Hari Ini Emas Antam Tak Bergerak

Penulis: Darmansyah

Selasa, 20 Januari 2015 | 09:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah kemarin, Senin, 19 Januari 2015, harga emas melanjutkan pergerakan harga postif oekan sebelumnya, hari ini, Selasa, 20 januari 2015, harga emas batangan yang dijual Pt Aneka Tambang Tbk, atau Antam, mengalami stagnan.

Kemarin harga emas Antam melanjutkan ‘lompat’nya dengan naik sebesar Rp 7.000 per gram untuk mendudukkan harga satu gramnya emas batangan ke angka Rp 560.000.

Harga jual yang stagnan diikuti oleh harga pembelian kembali “buyback” yang melemah tipis.

Seperti dikutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, Selasa pagi, harga emas Antam tercatat Rp 560.000 per gram. Sama seperti hari sebelumnya.

Sementara harga buyback hari ini turun Rp 1.000 per gram dari Rp 496.000 per gram menjadi Rp 495.000 per gram.

Selain merilis kenaikan harga jual, situs Antam juga merinci harga emas untuk berbegai ukuran. Untuk ukuran 5 gram juga dilepas dengan harga Rp2.655.000, ukuran 10 gram Rp5.260.000, ukuran 25 gram Rp13.075.000, ukuran 50 gram Rp26.100.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp52.150.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp130.250.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp260.300.000.

Di pasar global harga emas bergerak lebih rendah dari level tertinggi pada hari Senin, di tengah penurunan terburuk pada pergerakan saham Cina selama enam tahun ketika para pelaku pasar di Barat mulai berspekulasi terhadap pembelian aset oleh Bank Sentral Eropa.

Setelah pada pekan lalu “aksi beli safe haven pada emas meningkat” ketika Swiss mengambil kebijakan moneter terbaru yang memicu lonjakan penguatan sebanyak tiga puluh pada mata uang swiss Franc.

Harga surat utang pemerintah Yunani jatuh, mendorong obligasi dengan tenor 10-tahun bergerak hampir satu persen lebih tinggi dibanding bulan lalu di kisaran 9.20% menjelang pemilihan umum pekan depan.

Spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa yang akan melaksanakan kebijakan pembelian obligasi semakin meningkat, ketika pihak anti-bailout partai Syriza dari Yunani tetap bertahan dalam memimpin jajak pendapat pada pemilihan umum Yunani di hari Minggu.

Likuiditas tipis pada hari Senin kemarin dikarenakan pasar AS tutup pada liburan Martin Luther King. Beberapa investor terlihat mengambil keuntungan dari kenaikan harga emas di pekan lalu dan ada sedikit aksi profit taking dan sedikit jual emas fisik.

Dalam beberapa kasus, permintaan untuk surat utang pemerintah terlihat mencapai rekor terendah dan berada di bawah nol, investor membayar lebih dari nominal obligasi 5 tahun yang dikeluarkan oleh Swiss, Finlandia, Jepang, dan Jerman.

Logam emas telah mendapatkan dukungan bahkan ketika lanskap deflasi dan perkiraan pertumbuhan ekonomi global yang melemah. Revisi waktu terkait kemungkinan suku bunga AS akan dinaikkan berpotensi mempertahankan emas sebagai solusi efektif untuk portofolio investasi.

Semua mata di pasar sedang melihat kepada pertemuan bank sentral Eropa dimana logam emas harus dan akan dipertimbangkan oleh investor untuk diversifikasi portofolio investasi.

Pada pergerakan hari Senin, perdagangan emas dibuka pada kisaran USD 1280.31 per troy ounce. Harga emas melemah tipis dengan bergerak ke bawah menuju harga terendah hariannya pada kisaran USD 1272.05 per troy ounce.
Harga emas akhirnya ditutup pada kisaran USD 1276.03 per troy ounce. Pergerakan emas mendapatkan kerugian terhadap dollar sebanyak USD 4.28.

Secara umum, pergerakan emas pada grafik empat jam-an terlihat masih dalam kondisi bullish. Harga emas terlihat kembali berada di atas indikator simple moving average 200 dan 50 yang merupakan area support bagi pergerakan emas.

Harga Emas didorong ke level tertinggi pada akhir pekan dengan membangun harga tertinggi baru empat bulan di atas USD 1280.00 per troy ounce. Logam emas muncul dalam penguatan mingguan terbesar dalam tujuh belas bulan ditengah meningkatnya aksi risk aversion di pasar.

Pasar saham dan volatilitas harga minyak terus menjadi pantauan pelaku pasar ketika sebuah langkah yang sama sekali tak terduga yang dilakukan bank sentral Swiss dengan menguatkan mata uang Swiss terhadap Euro yang jauh dari harga target penjagaan di kisaran 1,20. Belum pernah terjadi sama sekali dalam sejarah, volatilitas tinggi terjadi di dalam pasar FX.

Kapitulasi SNB sangat sugestif terhadap kemungkinan ECB yang akan melakukan stimulus dalam waktu dekat ini. Jika ECB mempersiapkan untuk mencetak Euro dan membeli surat utang, pada dasarnya tidak ada cara bagi SNB untuk dapat menahan harga pada kisaran 1,20.

Perang mata uang global benar-benar terlihat mulai memanas. Namun, secara sederhana mata uang secara luas sedang dilemahkan yang cenderung akan membawa warna emas akan bersinar kembali.

Komentar