Hari Ini Harga Emas Global Kembali Naik

Penulis: Darmansyah

Rabu, 20 Maret 2019 | 09:21 WIB

Dibaca: 1 kali

Dollar hari ini, Rabu, 20 Maret, kembali melemah yang memberi ruang bagi kenaikan harga emas.

Tidak hanya emas, hamper semua ligam mulia mengalami kenaikan yang ditandai dengan kenaikan tertinggoi dari palladium.

Menurut laman “Bloomberg,” Rabu pagi WIB, paladium tercatat melonjak melewati harga tertingginya untuk pertama kalinya, sementara platinum melonjak tiga persen.

Emas dan logam mulia lainnya menguat dipicu pelemahan Dolar Amerika Serikat (AS) seiring Federal Reserve yang memulai pertemuan selama dua hari, di tengah kekhawatiran pasar tentang pertumbuhan ekonomi negara ini.

Harga emas naiknol koma persen per ons, menguat di atas level psikologisnya

Sementara harga emas berjangka AS naik nol koma empat persen

“Meskipun permintaan investasi terkadang melemah, emas dengan harga sekitar USD 1.300 memberi tahu Anda masih ada beberapa kepentingan institusional,” kata Philip Newman, Direktur di Metals Focus.

Sementara harga paladium naik satu persen, usai mencapai tertinggi sepanjang masa

“Pasar paladium berada dalam situasi yang sangat ketat dan kami melihat defisit,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas TD Securities di Toronto.

Memperkuat skenario pasokan paladium yang melemah, kementerian perdagangan dan industri Rusia sedang mempertimbangkan untuk melarang ekspor potongan logam mulia dan tailing dari produsen logam putih terbesar di dunia.

“Meskipun terjadi pemulihan di pasar ekuitas, kelemahan dolar telah mendukung harga loga,” menurut Standard Chartered Bank dalam sebuah catatan.

“Pada level paladium platinum terlihat sangat murah. Pengguna platinum akan semakin mencari untuk mengganti paladium dengan platinum, karena harganya setengah dan memberikan keamanan pasokan,” kata Melek.

Dalam perdagangan sehari sebelumnya, Selasa, 19 Maret, harga emas global  berada dalam posisi stabil

Harga emas bertahan di atas level kuncinya per ounce di tengah ekspektasi Bank Sentral Amerika Serikat  atau Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga stabil minggu ini.

Seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,”, harga spot paladium naik satu koma empat  persen , setelah menyentuh level tertingginya di awal sesi.

Logam ini telah naik  dua puluh enam persen untuk tahun ini, setelah naik lebih dari sembilan puluh persen dari palung pada pertengahan Agustus tahun lalu.

“Ada permintaan besar dan bursa tidak memiliki bahan,” kata George Gero, Direktur Pelaksana di RBC Wealth Management.

“Industri ini tidak menggunakan batangan, jadi tambang membuat butiran, yang tidak bisa dikirim,” kata Gero.

Pasar paladium tetap dalam defisit pasokan dan diprediksi akan melebar secara dramatis tahun ini. Stimulus potensial dari China, pasar mobil terbesar di dunia, juga mendongkrak harga.

Sementara itu, harga emas di pasar spot stabil

Investor kini telah mengalihkan fokus ke keputusan The Fed tentang suku bunga. Pasar berharap tidak ada kenaikan suku bunga tahun ini, dan bahkan bertaruh suku bunga akan turun pada tahun depan.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung menekan dolar AS dan meningkatkan minat investor pada emas yang tidak menghasilkan.

Kesepakatan perdagangan AS dan China akan berdampak positif bagi Renminbi China dan itu akan menjadi katalisator bagi penguatan harga emas.

Harga emas mampu kembali ke level  terbaiknya pada perdagangan pekan lalu. Untuk pekan ini, harga emas masih akan berada pada level yang sama.

Mengutip kitco,  analis Komoditas Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, pelemahan sebesar satu persen pada Kamis pekan lalu menunjukkan bahwa pelaku pasar sepertinya belum terlalu yakin bahwa harga emas bakal akan terus melambung.

Meskipun Jumat harga emas kembali menguat tetapi kenaikannya masih terbatas.

Selain itu, gerak bursa saham yang membaik membuat emas sebagai alternatif instrumen investasi juga tidak terlalu dilirik. Pada pekan lalu indeks acuan  naik tiga persen jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Biasanya, harga emas akan terdongkrak jika investor melakukan aksi jua di bursa saham.

“Saat ini hampir tidak ada kebutuhan akan safe haven sehingga, meskipun diperkirakan masih akan menguat, tetapi sepertinya belum akan terdongkrak tinggi,” jelas Ole Hansen.

Pertanyaan selanjutnya, apa yang akan menjadi katalis atau pendorong harga emas pada pekan ini?

Sekali lagi, semua mata akan tertuju kepada keputusan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed). Pemangku kebijakan moneter tersebut akan mengadakan pertemuan pekan depan untuk menentukan arah kebijakan suku bunga.

Komentar