Harga Jual Emas Antam Kembali Ambruk

Penulis: Darmansyah

Kamis, 4 Juni 2015 | 09:30 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga jual emas batangan yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, hari ini Kamis, 04 Juni 2015, kembali ambruk sebesar Rp 2.000 per gram dan bertengger diangka Rp 551 per gram setelah sehari sebelumnya mengalami stagnan di posisi harga Rp 553.000 per gram.

Hal yang sama juga terjadi dengan harga pembelian kembali atau “buyback” logam mulia Antam yang juga mengalami penurunan Rp 2.000 per gram menjadi Rp 497.000 per gram.

Antam menjual ukuran emas dari satu gram hingga 500 gram, dan menjelang siang, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran emas 500 gram dan 10 gram yang sudah habis terjual.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Dengan ambruknya harga jual emas ini Antam memberikan daftar harga emas yang dijual terbaru.

Untuk pecahan satu gram Antam menjualnya Rp 551.000, lima gram Rp 2.610.000, 10 gram Rp 5.170.000. 25 gram Rp 12.850.000, 50 gram Rp 25.760.000, 100 gram Rp 51.250.000, 250 gram Rp 128.000.000 dan pecahan 500 gram Rp 255.800.000.

Di pasar global, terutama di divisi COMEX New York Mercantile Exchange harga emas lebih rendah karena situasi di Yunani membaik dan data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan dirilis.

Pergerakan Emas berjangka jatuh pada hari Rabu, dan berada di harga terendah dalam lebih tiga minggu ketika pergerakan saham AS kembali menguat terpicu oleh data pekerjaan di sektor swasta pada bulan Mei.

Pasar akan lebih memfokuskan kepada laporan payroll non AS pada hari Jumat untuk menilai tingkat kesehatan ekonomi AS, yang juga bisa menjadi faktor penggerak bagi pergerakan emas. –

Seperti dilansir Xinhua, Kamis, 04 Juni 2015, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 9,5 dolar AS, menjadi menetap di 1.184,90 dolar AS per ounce.

Emas berada di bawah tekanan karena laporan menunjukkan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) dan Yunani sudah hampir mendekati sebuah kesepakatan, serta Presiden ECB Mario Draghi menyatakan bahwa ia ingin Yunani tetap di zona euro.

Ini menghapus kebutuhan untuk emas sebagai “safe haven”, sehingga menempatkan tekanan pada logam mulia.
Spekulasi bahwa Yunani mungkin akan lebih dekat terhadap kesepakatan dengan pihak kreditor internasional juga menambah sentimen optimis untuk pasar, sehingga mengurangi daya tarik safe haven emas.

Seorang juru bicara partai Syriza memperingatkan bahwa hari ini mereka mungkin akan menandatangani pinjaman sebanyak € 305M untuk pembayaran kepada IMF, itupun jika kesepakatan secara komprehensif dapat dilakukan.

“Jika kemungkinan kesepakatan tidak terlihat baik hingga akhir pekan atau hari Senin, maka Athena tidak akan membayar,” kata Nikos Filis.

Sebelas jam negosiasi yang dijadwalkan di Brussels antara PM Yunani Tsipras dan kepala Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, dilaporkan telah menjadi sebuah diskusi berlarut terkait proposal yang ditawarkan oleh kreditur Yunani.

Meski begitu, kesepakatan tidak diharapkan akan keluar pada pertemuan tersebut.

Kesalahan dalam mengambil keputusan dapat membuat dan menyebabkan gejolak di pasar keuangan dan membuat warna emas akan kembali menguning.

Sebuah laporan yang dirilis Rabu oleh Automated Data Processing berbasis di AS menunjukkan angka pekerjaan AS lebih baik dari perkiraan, juga menempatkan tekanan tambahan pada emas.

Laporan menunjukkan angka penggajian swasta meningkat pada Mei, lebih tinggi dari ekspektasi.

Angka-angka pekerjaan juga meningkatkan harapan untuk kemungkinan kenaikan suku bunga AS.

Para analis semula percaya bahwa suku bunga bisa naik pada awal Juni, namun karena data pekerjaan pada Maret lebih buruk dari yang diperkirakan, sekarang mereka percaya bahwa suku bunga akan naik ketika itu turun.

Pertemuan The Fed berikutnya dijadwalkan pada 15 Juni 2015 ketika investor mengharapkan berita tambahan tentang waktu kenaikan suku bunga.

Komentar