Hari Ini Harga Emas Lewati Masa Peceklik

Penulis: Darmansyah

Selasa, 21 Agustus 2018 | 08:49 WIB

Dibaca: 1 kali

Setelah melewati masa “peceklik” dan jatuh pada harga terendah, hari ini, Selasa, 21 Agustus, harga emas dunia di Comex Merchantil Exchange, melonjak bersamaan dengan terjadinya penguatan mata uang Cina, yuan.

Harga emas naik pada hari ini setelah  menyentuh level terendah lebih darienam  bulan,” tulis laman keuangan dan ekonomi “Bloomberg,” Selasa pagi WIB.

Kenaikan harga emas ditopang penguatan mata uang China.

Yuan membuat logam mulia itu  menjadi lebih murah untuk konsumen emas terbesar dunia.

Dilansir dari Reuters, harga emas tergerus tiga belas persen dari level tertinggi April karena dolar AS menguat terhadap yuan dan mata uang lainnya.

Namun tekanan itu mereda setelah berita pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat-China yang direncanakan untuk minggu ini membantu mengangkat yuan, kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

Harga emas di pasar spot naik nol koma tiga persen  per ounce, setelah kemerosotan pada Kamis pecan lalu dan terendah sejak Januari tahun lalu

Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember  juga ditutup naik

Harga yang lebih rendah memicu kebangkitan permintaan emas fisik di Asia.

“Harga yang lebih rendah juga memicu peningkatan permintaan emas dari para pemburu emas murah yang justru mendorong harga emas lebih tinggi, kata analis ThinkMarkets.com, Naeem Aslam. Jika yuan China terus menguat, emas akan menjadi lebih murah bagi investor China.

Tekanan terhadap harga emas dari spekulan tetap kuat. Investor mengantisipasi pidato Gubernur Bank Sentral AS atau The Fed Jerome Powell pada simposium ekonomi di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat mendatang, di mana ia mungkin memberikan petunjuk tentang laju kenaikan suku bunga AS, analis mengatakan.

Kenaikan suku bunga membuat emas, yang tidak membayar bunga dan adannya biaya untuk menyimpan dan menjamin, menjadi kurang menarik.

Harga emas kemungkinan terus  berpeluang stabil pada pekan ini.

Hal itu seiring harapan tekanan terhadap harga emas mereda.

“Ini adalah waktu untuk harga emas beranjak dari level terendah. Kami harapkan kenaikan terbatas dolar AS, stabilisasi dan pemulihan yuan,” ujar Analis ABN Ambro, Georgette Boelle seperti dikutip dari laman Kitco

Analis teknikal Kitco, Jim Wyckoff menuturkan, tekanan terhadap harga emas terlihat mereda. Kemungkinan harga emas kembali menguat. Banyak analis melihat tekanan terhadap harga emas didorong dolar AS.

“Pergerakan harga emas didorong menguatnya dolar AS. Ini telah secara berkala ungguli basis lintas mata uang tetapi emas didorong dolar AS menguat,” ujar Analis ICBC Standard Bank Marcus Garvey.

Dengan investor bertanya-tanya apakah dolar AS telah mencuri daya tarik emas yang juga safe haven di tengah ketegangan perang dagang, Garvey menuturkan, dolar AS bukanlah safe haven yang baru. Hal tersebut bukan risiko.

“Jika Anda melihat rujukan dari pasar negara berkembang dan beberapa pasar komoditas. Dinamika belum benar-benar sesuai dengan kondisi risiko.”

“Bahkan kinerja emas seusai dengan saham yang masih kuat terutama di AS dan dolar AS yang menguat. Agar emas mulai berkinerja lebih baik kemungkinan membutuhkan aksi jual di saham,” kata dia.

Komentar