Hari Ini Emas Global Mengalami Penurunan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 6 November 2018 | 08:26 WIB

Dibaca: 1 kali

Hari ini, Selasa, 06 November, harga emas di pusat perdagangannya Comec, New York, mengalami penurunan  karena investor mengambil beberapa keuntungan menyusul reli perdagangan komoditi.

Dan emas diperdagangkan dalam kisaran sempit menjelang pemilihan kongres Amerika Serikat).

Seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,” hari ini, Selasa pagi WIB,  harga emas di pasar spot turun tipis, nol koma satu persen per ounce.

Semantara itu, harga emas berjangka AS  juga turun dalam posisi yang sama.

“Pasar hanya tenang menjelang pemilihan jangka menengah  dan orang-orang menunggu untuk melihat bagaimana hal itu akan terjadi setelah besok,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Investor mengawasi hasil pemilihan paruh waktu AS yang dapat memicu minat emas sebagai lindung nilai terhadap risiko jika hasilnya memicu volatilitas di pasar keuangan yang lebih luas.

Jajak pendapat menunjukkan peluang kuat bahwa Partai Demokrat dapat memenangkan kendali di DPR pada pemilihan paruh waktu 6 November.

Pedagang emas juga menunggu pertemuan Bank Sentral AS atau Federal Reserve minggu ini untuk mengukur prospek kebijakan moneter AS.

“Tidak ada yang mengharapkan the Fed menaikkan suku bunga minggu ini. Kemungkinan besar akan terjadi bulan depan. Emas akan mengalami kesulitan untuk menggalang pertemuan Fed berikutnya pada Desember,” kata Haberkorn.

“Jika pidato the Fed (minggu ini) sama hawkish seperti sebelumnya maka mengapa harus panjang dan melawannya.”

Spekulan menaikkan posisi short net mereka dalam emas ke level tertinggi tiga minggu dalam pekan yang berakhir 30 Oktober, menurut data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS.

Juga, menyoroti sentimen bearish investor terhadap emas batangan adalah kepemilikan dana yang diperdagangkan di bursa emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, yang turunnol koma dua puluh tiga persen

Untuk logam lainnya, perak turun  persen  dan paladium melonjak naik

Sejak akhir pekan lalu harga emas memang  tertekan usai rilis data tenaga kerja lebih baik dari yang diharapkan pada Oktober lalu. Hal itu membuat harga emas merosot selama sepekan.

Pemerintahan AS umumkan data tenaga kerja baru bertambah  dua ratus lima puluh  ribu pada Oktober

Angka itu lebih tinggi dari konsensus sebesar dua ratus delapan  ribu.

Sementara itu, tingkat pengangguran tetap tiga koma tujuh persen, dan merupakan level terendah dalam empat puluh delapan tahun. Tingkat upah per jam rata-rata naik menjadi tiga koma satu persen dari dua koma delapan  persen pada September.

Analis sudah peringatkan menguatnya data tenaga kerja pada Oktober lalu dapat bebani harga emas. Hal itu seiring data ekonomi positif dapat mendorong bank sentral AS atau the Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan.

Suku bunga acuan naik dapat mengangkat imbal hasil surat berharga AS dan dolar. Tingginya imbal hasil surat berharga AS dapat menekan harga emas dan komoditas lainnya.

Imbal hasil surat berharga AS naik enam koma dua basis poin ke posisi tiga koma dua persen. Indeks dolar AS menanjaknol koma tiga persen ke posisi sembilan puluh enam koma lima puluh empat.

Dari data World Gold Council menunjukkan pembelian emas oleh bank sentral yang kuat dan peningkatan selera konsumen tapi pertumbuhan pasokan dan aliran investasi melemah.

Analis RBC Capital Markets, Christopger Louney, melihat pemulihan kepemilikan emas yang didukung secara fisik naik lebih dari  dua puluh ton sepanjang Oktober.

Sementara itu, Direktur BullionVault, Adrian Ash, mengatakan, dengan ketidakpastian pada jangka menengah dan pertemuan kebijakan bank sentral AS atau the Federal Reserve pada pekan depan, penguatan harga emas berhenti sejenak usai menguat sejak Januari.

“Tetapi peristiwa lebih signifikan untuk harga emas pada pekan depan mungkin Diwali di India. Sekarang negara konsumen logam mulia terbesar kedua itu mencapai musim permintaan dengan harga mendekati level tertinggi dalam enam tahun,” ujar dia.

Komentar