Hari Ini Emas Catat Harga Tertinggi

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 30 April 2016 | 14:03 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas lokal dan dunia, hari ini, 30 April 2016, mencatat rekor baru sebagai yang tertinggi selama enam belas bulan terakhir lewat kenaikan spektakuler di pasar Comex, New York Exchange.

Di pasar lokal, emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, selama dua hari terakhir naik sebesar Rp 17.000 per gram dan berada di posisi Rp 588.000 per gram.

Hari ini, Sabtu, 30 April,  usai naik sebesar Rp 7.000 per gram pada penjualan sehari sebelumnya, Jumat, harga emas melambung hingga Rp.10.000 per gram.

Kenaikan harga jual itu juga diikuti harga buyback.

Harga buyback Antam naik Rp 4.000 per gram menjadi Rp 530 ribu per gram.

Itu artinya jika Anda hendak menjual emas Antam makan akan dihargai Rp 530 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

ntam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB, seluruh ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas di New York  bergerak reli pada perdagangan Jumat waktu setempat atau Sabtu WIB, dan mencatatkan level tertinggi sejak Januari 2015.

Kenaikan harga logam itu setelah dolar Amerika Serikat melemah ke level terendah dalam sebelas bulan.

Harga emas untuk pengiriman Juni naik mendekati angka dua  persen per ounce, dan mencetak kenaikan terbaik secara harian.

Bahkan sentuh level tertinggi sejak Januari tahun lalu. Secara bulanan, harga emas naik empat koma empat persen.

“Harga emas dapat momen seiring dolar AS melemah dan bursa saham merosot,” ujar Michael Armbruster, pendiri Altavest seperti dikutip dari laman Marketwatch, Sabtu pagi WIB, 30 April 2016.

Ia mengatakan, harga emas ditutup di atas US$ 1.280 menandakan kalau harga emas itu telah keluar dari level konsolidasi.

“Suku bunga negatif menjadi sentimen utama untuk kenaikan harga emas. Saya tidak akan terkejut kalau melihat harga emas dekati kisaran US$ 1.400 pada bulan depan,” ujar dia.

Sebelumnya bank sentral Jepang secara mengejutkan mempertahankan kebijakan moneternya. Padahal banyak investor mengharapkan bank sentral Jepang mengumumkan stimulus untuk mendorong inflasi.

“Dengan penguatan yen usai pertemuan bank sentral Jepang tetlah memukul dolar AS. Hal itu pun berpengaruh ke komoditas,” ujar Analis Hantec Markets Richard Perry.

Indeks dolar AS menuju level terendah dalam sebelas bulan.

Sedangkan yen menguat terhadap dolar AS usai pertemuan bank sentral Jepang dan melanjutkan kenaikan tertinggi dalam 18 bulan pada Jumat pekan ini.

Komentar