close
Nuganomics

Hari Ini Harga Emas Global Masih Stabil

Harga emas, baik lokal maupun global, hari ini, Rabu, 16 Desember 2015, tak banyak bergerak dibanding dengan perdagangan sehari sebelumnya, Selasa, setelah pada perdagangan hari Senin, di pembukaan perdagangan awal pekan.

Pelaku pasar, baik di manca negara maupun PT Aneka Tambang atau Antam di tingkat lokal, lebih memilih menunggu hasil keputusan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve terhadap kenaikan suku bunga.

Seperti yang dikutip “nuga,” dari kantor berita “reuter,” Rabu, 16 Desember 2015, harga emas di pasar spot hanya turun sangat tipis. Sedangkan untuk harga emas di pasar berjangka AS untuk pengiriman Februari juga turun dalam kerangka persentase yang sama.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah jatuh lebih dari sepuluh persen.

Sentimen yang menekan harga emas adalah rencana kenaikan suku bunga The Fed.

Kenaikan suku bunga The Fed mendorong penguatan nilai tukar dolar AS dan penguatan dolar AS ini menjadi penekan harga emas.

Memang, wacana kenaikan suku bunga The Fed sudah ada sejak akhir tahun lalu.

“Sebagian besar investor menahan napas menunggu hasil keputusan Bank Sentral AS,” jelas analis senior divisi Wealth Management di U.S. Bank, Seattle, AS, Rob Haworth.

Para pejabat di Bank Sentral AS sedang mengadakan rapat Federal Open Market Committee dalam dua hari ini. rencananya, Gubernur The Fed Janet Yellen akan mengumumkan hasil rapat tersebut pada 16 Desember pukul 14.00, siang, waktu setempat.

Meskipun hasil rapat belum di umumkan, namun dari jauh-jauh hari sebelumnya beberapa pejabat The Fed sudah memberikan sinyal bahwa kemungkinan besar kenaikan suku bunga akan dilakukan di akhir tahun ini.

“Data-data yang ada telah mengarah bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga di tahun ini. Pertanyaannya, apa yang akan dilakukan setelahnya,” tambah Haworth.

Tak hanya emas yang tertekan, harga perak pun mencapai level terendah sejak Agustus enam tahun silam.
Rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS mempengaruhi gerak seluruh harga logam mulia.

Sehari sebelumnya, Selasa, harga emas sempat menguat tipis di sesi awal perdagangan pada region Asia.

Harga emas ini pun rentan terhadap penurunan kembali ke posisi terendah seiring harapan kenaikan suku bunga.

Fokus perhatian pelaku pasar kini menanti hasil pertemuan bank sentral AS pada pekan ini

Dengan kenaikan suku bunga tersebut dapat memangkas permintaan emas. Selain itu juga dapat meningkatkan dolar AS.

Mengutip riset www.fortiasiafutures.com, harga emas turun tajam di tengah dolar AS mendatar. Investor masih menunggu hasil dari pertemuan bank sentral AS pada pekan ini.

Investor memiliki cukup waktu untuk meninjau sejumlah kebijakan utama yang selama ini menjadi dasar bagi bank sentral AS untuk menaikkan tingkat suku bunga.

Data tenaga kerja yang kuat dalam dua bulan terakhir juga telah mendorong komentar agresif dari anggota bank sentral AS atau the Fed.

“Emas hingga sesi perdagangan di Asia masih bergulir di bawah rata-rata pergerakan Logam itu bergerak turun.,” tulis riset itu

Pada perdagangan emas domestik, PT Aneka Tambang Tbk atau Antam masih menetapkan harga seperti sehari sebelumnya di Rp 547 ribu per gram

Sementara arga pembelian kembali atau harga buyback emas Antam turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 478 ribu per gram.

Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 478 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB emas Antam untuk seluruh ukuran masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.