Hari Ini Harga Emas Mengalami Penurunan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 15 Maret 2019 | 07:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua hari setelah mengalami kenaikan, di pertengahan pekan ini, Jumat, 15 Maret, harga emas kembali tergelincir lebih dari satu persen

Tergelincirnya harga emas ini disebabkan karena adanya kekhawatiran tidak akan adanya kesepakatan Brexit dan menguatnya dollar.terhadap pound sterling menjelang pemungutan suara untuk memperpanjang batas waktu keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Seperti ditulis laman keuangan “Bloomberg,” harga emas di pasar spot turun satu persen per ounce dan merupakan penurunan tertinggi sejak Maret.

Sementara harga emas berjangka AS menetap satu koma satu persen lebih rendah per ounce.

“Kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan telah meningkatkan kemungkinan meluasnya pembelian emas, dan mempengaruhi harga,” kata Suki Cooper, Analis Logam Mulia di Standard Chartered Bank.

Indeks Dolar AS menguat terhadap pound menjelang pemungutan suara parlemen, yang diharapkan menyerukan penundaan Brexit di kemudian hari.

Hal yang juga menghambat permintaan untuk emas, terkait lonjakan ekuitas global pada saham Eropa sebagai risiko perceraian memudarnya kesepakatan perceraian Inggris-Uni Eropa.

Harga emas dan perak juga mengalami pullback korektif setelah mencapai posisi tertinggi dua minggu pada hari Rabu,” jelas Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco Metals dalam sebuah catatan.

Pembicaraan perdagangan AS-Cina ikut membuat para investor khawatir. Presiden AS Donald Trump mengatakan tentang kemajuan dalam pembicaraan, namun muncul laporan yang mengatakan para pemimpin kedua negara menunda pertemuan mereka berikutnya hingga setidaknya April.

Trump sebelumnya menekankan bahwa ia “tidak terburu-buru” untuk mendapatkan kesepakatan dengan China.

Dolar telah menjadi tempat perlindungan yang lebih disukai bagi investor yang prihatin dengan meningkatnya ketegangan perdagangan sejak tahun lalu.

Namun, para analis mengatakan permintaan untuk logam mungkin segera meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menahan diri dari menaikkan suku bunga setelah pertemuan kebijakannya pada minggu depan.

“Kami berharap Fed tetap ditahan, dan mata uang utama lainnya, seiring langkah bank sentral untuk tidak menaikkan suku bunga atau menjadi lebih lambat. Selain itu, kami mengharapkan treasury sepuluh-tahun AS bisa turun. Ini harus mendukung harga emas,” kata Analis ABN Amro.

Adapun harga perak tergelincir untuk pertama kalinya dalam lima pekan terakhir  dan turun hampir dua  persen

Kemarin, Kamis, 14 Maret,  harga emas kembali menemukan momentum kenaikannnya bersamaan dengann   imbas sentiment berxit.

Seperti yang ditulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,” Kamis pagi WIB,  harga emas  menguat dan merupakan level tertinggi hingga kini.

Rencana Perdana Menteri Inggris There May hadapi pemungutan suara baru pada akhir sesi usai revisi kesepakatan yang ditolak pada Selasa.

Kekhawatiran akan keluarnya Inggris dari Uni Eropa sebelum batas waktu  akhir Maret  ini

Inggris akan  meninggalkan zona euro telah membantu mendorong minat aset safe haven seperti emas.

Harga emas untuk pengiriman April naik hampir satu persen atau persisnya nol koma sembilan persen per ounce. Harga emas alami kenaikan kedua berturut-turut dan terpanjang sejak pertengahan Februari. Hal ini berdasarkan data FactSet.

Pada Selasa malam, Perdana Menteri Inggris Theresa May kehilangan hak suara atas revisi Brexit seperti yang diharapkan dengan selisih seratus empat puluh sembilan suara, meski mengamankan konsesi menit terakhir dari Uni Eropa atas kesepakatan pada Senin. Kemudian Rabu, parlemen akan memilih untuk mengesampingkan atau keluar dari Uni Eropa.

“Ketidakpastian mengenai Brexit mungkin memicu beberapa pembelian safe haven, tetapi kami berpendapat kalau aksi dolar AS adalah kuncinya,” ujar Analis Zaner Precius Metals dalam catatan harian, seperti dikutip dari laman Marketwatch

“Parlemen Inggris memiliki suara lain untuk memutusman apakah meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan. Pemungutan suara ya mungkin memicu minat lebih pada logam, tetapi pelaku pasar juga menyadari efek mata uang. Jika pound terpukul keras, bisa mendukung dolar AS dan menekan emas dan perak,” tulis Zaner.

Sementara itu, indeks dolar AS melemah nol  koma dua persen seiring pound menguat jelang pemungutan suara Brexit. Dolar AS melemah biasanya mendukung harga emas.

Beberapa data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan tidak banyak mendukung dolar AS.

Harga logam lainnya yaitu harga tembaga untuk pengiriman Mei bertambah nol koma dua persen per pound. Harga palladium naik satu koma satu persen per ounce.

“Prospek kebijakan moneter China yang akomodatif mendorong prospek permintaan sehingga dukung palladium,” tulis Analis Zaner.

Setelah mengalami penurunan harga selama dua pekan terakhir, selama dua haru berturut-turut  , harga emas global l mengalami kenaiksan bersamaan dengan tekanan yang dialami dollar

Seperti ditulis laman keuangan “Bloomberg,” Rabu pagi WIB, harga emas naik tipis  didukung oleh pelemahan dolar Amerika Serikat) setelah adanya terobosan nyata dalam negosiasi Brexit antara Uni eropa dengan Inggris.

Namun, penguatan pasar saham membatasi gerak harga emas.

Hrrga emas di pasar spor naik nol koma tiga puluh enam persen per ounce. Sedangkan untuk harga emas AS naik nol loma enam persen  per ounce.

Analis Capital Economics Ross Strachan mengatakan, pelemahan dolar AS terjadi setelah adanya tanda-tanda kesepakatan pada pembicaraan Brexit. Hal tersebut memberikan dukungan jangka pendek kepada emas.

Nilai tukar dolar AS jatuh dari posisi tertinggi dalam tiga bulan. Hal tersebut membuat emas batangan lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun sayangnya, kenaikan harga emas tak terlalu tinggi. Perubahan pada menit-menit terakhir terhadap pengaturan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa memicu kenaikan saham global sehingga mendorong investor mengalihkan dananya ke saham dari emas.

Komentar