma satu persen per ounce. Harga palladium naik dua persen per ounce.

Komentar