Hari Ini Harga Emas Dunia Makin Berkilau

Penulis: Darmansyah

Kamis, 12 April 2018 | 08:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas dunia, terutama di Comex, terus melejit naik.

Hari ini, Kamis, 12 April, harga emas menyentuh level tertingginya  sejak Januari

Hal itu didorong ketegangan geopolitik di Suriah sehingga meningkatkan permintaan aset safe haven.

Menurut laporan “Bloomberg,” pagi ini, Kamis, 12 April, harga emas untuk pengiriman Juni naik lebih dari satu persen atau persisnya satu koma satu persen per  ounce.

Untuk dicatat, harga emas itu tertinggi sejak Januari lalu.

Harga emas sempat turun usai risalah hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat  atau the Federal Reserve.

Risalah tersebut menunjukkan kalau kenaikan suku bunga lebih besar mungkin saja terjadi.

Suku bunga lebih tinggi dapat meningkatkan dolar AS dan menjadi sentimen negatif untuk permintaan emas..

Selain itu, indeks dolar AS naik tipis nol koma satu persen  usai risalah bank sentral AS.

Harga komoditas dan dolar AS sering berbanding terbalik. Pergerakan dolar AS dapat memengaruhi daya tarik komoditas tersebut bagi pemegang mata uang lainnya.

Bursa saham AS dan wall street juga melemah sehingga membantu meningkatkan permintaan investasi untuk emas.

Fokus investor juga bergeser terhadap kemungkinan serangan militer ke Suriah akibat tuduhan serangan senjata kimia oleh pemerintah.

Meningkatnya kecemasan di Timur Tengah dan kemungkinan menarik dukungan dari sekutu Suriah yaitu Iran dan Rusia juga membuat investor lebih memilih aset investasi aman antara lain emas, yen, dan obligasi.

“Baik emas dan minyak saat ini mendapat dukungan dari kekhawatiran meningkat di kalangan investor kalau AS dan sekutunya mungkin segera meluncurkan serangan militer terhadap Suriah,” kata Fawad Razaqzada, Analis Forex.com, seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Ketegangan politik di AS juga pengaruhi harga emas.

Presiden AS Donald Trump yang akan menghentikan penasihat khusus AS, Robert Mueller, dan Wakil Jaksa Agung, Rod Rosenstein, memicu kehebohan politik di tengah penyelidikan lebih luas terhadap kampanye presiden pada dua tahun lalu.

Seiring ada hubungannya dengan Rusia.

Harga emas juga mendapatkan dukungan dari indeks harga konsumen AS turun tipis pada Maret. Ini penurunan pertama dalam sepuluh bulan.

Harga bensin juga lebih rendah. Dengan data ekonomi itu, diharapkan bank sentral AS tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga.

Sehari sebelumnya,  Rabu, 11 April, harga emas juga i berkilau ketika ketika dollar melemah dan isu ketegangan global menempati pemberitaan media dunia.

Harga emas naik pada perdagangan Selasa waktu New York dan mencapai level tertinggi dalam satu pekan terakhir.

“Hari ini dolar AS melemah dan investor menunggu potensi tindakan AS terhadap dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah,” tulis laman “Bloomberg,” pagi ini, Rabu WIB.

Harga emas di pasar spot naik hampir setengah persen, persisnya nol koma empat persen

Untuk  harga emas berjangka AS ditutup naik  dalam posisi yang sama, nol koma empat persen

Presiden AS Donald Trump pada Senin kemarin menjanjikan tindakan cepat dan tegas dalam menanggapi serangan senjata kimia yang diduga mematikan di Suriah.

Ada kemungkinan AS akan memberikan respons secara militer.

“Ketegangan geopolitik mmenjadi pendorong penguatan harga emas pada pekan ini,” jelas analis komoditas Mitsubishi di London, Jonathan Butler.

“Banyak ketegangan yang terjadi antara Rusia, Suriah, Iran dan beberapa negara lain,” tambah dia.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas naik dipicu pelemahan Dolar Amerika Serikat (AS), meski masih dibayangi potensi terjadinya perang dagang antara China dan AS.

Sengketa dagang, laporan data ekonomi, dan pertemuan Federal Reserve AS akan menjadi pemicu harga emas pekan ini.

Harga emas berkilau usai indeks dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata uang dan ekuitas global meningkat seiring meredanya kemungkinan perang dagang AS dengan Cina, meskipun pedagang masih tampak berhati-hati.

Kedua negara telah saling mengancam satu sama lain dengan rencana kebijakan tarif puluhan miliaran dolar.

Namun kemudian pejabat Presiden Donald Trump menekankan belum ada rencana kenaikan tarif dan perselisihan masih bisa diselesaikan melalui pembicaraan.

Komentar