Hari Ini Harga Emas Dunia Bergerak Naik

Penulis: Darmansyah

Kamis, 31 Mei 2018 | 08:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas dunia di Comex Exchange Mercantil, New York, hari ini, Kamis 31 Mei, melanjutkan kenaikannya bersamaan dengan isu poliitik di Italia.

Selain isu politik Italia  adanya data perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat juga menjadi pendorong kenaikan

Seperti yang ditulis laman keuangan dan ekonomi “bloomberg,” Kamis pagi WIB,  harga emas di pasar spot naik nol koma tiga persen per ounce  waktu London.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni naik nol koma satu persen menjadi USD 1.300 per ounce.

Departemen Perdagangan AS mengeluarkan estimasi bahwa angka pertumbuhan ekonomi AS meningkat dua koma dua persen.

Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan estimasi sebelumnya yang ada di angka dua koma tiga persen.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara dengan perekonomian tersebut di dunia ini tentu saja memberikan tenaga kepada emas karena kemungkinan besar mampu menahan rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS.

Memang, kenaikan suku bunga Bank Sentral AS menjadi mimpi buruk bagi emas karena harus bertarung dengan obligasi yang memberikan keuntungan imbal hasil dan kenaikan harga.

Adanya estimasi dari Departemen Perdagangan AS tersebut mendorong pelemahan dolar AS sehingga jatuh ke level terendah dalam lebih dari 6 bulan.

Pelemahan nilai tukar dolar AS ini juga menjadi tenaga bagi logam mulia karena harga emas akan lebih murah bagi investor yang bertransaksi dengan menggunakan mata uang di luar dolar AS.

“Risiko kenaikan suku bunga AS sebenarnya masih tinggi tetapi ada sedikit bantuan dengan pengumuman angka inflasi ini,” jelas konsultan dari Quantitative Commodity Research, Peter Fertig.

Sementara itu, Italia masih mencari jalan keluar dari kekacauan politik dengan mencoba membuat liga koalisi baru antara pemerintah dengan Liga Sayap Kanan.

Analis memperkirakan ketidakpastian di Italia menjadi solusi jangka menengah bagi harga emas untuk terus melambung.

Emas selalu menjadi instrumen lindung nilai di saat ada ketidakpastian geopolitik.

Sehari sebelumnya, Rabu, harga emas di pasar Spot juga  naik sangat tipis

Pekan lalu harga emas sempat mencapai posisi terendahi

Pasar emas antara lain dipengaruhi  kekhawatiran  investor teradap isu politik global.

Kondisi ini bisa membuat quasi-referendum peran Italia di Uni Eropa. Dan ini memperkuat zona euro di negara tersebut lebih jauh.

Emas, dilihat sebagai tempat berlindung yang aman, sering mendapat keuntungan dari kekacauan politik di satu negara.

“Pasar mendekati peristiwa risk-off besar-besaran,” kata Shree Kargutkar, Wakil Presiden dan Manajer Portofolio Sprott Asset Management.

Dia mengatakan, pedagang mulai memburu dolar AS versus euro, sterling, serta mata uang  atau emerging marketlainnya. Ini yang menjelaskan sebab Dolar AS menguat.

Emas dinilai berada di posisi sangat baik ketika diukur dengan berbagai mata uang utama dan terus mempertahankan uptrend terhadap dolar AS.

“Imbal hasil obligasi Italia jangka pendek, ukuran risiko politik, melambung ke posisi tertinggi sejak akhir lima tahun silam. Ini menjadi langkah terbesar selama  dua puluh enam tahun,” jelas dia.

Menambah ketidakpastian di Eropa, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy akan menghadapi mosi percaya pada hari Jumat.

Di tempat lain, pasar menunggu data inflasi AS karena ini merupakan pekan yang bisa memberikan petunjuk terkait kenaikan suku bunga di masa depan menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve pada Juni.

Sebelumnya harga emas sudah jatuh pada perdagangan Senin karena penguatan dolar AS.

Selain itu, sinyal dari Presiden AS Donald Trump untuk membuka kembali rencana pertemuan dengan Pimpinan Korea Utara  Kim Jong Un pada bulan depan menurunkan ketegangan geopolitik.

Seperti ditulis Reuters, Selasa kemafrin, dolar AS menguat ke level tertinggi pada tahun ini dan menekan harga emas sehingga membuat harga emas lebih mahal bagi mereka yang bertransaksi menggunakan mata uang di luar dolar AS.

Volume perdagangan pada Selasa cukup rendah karena pasar AS dan Inggris tutup libur nasional. Harga emas telah menemmbus angka di bawah USD 1.300 per ounce sejak akhir pekan lalu.

“Dolar AS melonjak sedikit dan memberikan tekanan terhadap emas,” jelas analis TD Securities Bart Melek.

Komentar