close
Nuganomics

Emas Mendaki Ketingkat Yang Lebih Tinggi

Harga emas hari ini, Jumat, 11 Mei, terangkat lebih tinggi  akibat pelemahan dolar Amerika Serikat  dan  realisasi data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan.

Selain itu, kenaikan harga emas ini juga dipicu oleh  ketegangan antara AS dan Iran.

Seperti ditulis laman ekonomi dan keuangan “bloomberg,” Jumat pagi WIB,   harga emas di pasar spot mendaki lebih dari setengah persen atau pasnya nol koma enam persen per ounce.

Harga emas juga sempat menyentuh level tertingginya sepanjang lima bulan terakhir.

Untuk harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni  juga naik lebih tinggi, nol koma tujuh persen  per ounce.

Untuk diketahui, dolar AS tergelincir dari posisi puncak dalam empat setengah  bulan pasca data AS menunjukkan angka indeks harga konsumen

Capaian tersebut lebih rendah dari prediksi kenaikan inflasi nol koma tiga persen.

Faktor pendukung lainnya kenaikan harga emas, di antaranya langkah Presiden AS Donald Trump yang memutuskan menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Iran pada Selasa lalu.

Hal ini dapat meningkatkan risiko konflik di Timur Tengah.

Israel mengatakan, telah menyerang pangkalan militer Iran di Suriah. Teheran menembakkan roket ke wilayah Dataran Tinggi Golan.

“Kami telah melihat (reli dolar AS) dalam beberapa minggu terakhir, tapi sebenarnya emas belum turun. Jadi ketegangan politik ini membantu (harga emas),” kata Ahli Strategi Komoditas Macquarie, Matthew Turner.

Selain harga emas yang menanjak, harga perak terkerek naik setelah sebelumnya mencapai tertinggi selama dua pekan terakhir

Harga platinum mendaki lebih tinggi, satu koma tujuh persen

Pada perdagangan sebelumnya, sebelum libur, harga emas bergerak mendatar

Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan membuat ketidakpastian politik sehingga mampu mendorong harga emas.

Ketidakpastian geopolitik membuat pelaku pasar memborong emas sebagai instrumen lindung nilai.

Namun, kenaikan nilai tukar dolar AS menahan kenaikan harga emas.

Dengan kenaikan dolar AS ini harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang bertransaksi dengan menggunakan mata uang lain.

“Trump menarik diri sehingga harga emas naik. tapi saya ragu itu akan berlangsung lama,” jelas Fawad Razaqzada dari Forex.com.

Harga emas juga sempat merosot usai Amerika Serikat  menarik diri dari perjanjian nuklir Iran, dan ini menambah tekanan terhadap hasil treasury AS.

Para sekutu Eropa yang kecewa berusaha menyelamatkan dunia internasional terkait perjanjian nuklir dengan Iran.

“Fakta jika pengumuman hal itu telah menghapus beberapa dukungan geopolitik untuk emas,” kata Kepala Strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen di Kopenhagen.

Harga emas sering naik selama gejolak politik. Selama ini, emas selalu dianggap sebagai aset safe haven bersama dolar dan yen Jepang.

Hal yang juga membebani emas adalah, ketegangan geopolitik di Semenanjung Korea yang mereda, seiring langkah Korea Utara yang membebaskan tiga orang tahanan Amerika menjelang pembicaraan antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Tags : slide