Hari Ini Harga Emas Kembali Melambung

Penulis: Darmansyah

Rabu, 22 November 2017 | 09:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Sehari setelah mengalami tekanan, hari ini, Rabu, 22 November, harga emas dunia kembali menguat bersamaan dengan ambruknya dollar.

Harga emas melambung  dan investor menunggu keluarnya risalah pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat  atau the Rederal Reserve mengenai arah kebijakan suku bunga.

Selain itu, harga emas juga naik karena mendapat keuntungan dari beberapa pembelian investor yang memang tengah memburu aset-aset safe haven karena adanya krisis politik di Jerman.

Seperti ditulis laman “bloomberg,” hari ini, Rabu, harga emas di pasar spot naik hampir setengah  persen per ounce di New York.

Pada perdagangan sehari sebelumnya harga emas turun cukup dalam dan menjadi penurunan terbesar sejak 11 September.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup  juga naik.

“Melihat bahwa harga emas dan perak mengalami penurunan yang cukup dalam pada perdagangan Senin kemarin maka pada Selasa pelaku pasar sedikit melakukan bargain hunting dengan masuk kembali ke pasar,” jelas analis High Ridge Futures, Chicago, David Meger.

The Fed pada hari ini akan mengeluarkan risalah harus pertemuan bulanan. Dalam risalah tersebut terdapat sinyal mengenai kebijakan moneter AS.

“Kenaikan suku bunga the Fed pada Desember hampir menjadi kenyataan. Saat ini orang-orang lebih banyak mencari arah kebijakan untuk masa depan,” jelas analis komoditas ABN AMRO Georgette Boelle.

Sehari sebelumnya, Selasa, harga emas  terhenyak sebesar satu persen di Comex Merchantil Exchange, New, York, setelah menguat dollar.

“Harga emas turun lebih dari satu persen, mengalah seiring penguatan dolar Amerika Serikat serta prediksi Bank Sentral kembali menaikkan kenaikan suku bunga acuan,” tulis laman “bloomberg,” Selasa pagi WIB

Harga emas di pasar spot turun satu koma empat persen  per ounce.

Harga emas turun dari posisi puncak pada Jumat atau terkuat sejak 16 Oktober

Adapun emas berjangka AS turun satu koma enam persen  per ounce.

Harga emas dipengaruhi dolar yang kembali perkasa.

Dolar menyentuh posisi tertinggi terhadap mata uang lainnya hampir seminggu.

Seperti terhadap euro yang melemah di tengah kegagalan Merkel membentuk pemerintah koalisi tiga arah.

Di sisi lain, ekuitas global naik seiring kepercayaan atas pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia dan gagalnya pembicaraan pemerintah Jerman.

“Pembalikan ini tidak terlalu mengejutkan karena pernah terjadi,” kata Rob Haworth, Ahli Strategi Investasi Senior Bank Wealth Management AS.

“Dolar menguat … dan kemungkinan tingkat suku bunga kembali naik. Saya pikir kita  pada bulan Desember akan melihat dua atau tiga tahun depan,” dia menambahkan.

Federal Reserve diprediksi akan kembali menaikkan tingkat suku bunganya pada pertemuan Desember.

Goldman Sachs mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan pasar tenaga kerja yang ketat dan gambaran inflasi yang lebih normal akan mendorong the Fed menaikkan suku bunga keempat kalinya pada tahun depan.

Sehari sebelumnya, Senin, harga emas naik seiring dolar Amerika Serikat  dan wall street yang tertekan.

Harga emas itu termasuk di level tertinggi sejak awal Juni.

Pergerakan indeks dolar AS membayangi harga emas. Indeks dolar AS turun

Tekanan indeks dolar AS juga diikuti dengan bursa saham AS yang tertekan.

Komentar