Hari Ini Harga Emas Dunia Kembali Terkulai

Penulis: Darmansyah

Rabu, 28 Maret 2018 | 08:25 WIB

Dibaca: 1 kali

Sehari setelah menikmati harga tertinggi, hari ini, Rabu, 28 Maret, harga emas dunia kembali terkulai oleh penguatan dollar.

Kejatuhan harga emas ini merupakan  yang terburuk usai mencapai level tertinggi dalam rnam minggu

Meski demikian logam mulia masih memiliki penopang yakni serangkaian ketegangan geopolitik di beberapa negara.

Seperti ditulis laman bisnis “bloomberg,” pagi ini, Rabu WIB,  harga emas di pasar spot turun nol koma tujuh persen per ounce.

Harga ini merupakan yang terburuk usai menyentuh posisi tertinggi sejak pertengahan Februari lalu.

Sementara harga emas berjangka AS untuk perdagangan April  juga turun tiga belas dollar atau  satu persen, ke posisi USD 1.342 per ounce.

Dolar AS tercatat menguat terhadap mata uang lainnya. Ini memunculkan risiko pasar yangn mengurangi minat investor terhadap mata uang utama ini.

Maklum, dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal.

Sebelumnya pasar saham melonjak menanggapi laporan jika AS dan China bernegosiasi untuk mencegah perang dagang, merusak daya tarik emas sebagai tempat berlindung yang aman.

“Akan ada beberapa bulan pembicaraan sebelum adanya ketidakpastian di sekitar situasi perdagangan global dapat terhapus. Dan sementara itu, emas terkadang akan menguntungkan,” kata Simona Gambarini, Ekonom Komoditas di Capital Economics.

Hal yang mempengaruhi pasar emas lainnya datang dari kondisi geopolitik.

Salah satunya dari Rusia, yang mengatakan akan mengambil langkah balasan terkait keputusan AS untuk mengusir 60 diplomat negaranya dengan tuduhan mata-mata.

Pelaku pasar juga masih melihat soal perkembangan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS. Suku bunga yang lebih tinggi memang akan membuat emas menjadi investasi yang kurang menarik.

Kamerin, Selasa, 27 Maret, harga emas sempat berkibar dan  mencapai level level tertinggi dalam lima pekan terakhir setelah Amerika Serikat  mengatakan akan mengusir enam puluh Diplomat Rusia.

Aksi dari Amerika Serikat tersebut mendorong investor masuk ke aset safe haven salah satunya adalah emas.

Amerika Serikat bergabung dengan pemerintahan seluruh Eropa untuk mengambil tindakan terhadap Rusia setelah adanya serangan terhadap mantan mata-matanya di Inggris.

Seperti ditulis laman “bloomberg” pagi ini, Selasa WIB,  harga emas di pasar spot naik lebih dari setengah persen atau pasnya, nol koma enam  persen per ounce pada  siang  kemarin waktu New York.

Sementara itu harga emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup naik nol koma empat persen  ke angka USD 1.355 per ounce.

“Kenaikan harga emas ini sudah pasti karena perkembangan situasi politik,” jelas analis Commodity Research Group, Peter Fertig.

Sedangkan sentimen lain yaitu perang dagang AS dengan China sepertinya mulai mereda setelah AS setuju untuk melakukan pembicaraan dengan China.

“Saya tidak tahu apa yang dibawa dalam perundingan, tetapi hal tersebut memberikan dampak ke harga emas,” turur analis RBC Wealth Management, George Gero.

Presiden AS Donald Trump berencana untuk mengusir sebanyak enam puluh orang diplomat Rusia. Langkah AS ini mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Eropa.

Sebelumnya, Inggris mengusir dua puluh tiga diplomat Rusia sebagai bentuk respons atas peracunan mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan anak perempuannya, Yulia Skripal oleh nerve agents toxin atau racun saraf.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menuduh bahwa Rusia terlibat langsung dalam kasus peracunan terhadap Segei dan Yulia Skripal — menganggapnya sebagai sebuah “penggunaan kekerasan secara tidak sah … melawan Inggris.”

PM May juga memprotes sikap Rusia yang justru acuh tak acuh terhadap kasus tersebut.

“Sikap mereka menunjukkan penghinaan sepenuhnya atas kejadian ini, di mana mereka tidak memberikan penjelasan yang kredibel,” kata May di Parlemen Inggris.

Komentar