Hari Ini Emas Dunia Kembali Menapak Naik

Penulis: Darmansyah

Rabu, 23 Januari 2019 | 09:15 WIB

Dibaca: 1 kali

Setelah dua hari lunglai oleh keperkasaan dollar, hari ini, Rabu, 23 Januari, harga emas dunia mengalami kenaikan karena investor melakrikan assetnya ke instrument lindung nilai.

Seperti ditulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,” Rabu pagi WIB, harga emas  naik pada perdagangan selasa didukung oleh minat dari investor yang mencari perlindungan dari kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Namun memang kenaikan harga emas tak terlalu tinggi karena dibatasi oleh penguatan dolar AS.

Harga emas di pasar spot naik  nol koma empat puluh dua persen per ons.

Harga emas ini pulih dari penurunan pada hari Senin ke level terendah sejak Desember sedaangkan untuk harga emas berjangka AS juga  naik

“Ada sedikit pelarian ke tempat yang aman. Namun fakta bahwa dolar AS sedikit lebih kuat membuat emas belum bisa bersinar terang,” kata Bob Haberkorn, analis senior di RJO Futures.

Dalam pertemuan World Ecnomic Forum di Davos, Swiss, Pemimpin IMF Christine Lagarde membuka ajang tersebut dan menyampaikan analogi dalam pidatonya. Lagarde berkata, kondisi perekonomian persis seperti melakukan cross-country ski (ski lintas negara).

“Apa yang kamu inginkan jika kamu adalah pemain ski lintas negara? Kamu pasti menyukai daya pandang yang bagus, tanpa ketidakjelasan,” ujar Lagarde.

Lagarde pun mengatakan bahwa dalam prediksi IMF, ekonomi global akan tumbuh tiga koma lima persen pada tahun ini dan tiga koma enam  persen pada

Berita itu memicu kekuatan dalam dolar AS, yang juga diperoleh dari arus safe-haven, menjaga dolar AS mendekati level tertinggi tiga minggu di awal sesi. Tentu saja, dengan kenaikan nikai tukar dolar AS membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas juga menguat karena alasan perlambatan ekonomi China. Investor pun berbondong-bondong mengalihkan investasinya ke logam mulia dengan ancaman perlambatan ekonomi ini. Pertumbuhan ekonomi China kena dampak melemahnya investasi dan goyahnya kepercayaan konsumen akibat perang dagang. Pertumbuhan 2018 pun menjadi terendah dalam 28 tahun.

Perlambatan ekonomi di China turut menambah kekhawatiran pada ekonomi dunia, dan dampaknya pada perusahaan seperti Apple dan pembuat mobil.

Berdasarkan data Badan Statistik Nasional di Tiongkok, pertumbuhan GDP kuartal keempat China tahun lalu menjadi paling lambat sejak krisis keuangan global. Bila dibanding kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi turun

Dua hari sebelumnya, Senin dan Selasa, harga emas mengalami penurunan akibat keperkasaan dollar.

Harga emas di pasar spot turun nol koma satu persen per ounce, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak akhir  Desemberahun lalu

Harga emas berjangka juga turun nol koma dua persen.

“Beberapa ketenangan telah dipulihkan di pasar ekuitas. Kami melihat sedikit penarikan minat dari pasar emas, ”kata ahli strategi komoditas Macquarie, Matthew Turner.

Pasar dunia menunjukkan sedikit kelegaan pada data ekonomi China yang sesuai dengan harapan dan menawarkan beberapa titik cerah, meskipun kekhawatiran tentang rencana Brexit Perdana Menteri Inggris Theresa May memicu kehati-hatian.

Pasar keuangan Amerika Serikat atau Wall Street ditutup pada hari Senin untuk liburan Hari Martin Luther King Jr.

Kenaikan dolar mendekati tertinggi dua minggu membebani emas, yang telah naik lebih dari sepuluh persen sejak pertengahan Agustus, sebagian besar karena gejolak pasar ekuitas dan dolar yang lemah.

Analis mengatakan emas masih berpeluang menguat didorong sejumlah faktor seperti Bank Sentral AS atau The Fed telah mencapai akhir pengetatan moneternya, perlambatan kondisi ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik.

Pejabat The Fed meninggalkan sedikit keraguan bahwa mereka ingin berhenti menaikkan suku bunga, setidaknya untuk sementara waktu, sebelum pertemuan pertama The Fed pada akhir Januari ini

Sementara itu, harga paladium di pasar spot, yang mencapai rekor tertinggi minggu lalu, didorong oleh defisit yang berkelanjutan,

“Sebagai hasil dari reli yang kuat selama beberapa bulan terakhir, pasar paladium mungkin melihat beberapa konsolidasi sebelum melanjutkan jalur kenaikannya,” kata Hans-Guenter Ritter, kepala perdagangan global di Heraeus Metals, Jerman.

Dipenutupan perdagangan pekan lalu Harga emas global hari juga  limbung akibat membaiknya pasar tenaga kerja di Amerika Serikat.

Seperti ditulis laman keuangan “Bloomberg,” Jumat pagi WIB, harga emas  turun nol koma satu persen . Sementara harga emas berjangka AS menetap juga turun dalam posisi yang sama

“Emas turun setelah angka klaim pengangguran AS membaik, dan belum pulih sejak saat itu. Sekarang, Dolar naik lebih tinggi dengan imbal hasil naik, lebih lanjut membebani logam,” kata Analis Teknis Reuters Wang Tao

Greenback naik pada hari Kamis setelah laporan data ekonomi yang lebih kuat dari yang diharapkan. Sementara pound stabil ketika pembuat kebijakan Inggris mencari konsensus tentang cara keluar dari Uni Eropa.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun pekan lalu, menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan yang harus terus menopang perekonomian.

Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Komentar