Hari Ini Harga Emas Benar-benar Ambruk

Penulis: Darmansyah

Rabu, 18 Juli 2018 | 09:18 WIB

Dibaca: 1 kali

Hari ini, Rabu, 18 Juli, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam ambruk hingga Rp 4.000 per gram   usai Gubernur Bank Sentral AS atau the Federal Reserve  Jerome Powell mengeluarkan pandangan mengenai kebijakan moneter.

Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 641 ribu per gram.

Demikian juga harga pembelian kembali atau buyback merosot Rp 6.000 menjadi Rp 567 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, maka Antam akan membelinya di harga Rp 567 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram (kg) akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB,  sebagian besar ukuran emas Antam tidak tersedia kecuali ukuran 10 gram, 50 gram, dan 100 gram.

Sempat naik sehari sebelumnya, hari ini, Rabu pagi WIB, harga emas tergelincir kembali ke bawah USD 1.240 usai Gubernur Bank Sentral AS atau the Federal Reserve  Jerome Powell

Powell menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS berada di level moderat sehingga the Fed masih pada jalur kebijakan moneter yang telah disebutkan sebelumnya.

Pelaku pasar memperkirakan bahwa the Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebanyak dua kali hingga akhir tahun setelah sebelumnya telah menaikkan dua kali juga pada tahun ini.

“Satu-satunya pendukung kenaikan harga emas adalah isu mengenai perang dagang yang saat ini tengah berkumandang,” jelas analis ICBC Standard, Marcus Garvey.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas stabil pada penutupan perdagangan   karena permintaan fisik yang lemah dari negara-negara konsumen terbesar dan dibebani ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat .

Mata uang AS yang lebih rendah membuat emas yang dijual dalam denominasi dolar AS menjadi lebih murah untuk pemegang mata uang lainnya, yang biasanya meningkatkan permintaan terhadap logam mulia tersebut.

Namun, permintaan fisik yang rendah  dari negara-negara konsumen terbesar seperti China dan India dan harapan yang terus berlanjut dari Bank Sentral AS atau Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga menekan harga emas.

“Tampaknya perekonomian China yang melambat kuartal II menjadi peredam harga emas,” kata George Gero, Direktur Pelaksana Pengelolaan Kekayaan RBC.

Impor emas India turun untuk bulan keenam di bulan Juni menjadi empat puluh empat ton akibat pelemahan rupee yang mengangkat harga emas lokal ke level tertinggi dalam hampir dua puluh satu bulan bulan sehingga membatasi permintaan.

“Konsumsi ritel India dan China telah dihalangi oleh depresiasi mata uang, “analis Citi mengatakan dalam sebuah catatan.

“Investor bisa kembali ke emas, terutama jika gesekan perdagangan kian memanas dan menjadi ancaman yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan bagi landasan pasar ekuitas jangka panjang.”

Komentar