Hari Ini Emas Dunia Berada di Posisi Stabil

Penulis: Darmansyah

Kamis, 23 Agustus 2018 | 08:41 WIB

Dibaca: 1 kali

Hari ini Kamis, 23 Agustus, di pertengahan pekan akhir bulan, harga emas global, terutama dari Comex Merchantil Exchange, New York, berada dalam posisi stabil di tengah menguatnya nilai tukar dollar.

“Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Kamis setelah dolar Amerika Serikat  melemah beberapa menit usai Bank Sentral AS atau the Fed memberikan sinyal kenaikan suku bunga,” tulis laman keuangan dan ekonomi “Bloomberg,” PAGI INI, Kamis wib.

Namun, risiko geopolitik masih akan membayangi harga emas.

Harga emas di pasar spot bergerak mendatar . Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh harga tertingginya.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik

Sementara itu the dollar index,  yang merupakan indeks yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap enam mata uang umata dunia melemah dan jatuh  ke angak terendah sejak  awal Agustus.

“Saya pikir ini adalah koreksi yang akan menentukan jalur selanjutnya. pada perdagangan Rabu ini memang cukup stabil,” jelas analis U.S. Bank Wealth Management, Rob Haworth.

Dalam risalahnya, The Fed juga memberikan sinyal kenaikan suku bunga segera.

The Fed telah menaikkan suku bunga secara bertahap sejak tiga tahun lalu5 dan pembuat kebijakan sekarang khawatir bahwa ekonomi begitu kuat sehingga inflasi bisa naik secara terus-menerus di atas target  dua persen.

“Emas sedikit memantul di menit-menit awal,” kata Bob Haberkorn, analis senior RJO Futures.

Dengan posisi ini harga emas menguat ke level tertinggi dalam satu minggu seiring dolar Amerika Serikat ) melemah pada perdagangan Selasa.

Hal itu terjadi usai Presiden AS Donald Trump kritik the Federal Reserve atau bank sentral AS yang menaikkan suku bunga acuan.

Dolar AS melemah biasanya mendorong harga logam.

“Mungkin ini terutama disebabkan oleh dolar AS yang terdepresiasi secara signifikan usai Presiden AS Trump mengecam keras kebijakan moneter the Federal Reserve AS,” tulis analis Commerzbank, seperti dikutip dari laman “Bloomberg.”

Dalam wawancara dengan Reuters, Trump menuturkan, bank sentral AS harus berbuat lebih banyak untuk membantunya meningkatkan perekonomian.

Trump mendobrak kebiasaan yang sebenarnya Presiden AS jarang kritik bank sentral AS. Sebelumnya ia pernah kritik bank sentral AS pada Juli seiring pengetatan kebijakan moneter.

Analis Julius Baer, Carsten Menke menuturkan, komentar Trump membantu kenaikan harga emas. Akan tetapi tdak berarti ubah kebijakan moneter di AS.

“Pada akhirnya apa yang menentukan prospek kebijakan moneter AS adalah kesehatan ekonomi AS,” ujar dia.

Komentar